News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

MUI Apresiasi Gerakan Kebaikan Wahdah Islamiyah Balikpapan

MUI Apresiasi Gerakan Kebaikan Wahdah Islamiyah Balikpapan

BALIKPAPAN – Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan, KH Naspi Arsyad, mengapresiasi kehadiran dan kiprah pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh organisasi massa islam, Wahdah Islamiyah (WI) di Kota Balikpapan.

Hal itu dikemukakan Naspi Arsyad ketika memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) III DPD Wahdah Islamiyah Kota Balikpapan yang diselenggarakan di Hotel Neo, Gunung Malang, Balikpapan, Ahad, 19 Jumadi Akhir 1440 (24/2/2019).

“MUI Balikpapan sangat mengapresiasi keberadaan Wahdah Islamiyah Balikpapan sebagai salah satu unsur gerakan kebaikan di kota minyak ini,” kata Naspi.

Naspi mengatakan, MUI berharap agar Wahdah Islamiyah bisa semakin berperan besar dalam mewujudkan gerakan dakwah yang rahmatan lil alamin agar Islam bisa diterima sebagai ajaran yang menyenangkan

Lebih jauh, MUI juga mendorong agar Wahdah Islamiyah Balikpapan menjadi salah satu lembaga pemersatu sesuai dengan namanya yang berarti 'persatuan Islam'.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPD WI Balikpapan, Ust. Abdurrahman, dalam sambutannya mengatakan seyogyanya para aktifis dakwah tidak pernah lelah dalam gerakan dakwahnyasebagaimana Nabi Nuh, Uli Azmi yang pertama karena kondisi umat Islam kini masih sangat membutuhkan gerakan dakwah yang massif dan kontinyu.

“Gerakan dakwah harus masuk ke segala lini tanpa terpaku pada 'ruang' yang besar saja sebab kebaikan bukan sekedar pada kuantitasnya tapi juga pada kualitasnya,” kata Abdurrahman.

Abdurrahman mengemukakan, ada seorang sahabat wanita mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari Nabi muhammad bukan karena dia melakukan kerja-kerja besar tapi karena beliau konsisten membersihkan masjid yang selalu dipakai oleh umat Islam untuk shalat berjamaah yang notabene hal itu sejatinya adalah sebuah kerja besar.

“Program kerja harus disegar-segarkan terus agar kiranya dapat bersifat kontinyu dan berdampak sistemik bagi umat,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua DPW WI Kaltim Ust.  Ir. Alimuddin Camma, menyampaikan tentang sejarah perjalanan Wahdah Islamiyah sebagai organisasi massa yang  semakin berkembang. Dia menceritakan, WI lahir kali pertama di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, secara independen dan tanpa berafiliasi ke organisasi politik atau organisasi masyarakat tertentu.

“WI termasuk lembaga dakwah yang fokus pada gerakan keilmuan. Setidaknya bila melihat aktifitas kadernya yang banyak mengisi kegiatan kajian. WI saat ini telah hadir di 34 Propinsi dan 200-an kabupaten/kota,” sebut Alimuddin.

Alimuddin menandaskan, sebagai gerakan dakwah dan keilmuan, WI menyadari bahwa WI harus mau membuka diri terhadap gerakan dakwah lainnya apatah lagi WI Kaltim masih relatif baru di Kaltim.

ABDUL MALIK

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.