Karantina Menghapal Quran 30 Juz 40 Hari Metode Tadarruj Sukses Digelar

BOGOR – Lembaga Pesantren Mahasiswa Dai (Pesmadai)  bekerjasama dengan Yayasan Taman Quran Indonesia (Yataqi) menggelar  kegiatan Karantina Menghapal Quran 30 Juz 40 Hari Metode Tadarruj angkatan pertama. Kegiatan yang berlangsung mulai 17 Jan 2019 sampai dengan 27 Feb 2019 ini berpusat di Villa Kampoeng Qur'an, Jalan Raya Semplak, Tugu Helikopter Atang Sandjaja, Bogor, Jawa Barat.

Dalam waktu yang relatif singkat, sebanyak 30 orang peserta yang mengikuti program Karantina Menghapal Quran 30 Juz 40 Hari Metode Tadarruj ini, rata-rata berhasil meningkatkan kuanitas hafalan mereka. Bahkan dari 30 pesreta ini, ada dua peserta yang berhasil menuntaskan hafalan 30 Juz, yakni Yeni Selphia dari Tangerang Banten dan Ummu Najiah Assafuroh dari Kalimantan Timur.

Penyusun Metode Tadarruj, Ustadz Ahmad Muzakky, yang juga pembina dari program ini, mengatakan rata-rata peserta karantina mampu menuntaskan hafalan sedikitnya 20 juz dalam 40 hari. Direktur Pesmadai ini berharap program karantina dengan metode Tadarruj dapat terus dikembangkan dan dimasyarakatkan.


“Alhamdulillah, harapannya metode tadarruj ini menjadi sumbangsih dalam rangka memasyarakatkan Al Qur’an khususnya dalam metodologi hafalan. Melalui program ini, kami berkomitmen pada tahun 2019 ini bisa mncetak sepuluh ribu penghafal Quran,” kata Ahmad Muzakky dalam obrolan dengan media ini, Rabu (27/2/2019).

Muzakky menjelaskan, menghapal Al Quran metode tadarruj memeiliki lima kelebihan yang disingkat 5M, yaitu memudahkan, meneguhkan, menjaga, memiliki dan menguatkan. Muzakky yang juga Direktur Yayasan Dai Muda Indonesia ini mengatakan metode tadarruj dikembangkan sejalan dengan pendekatan dalam mendakwahkan Al Qur’an.

Sebagaimana pengertiannya menurut bahasa, metode tadarruj, jelas Muzakky, merupakan salah satu tahapan dalam ikhtiar mempelajari Al Qur’an sebagai pedoman hidup umat manusia. Sehingga, jelas dia, walaupun dalam praktiknya diterapkan selama 40 hari, namum secara gradual metode ini memiliki tapahan yang sistematis dan berkelanjutan.

“Metode tadarruj merupakan salah satu alternatif pembelajaran dan pengembangan kapasitas dalam memahami dan menghafal Al Qur’an. Alhamdulillah disambut antuas masyarakat, bahkan tingkat rata-rata pencapaian peserta melampaui ekspektasi kami,” kata pencetus metode tadarruj ini.

Selain materi hafalan Al Qur’an metode tadarruj, para pesreta dari berbagai daerah di Indonesia ini juga mendapatkan materi sekaitan dengannya yang diampu oleh beragam narasumber seperti Syaikh Abdullah Saleh Al Rajhi yang dikenal sebagai sepupu Imam Besar Masjidil Haram Syaikh Assudais dan dosen LIPIA Jakarta.


Ada juga Syaikh Muhannad dari Palestina, Syaikh Mahmoud dari Universitas Al Azhar Kairo yang juga pemegang empat ijazah sanad qiroah sabah dan 4 ijazah qiroah ‘asyarah, Syaikh Taufik yang juga seorang imam masjid di Dammam.

Sementara dalam negeri, narasumber yang turut mengisi dalam program  Karantina Menghapal Quran 30 Juz 40 Hari Metode Tadarruj, ini diantaranya dosen Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar-Raayah Dosen Arroyah Kandidat Doktor Ustdzah Saadiyah Ratnasari Sagala MA, trainer motifator nasional Ustadz Asep Supriatna, motivator Pendidikan peraih Anugerah MURI Mas Yulee dan Ustadz Ahmad Muzakky sendiri sebagai penyusun metode Tadarruj yang juga Direktur Pesmadai, Mudir Pesantren Tahfidz dan Terampil Al Madinah serta Pembina Rumah Quran Halimah.

Sementara itu, shahibul bait yakni Ustadz Rudi yang telah memberikan support total untuk tempat kegiatan dan konsumsi peserta selama 40 hari, menyambut baik kegiatan tersebut. Ustadz Rudi berharap kegiatan ini dapat terus diselenggarakan agar dakwah Al Qur'an semakin meluas.

"Semoga program ini berkelanjutan dan menjadi wasilah untuk tesyiarnya Al Qur'an yang merupakan berkah bagi kehidupan kita," harapnya. Ustadz Rudi bersama keluarga besarnya mendedikasikan diri untuk mendukung kegiatan tersebut.

Ustadz Ahmad Muzakky selaku penanggungjawab kegiatan turut menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada Ustadz Andi Arlin selaku pembina Yataqi yang telah menjembatani sinergi Pesmadai dengan Ustadz Rudi.

ABDUL WAHAB

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel