News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Muslimah Palu Soroti Muatan Liberal RUU P-KS

Muslimah Palu Soroti Muatan Liberal RUU P-KS

PALU - Sedikitnya duaratusan kaum ibu mengikuti acara tabligh akbar menyoroti Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang dianggap bermuatan liberal. Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Liwaul Haq Kota Palu, Sulteng, Sabtu (2/3/2019).

Tabligh Akbar yang membahas masalah parenting dan isu sosial kekinian itu menekankan agar pasal per pasal dalam Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual menjadi multitafsir. Sehingga, mereka mendesak agar pembahasan RUU ini mendapatkan masukan dari banyak pihak dan harus diteliti secara cermat setiap kata yang ada dalam setiap pasalnya.

Apalagi, menurut salah satu pemapar, RUU P-KS memuat definisi yang relatif timpang tentang tema besar dalam rancangan undang-undang tersebut. Sehingga menurutnya perlu dilakukan kajian konfrehensif dan massif.

Sementara itu, berbagai pihak juga turut menyoroti permasalahan ini walaupun dengan statemen yang hati hati karena isu ini dipandang cukup sensitif menyusul lahirnya friksi antara yang mendukung dan menolak. Yang menolak dituding konservatif, sementara yang mendukung diindentifikasi sebagai pembawa narasi liberal.

Isu kekerasan seksual memang salah satu kajian yang cukup pelik.  Namun satu hal yang disepakati bahwa problem kekerasan seksual bukan masalah kelompok atau identitas tertentu lagi melainkan terjadi di berbagai lapisan masyarakat. Sehingga dapat dipahami bahwa semangat dari RUU PKS bukan hanya perempuan, tetapi siapa pun yang menjadi korban kekerasan seksual.

Karena itu, sejumlah pemerhati memandang penting dilakukan konsolidasi kolektif  antar pihak yang  menolak dan yang mendukung. Diharapkan dari sana tergali perspektif masing masing dan selanjutnya dikompromikan tentang muatan muatan RUU P-KS mana yang dianggap sesuai dan tak sesuai.

Problem kekerasan seksual mestinya memang seharusnya menjadi permasalahan masyarakat karena selama ini terlalu banyak pembiaran dari pemerintah dan aparat.

Acara tabligh akbar yang dihadiri oleh mahasiswa, pendidik dan orangtua ini berjalan semarak yang diakhiri dengan penandatanganan penolakan terhadap muatan muatan RUU P-KS yang dianggap bias dan pro pergaulan bebas yang selanjutnya akan diserahkan ke Komisi VIII DPR RI.

ABDUL WAHAB

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.