Sang Purnawirawan TNI yang Terus Mengabdi untuk Indonesia

BOGOR -- Meski sebagian besar rambutnya sudah tampak memutih, tapi badannya masih masih menyisakan tanda bahwa dia seorang serdadu. Tubuhnya yang tegap menandakan jika ia seorang yang terus menjadi tentara meski kini sudah purna tugas.

Dialah bapak Merda. Pria yang pernah menjadi salah satu pasukan pengawal Presiden Republik Indonesia pertama, Ir Soekarno, ini terus mencita-citakan Indonesia menjadi bangsa yang benar-benar merdeka sejati. Beliau ingin terus berbuat dan mengabdi untuk kebaikan agama, nusa dan bangsa.

Merdeka, menurutnya adalah Indonesia yang maju dan sejahtera serta melakukan pembangunan yang bebas dari penjajahan dan penindasan dan bersama-sama semua elemen bangsa membangun negeri. Harapan beliau tersebut mengingatkan kita pada sebuah lagu qasidah yang memuat pesan kemerdekaan.



Merda adalah seorang mantan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pernah mendapatkan tugas yang tidak ringan seperti mengemban tugas ke Irian Jaya pada tahun 1975 dan pernah menjadi peleton pasukan ke Malaysia.

Sembilan puluh dua tahun yang lalu kita resmi menyatakan kemerdekaan, membebaskan diri dari penjajah asing. Kita membentuk sebuah negara baru, Republik Indonesia.

Bebas dari penjajahan adalah hal yang sangat penting. Itu adalah penegasan bahwa kita ini manusia, sama seperti bangsa lain. Artinya, kita berhak menentukan nasib kita sendiri. Tak ada manusia lain yang berhak mengatur dan menentukan nasib kita. Kita tak lebih rendah dari bangsa lain. Pada saat yang sama, kita juga tak lebih tinggi. Artinya, kita juga tak boleh mengganggu hak bangsa lain untuk mandiri.

Kita doakan semoga Bapak Merda sebagai salah satu pejuang Indonesia selalu dalam kesehatan dan keberkahan sehingga bisa terus berbagi inspirasu dan semangat juang kepada segenap anak cucu bangsa.

ABDUL WAHAB

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel