Santri Pesantren Hidayatullah Surabaya Harumkan Nama Indonesia Ajang Kompetisi Matematika di Thailand

THAILAND - Empat murid tim olimpiade Sekolah Integral Luqman Al Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, Jawa Timur, mengharumkan nama Indonesia usai berhasil membawa pulang 4 medali dalam ajang Thailand International Mathematics Olympiad (TIMO) di Kota Phuket, Thailand, Ahad (07/04/2019).

Empat siswa membanggakan itu adalah Kurnia Amatullah Husna Rahmanto (Primary 5 meraih medali emas), Abdullah Nabil Adam Yusuf (Primary 4 meraih medali perak), Abdullah Nawwaf Malik Fajar (Primary 6 meraih medali perunggu) dan Aura Najma Kustiananda (Secondary 3, membawa pulang medali perunggu).

TIMO 2019 merupakan kompetisi bergengsi bidang matematika level internasional. Kompetisi se-Asia ini diikuti ratusan siswa level sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Tahun ini, babak final diadakan di Phuket, Thailand, 5-8 April 2019.

Penanggungjawab Tim Olimpiade Sekolah Integral Luqman Al Hakim Surabaya, Ust. Adi Purwanto, M.Pd yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Luqman Al Hakim Hidayatullah Surabaya, menjelaskan bahwa raihan prestasi ini merupakan hasil dari proses panjang pembinaan yang dilakukan timnya.

"Alhamdulillah, raihan medali internasional ini memang sudah kami targetkan sejak awal. Sebelum kami terjunkan di level internasional, mereka kami uji latih di kompetisi tingkat lokal dan nasional terlebih dahulu. Selain untuk menakar kemampuan, proses ini bertujuan mengasah mental berkompetisi mereka", jelasnya.

Proses memang tidak pernah mengkhianati hasil. Sejak tim olimpiade dibentuk 4 tahun yang lalu, ratusan medali dan piala berhasil diraih. Proses pembinaan berjenjang berkelanjutan, guru pembina yang kompeten, dukungan wali siswa, dan tim yang solid merupakan kuncinya.

"Diluar itu semua, pertolongan Allah SWT adalah segala-galanya. Tanpa-Nya, mustahil kami berada pada titik ini. Pencapaian ini semata-mata kami niatkan untuk li i'lai kalimatillah. Untuk meninggikan kalimat Allah. Menunjukkan pada dunia, bahwa kami sekolah Islam mampu berprestasi", ujarnya.

Tidak hanya sekolah, orangtua wali siswa-pun ikut berbahagia atas pencapaian membanggakan ini.

“Alhamdulillah, raihan emas ini kami dedikasikan untuk seluruh anak Indonesia. Semoga anak-anak Indonesia yang lain bisa turut mengharumkan nama bangsa, negara, dan agama di kompetisi dan kejuaraan dunia lainnya", ujar Ida Nurhidayati, ibunda Kurnia Amatullah Husna Rahmanto.

Sebagai seorang ibu, Ida bangga, bahagia, dan bersyukur bisa ikut mengharumkan nama Islam dan Indonesia. Ia mengaku, putrinya yang juga seorang penghafal Al Qur'an ini dipersiapkan bukan hanya untuk meraih prestasi semata, tetapi sebagai bagian dari perjuangan Islam.

“Bagi saya, prestasi ini sebagai bagian untuk memperjuangkan Islam. Saya ingin anak-anak mengharumkan nama Islam lewat prestasi matematika,” ucap Ida.

Barakallahu Fiikum wahai kader-kader pejuang Islam. Harumkan terus nama Indonesia. Junjung setinggi-tingginya ad-dienul Islam. Tunjukan kepada dunia, bahwa anak-anak muslim Indonesia bisa.*/Cakrud

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel