News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Peluang Generasi Millenial Menuju Indonesia Ber-Startup, Sudah Siap?

Peluang Generasi Millenial Menuju Indonesia Ber-Startup, Sudah Siap?

Oleh Zia Alkautsar*

HAI masyarakat Indonesia! Lagi mikirin apa hari ini? Mikirin politik yang gak ada habis-habisnya? Pertarungan antara kubu ini dan kubu itu. Pencitraan sana-sini, dan hujatan demi hujatan yang bikin jengkel dan kayak gak ada kerjaan, gitu?.

Daripada kita mikirin politik yang gitu-gitu aja, mendingan kita mikirin hal yang lebih bermanfaat. Nyari uang, yuk!. Era digital dan serba internet hari ini menyebabkan perubahan yang sangat besar dalam perekonomian.

Ada istilah menarik yang berasal dari internet, yaitu online. Kini segala hal selalu dipautkan dengan kata online, seperti belajar online, daftar online, diskusi online, bayar online, belanja online, jual online dan bisnis online.

Tentu bukan barang baru lagi mendengar kata “bisnis online”, berkatnya siapapun bisa melakukan jual beli tanpa harus ketemu. Tinggal mainin jempol, ‘klik’ barang sampai dan uang masuk.

Apalagi, kreativitas orang dalam berbisnis hari ini semakin meningkat, kita bisa menjual barang tanpa harus memiliki modal, dan parahnya lagi kita bisa jualan tanpa punya barang yang mau dijual, reseller. 

Dan masih banyak jenis jualan unik lainnya. Pemandangan seperti ini pasti bikin para sesepuh kita marah-marah,”saya aja dulu kalo mau bisnis harus punya modal ratusan juta, ini bocah-bocah sekarang cuma goyang jempol aja udah jadi kaya, sialan!”.

Begitulah dampak dari bisnis online pada tataran ekonomi kita saat ini. Setiap orang bisa berbisnis dan setiap orang bisa jadi kaya, dan gak perlu modal besar.

Namun sekarang ada yang unik dalam berbisnis, tujuan awalnya gak untuk nyari keuntungan tapi menyelesaikan msalah di sekitarnya dan berbuah duit. Seperti Ferry Unardi yang kesulitan membeli tiket pesawat.

Awalnya Ferry adalah mahasiswa di Amerika dan selalu saat hendak pulang ke kampungnya di Padang ia kesulitan untuk memesan tiket langsung dari Amerika. Caranya, ia terpaksa hanya memesan tiket sampai Jakarta saja lalu membeli tiket lagi sesampainya di Jakarta untuk rute Padang.

Tentu pola itu akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga Ferry. Adapun saat mengunjungi situs-situs maskapai kebanyakan tidak update, error, dan banyak yang belum membuka jasa beli tiket secara online.

Akhirnya dari masalah-masalah tersebut lahirlah ide untuk membuat layanan pembelian tiket pesewat secara online; Traveloka. Yang kini tidak hanya melayani pembelian tiket pesawat, kereta, hotel dan lainnya. Masalah selesai!

Nah, usaha rintisan ini atau yang lebih dikenal sebagai Startup tidak hanya memudahan kehidupan banyak orang tapi juga menghasilkan uang banyak sekaligus menaikkan perekonomian negara. Ada lagi Go-Jek yang didirikan oleh Michaelanglo Maron dan Nadiem Makarim.

Peluang itu datang ketika mereka memperhatikan tukang ojek pangkalan yang menunggu pelanggan selama berjam-jam dan menurutnya tidak efektif. Juga kesulitan pelanggan yang harus pergi kepangkalan untuk mencari ojek.

Dari kejadian dan pengalaman mereka menggunakan ojek maka mereka mencarikan solusi untuk masalah ini, dimana tukang ojek dan pelanggan bisa sama-sama dimudahkan, lahirlah Go-Jek.

Pada awal didirikannya Go-Jek hanya memiliki 20 orang driver ojek. Kesabarannya membuahkan hasil semakin lama semakain banyak yang mendaftar sebagai driver, dan kebanyak adalah ojek pangkalan. Hingga beberapa tahun kemudian Go-Jek menjadi perusahan besar dan memiliki banyak driver dimana-mana.

