News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Jaga Keluarga dari Pergaulan Bebas, MT Khoirunnisa Cibinong Tolak RUU P-KS

Jaga Keluarga dari Pergaulan Bebas, MT Khoirunnisa Cibinong Tolak RUU P-KS

BOGOR -- Puluhan ibu yang tergabung dalam komunitas Majelis Taklim Khoirunnisa Nirwana Estate Cibinong, Bogor, melakukan aksi penandatanganan menolak Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) yang dinilai pro kepada kebebasan yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa dengan Pancasila sebagai falsafahnya, Selasa (19/2/2019).

Para ibu berpandangan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual perlu diwaspadai karena dinilai sarat dengan konsep Barat yang liberal dan bebas nilai.

Karena itu, meskipun RUU P-KS akan disahkan, maka harus melalui pengkajian yang benar-benar konfrehensif yang didasari oleh Naskah Akademik serta Draft Rancangan Undang-undang yang selaras dengan nilai-nilai moral bangsa dan agama.

Seperti diketahui, berbagai kalangan juga telah mengajukan keberatan terhadap RUU P-PKS, yang, jika merujuk pada naskah akademik yang ditawarkan, secara filosofis sarat dengan makna seksualitas yang diadopsi dari konsep seksualitas Barat yang liberal tanpa kritik.

karena mengadopsi konsep Barat tersebut, maka konsep seksualitas yang ditawarkan menjadi tidak sesuai dengan norma agama, budaya, dan norma lainnya masyarakat Indonesia.

Konsep seksualitas dalam RUU P-KS yang ditawarkan juga dinilai bersifat sangat individual dan tidak menunjukkan relasi atau kaitannya dengan sistem keluarga.

Catatan berikutnya, menurut Aliansi Cinta Keluarga (AILA), RUU itu tidak menjadikan asas agama sebagai patokannya. Padahal tindakan kejahatan memiliki kaitan langsung dengan keberagamaan seseorang.

Kemudian, AILA menilai, pada RUU itu, tersirat adanya konsep kedaulatan atas tubuh dan seksualitas dalam makna yang lebih luas.

Salah satunya, terlihat dalam konsep perbudakan seksual, dimana konsep melayani rumah tangga dianggap sebagai bagian dari perbudakan. Hal ini bisa dilihat pada Naskah Akademik RUU itu, sebagai bagian tidak terpisahkan dari Draft RUU-nya.

Lebih jauh, Naskah Akademik RUU Penghapusan Kekerasan Seksual juga dianggap dengan jelas memasukan agenda kekerasan seksual atas dasar pilihan Orientasi Seksual Berbeda. Dengan kata lain, ini merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari agenda kelompok homoseksual.

Di akhir acara yang dipungkasi dengan penandatanganan penolakan RUU P-kS, para ibu ini menganggap hal ini harus kita sosialisasikan ke lembaga sekolah dan link instansi dan maslahat agar semakin banyak keluarga Indonesia yang menyadari pentingnya ketahanan keluarga yang berbasis pada nilai agung ajaran Islam.

NURSELINA

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.