News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Talkshow Bahas Ketahanan Keluarga di Universitas Parepare Kritisi RUU P-KS

Talkshow Bahas Ketahanan Keluarga di Universitas Parepare Kritisi RUU P-KS

PAREPARE - Ratusan peserta talkshow membahas ketahanan keluarga memadati masjid kampus Universitas Muhammadiyah Parepare yang menghadirkan pembicara Ketua Bidang Jaringan Aliansi Cinta Keluarga (AILA), Hj Dr Sabriati Aziz, M.Pd.I, Kamis (14/3/2019).

Dalam pemaparannya, Sabriati mengatakan ketahanan keluarga merupakan jembatan menuju bangsa yang besar dan beradab. Karena itu, menurutnya, Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) mesti mendapatkan telaah dan kajian yang mendalam.

Terutama, lanjut dia, agar UU ini nantinya akan memastikan menjadi regulasi yang secara preventif menata perilaku untuk menutup pintu-pintu kekerasan dan kejahatan seksual.

Senada dengan kajian Komisi Perempuan, Remaja, Keluarga (PRK) MUI Pusat terkait RUU PKS, Sabriati memandang kejahatan seksual seharusnya dimaknai sebagai penggunaan organ seksual yang tidak sesuai dengan konsekuensi penciptaannya.

Ia pun menyoal kedaulatan tubuh dan kontrol seksual dengan klaim adanya pemaksaan sebagaimana diusung pihak-pihak pendukung naskah RUU PKS saat ini telah mengaburkan tindakan pelacuran dari jerat hukumnya. Bahkan, pelarangan pelacuran digiring sebagai pelanggaran atas kedaulatan tubuh dan kontrol seksual dengan dalih pengarusutamaan gender.

Ia mengapresiasi atas kajian Komisi Perempuan, Remaja, Keluarga (PRK) MUI Pusat dan mengatakan isi kajian itu bagus. Sebab idealnya memang menjadi instrumen yang membangun individu dan keluarga agar RUU ini tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Pihaknya  bersyukur dan sejalan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam hal ini. AILA, kata dia, sangat menaruh harapan besar kepada MUI sebagai penjaga benteng keluarga dan bangsa Indonesia.

Sabriati memaparkan kritik-kritik AILA terhadap isi RUU itu. Kalau Komnas Perempuan dalam RUU itu menganggap keluarga adalah sumber masalah, AILA memandang, justru hilangnya peran keluarga adalah akar masalah kejahatan seksual.

Usai acara, peserta melakukan deklarasi sebagai komitmen menjadi agen-agen pencerah dalam rangka mencerdaskan umat dan mengokohkan keluarga Indonesia dengan nilai-nilai moral dan keagungan ajaran Islam.

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.