Semuanya berawal dari masalah-masalah yang terjadi di lingkungan mereka sehari-hari. Dari masalah-masalah itu mereka menawarkan solusi ganda, pertama memudahkan orang lain, kedua menguntungkan bagi diri mereka sendiri. Inilah dasar lahirnya Startup. Dengan hanya berbasiskan internet semuanya menjadi terhubungkan dan masalah terselesaikan.

Secara definisi Startup berarti “usaha rintisan”. Istilah ini sangat populer di dunia online, sehingga Startup selalu dikaitkan dengan usaha baru yang menghasilkan produk digital, seperti layanan web, aplikasi dan juga game. Batasan Startup adalah kebutuhan manusia. Seberapa banyak yang dibutuhkan manusia sebanyak itu juga Startup bisa diciptakan.

Kita hanya butuh ide dan apa yang orang lain inginkan. Seperti Bukalapak.com yang berhasil mempertemukan antara penjual dan pembeli dengan transaksi terpecaya. Awalnya jual beli online sangat tidak dipercayai oleh banyak orang sebab sering terjadi penipuan.

Namun, dengan kegigihannya, Achmad Zaky membuat sistem baru pada Bukapalak.com dengan penjual baru bisa menerima uang hasil jualannya setelah pembeli menerima barang yang dipesannya. Karena ia yakin kepercayaan pembeli harus dijaga.

Semua Startup ini kini telah berubah menjadi perusahaan besar, Unicorn. Semuanya berawal dari ritisan kecil. Sudah saatnya millenial kita diperkenalkan dengan dunia bisnis online yang sangat sederhana ini. Masih banyak lahan Startup lain yang bisa diciptakan.

Setiap lingkungan kita memiliki masalah yang berbeda-beda, seperti masalah petani yang bingung untuk menjual hasil panennya, dengan bisnis online atau Startup itu pasti bisa diselesaikan, caranya? Mari kita pikirkan!.

Para pelajar yang ingin tulisan-tulisannya dimuat di media nasional, mungkin kita bisa menjadi corong dari akses mereka dengan mendirikan web khusus yang bisa menampung seluruh pelajar dimanapun, menyeleksi dan mengedit tulisan-tulisan mereka lalu dikirim ke media nasional.

Atau juga yang menjadi masalah Indonesia hari ini adalah lapangan kerja, dirikanlah Startup yang menjawab masalah ini. Hadirkan sebuah layanan publik untuk menginfromasikan tentang peluang pekerjaan. Ini akan sangat bermanfaat daripada kita sibuk berdebat tentang politik yang tetap berjalan tanpa kehadiran kita pun.

Mungkin sebagai saran untuk pemerintah, jika beberapa bulan lalu ada wacana akan menjadikan e-sport atau game online sabagai mata pelajaran di sekolah. Maka e-commerce atau jual beli online adalah materi yang lebih wajib untuk diajarkan kepada anak-anak Indonesia.

Bayangkan, berapa masalah yang terselesaikan oleh Go-Jek, Traveloka, dan Bukalapak.com. Bayangkan juga 20 tahun kedepan berbagai masalah di Indonesia pasti akan terselesaikan oleh anak-anak muda yang dari jauh-jauh hari telah dipersiapkan untuk menjadi problem-solver. Akan muncul pembisnis-pembisnis muda yang membuka lapangan pekerjaan untuk Indonesia bahkan dunia.

Tentu ini adalah kebanggaan kita sebagai bangsa yang besar dan bisa menyelesaikan masalah dunia, yang itu diselesaikan oleh anak muda Indonesia. Mari kita berpikir lebih jauh.

Selamat mencari masalah, selamat mencari solusi, dan selamat mendirikan Startup!. Hari ini kita tidah hanya kehilangan sosok Umar yang tegas, tegug dan zuhud, tetapi juga kehilangan sosok Utsman yang kaya dan dermawan.

_______

*)ZIA ALKAUTSAR, penulis adalah mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo, Republik Mesir

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.