Pemateri dari Timur Tengah dan Pakar Quran Mewarnai Daurah Quran Metode Tadarruj

BOGOR - Program Karantina Menghapal Quran 30 Juz 40 Hari Metode Tadarruj angkatan pertama mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Selain harus menyeleksi gelombang pendaftar yang dibatasi hanya 30 orang, program ini juga menghadirkan pemateri dari Timur Tengah yang pakar di bidang penguasaan Al Quran.

Selain materi hafalan Al Qur’an metode tadarruj, para pesreta dari berbagai daerah di Indonesia ini juga mendapatkan materi sekaitan dengannya yang diampu oleh beragam narasumber seperti Syaikh Abdullah Saleh Al Rajhi yang dikenal sebagai sepupu Imam Besar Masjidil Haram Syaikh Assudais dan dosen LIPIA Jakarta.

Selain tokoh-tokoh tersebut, ada juga Syekh Muhannad dari Palestina, Syaikh Mahmoud dari Universitas Al Azhar Kairo yang juga pemegang empat ijazah sanad qiroah sabah dan 4 ijazah qiroah ‘asyarah serta Syaikh Taufik yang juga seorang imam masjid di Dammam.

Penyusun Metode Tadarruj, Ustadz Ahmad Muzakky, yang juga pembina dari program ini, mengatakan rata-rata peserta karantina mampu menuntaskan hafalan sedikitnya 20 juz dalam 40 hari. Direktur Pesmadai ini berharap program karantina dengan metode Tadarruj dapat terus dikembangkan dan dimasyarakatkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel