News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Degradasi Moral pada Remaja

Degradasi Moral pada Remaja

Oleh Nadiyah Tul Ulumah*

MASA remaja adalah masa peralihan dimana perubahan secara fisik dan psikologis dari masa kanak-kanak ke masa dewasa (Hurlock, 2013). Perubahan psikologis yg terjadi pada remaja meliputi intelektual kehidupan emosi kehidupan sosial.

Seorang remaja sangat identik dengan lingkungannya. Dibutuhkan penyesuaian diri dengan lingkungan yang mendasari perkembangan diri yang tertanam pada perilaku di dalamnya. Penurunan angka moralitas remaja, seperti moralitas gadis remaja sangat marak dikalangan para remaja putri di negara-negara lain, termasuk indonesia.

Seperti 11% kasus kehamilan pada remaja di seluruh dunia terjadi pada gadis berusia 15 thn hingga 19 tahun. Dan 95% kasus kehamilan pada remaja ini terjadi di negara-negara berkembang. Banyak pola perilaku negatif dari para remaja yang mempengaruhi dirinya sehingga banyak melakukan pengaruh tidak baik seperti, kehidupan seks bebas dikalangan remaja sudah menjadi hal yang sangat lumrah bagi remaja, penggunaan Narkoba, dan lain sebagainya.

Berbicara dengan penurunan moraitas remaja, tentu ada faktor atau akibat yang mendasari masalah tersebut, diantaranya adalah kurangnya ilmu pendidikan yang didapat. Kemudian faktor selanjutnya adalah adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Disatu sisi remaja merasa diuntungkan dengan adanya media yang membahas seputar masalah dan kebutuhan mereka. Tapi di sisi lain pun berdampak negatif baginya, sebagai contoh bahwa remaja sekarang sudah tertukar dengan gaya hidup barat, mulai dari fashion, segi bahasa dan lain sebagainya.

Dengan adanya pengaruh ini remaja diajarkan untuk hidup boros dan menjadi tidak perduli terhadap persoalan yang terjadi di lingkungannya karena mereka sudah terbawa arus perkembangan zaman. Kemudian longgarnya terhadap pegangan terhadap agama juga termasuk faktor penurunan moralitas remaja. Sangat dibutuhkan keyakinan di dalam dirinya, kepercayaan terhadap Tuhan yang telah menciptakannya, mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang di larang-Nya.

Dari persoalan di atas tentunya ada pencegahan atau solusi yang bisa diterapkan kepada para remaja sebagai bekal perilaku yang mencerminkan di dalam dirinya, antara lain remaja harus pandai memilih teman dekat karena pergaulan akan sangat berpengaruh terhadap etika, moral, dan kepribadian seseorang.

Peran orangtua juga sangat penting dalam hal ini, terutama dalam mengenalkan pendidikan agama sejak dini, meningkatkan intensitas perhatian dari orangtua terhadap anaknya.

Kemudian remaja juga harus memperluas wawasan dan pengetahuan yang berguna untuk menyaring pengaruh buruk dari lingkungannya, meningkatkan iman dan taqwa dengan senantiasa bersyukur kepada-Nya, bersabar dan beramal sholeh, serta hendaknya melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat positif yang berguna bagi orang lain dan dirinya sendiri.

Oleh karena itu, perkembangan remaja hendaknya dibimbing dengan moral, etika, dan kepribadian yang baik yang ditanamkan sejak dini. Sehingga seorang anak yang sudah dewasa sudah mempunyai bekal yang cukup untuk dirinya sendiri.

Peran pemerintah pun tak luput dari persoalan ini, pemerintah tidak hanya mengejar kedudukan saja atau peluang kekayaan yang bisa menaikan derajat atau kedudukan semata, tapi pemerintah pun harus bertindak semaksimal mungkin dalam persoalan ini. Bagaimana nasib-nasib penerus generasi Indonesia yang akan datang, apakah akan mengharumkan bangsa Indonesia atau malah sebaliknya.

______
*) Nadiyah Tul Ulumah, penulis adalah seorang mahasiswi jurusan Akuntansi Syariah di STEI SEBI Depok

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.