Profil Andreas Rizal Vourloumis, Tokoh di Balik Sukses Akuisisi Bank Muamalat

Photo source: Gjsteel
JAKARTA - Al Falah Investments PTE Limited akan menjadi pengendali saham Bank Muamalat dengan mengakuisisi 50,3% saham bank syariah tersebut. Selain Ilham Habibie yang memang sudah sangat tenar di tanah air, ada nama lain yang tak mungkin diabaikan dalam kabar hangat suksesnya akuisisi tersebut. Dialah Andreas Rizal Vourloumis.

Andreas Rizal Vourloumis adalah bos SSG Capital Management Limited. Dia bersama Ilham Habibie mendirikan Al Falah Investments dan kini akan menanamkan investasi besar di bank syariah pertama dan terbesar di Indonesia tersebut.

Dikutip dari laman Bloomberg, Andreas Rizal Vourloumis diketahui menjabat sebagai Mitra di SSG Capital Management Limited, yang didirikan pada tahun 2009. Sebagai salah satu pendiri SSG, Vourloumis terutama bertanggung jawab atas kegiatan investasi SSG di Asia Tenggara dan Australia.

Vourloumis memiliki pengalaman sembilan tahun di industri perbankan. Karirnya dimulai di Jakarta pada tahun 1999 di Deutsche Bank di mana ia menjadi bagian dari tim yang terlibat dalam pengorganisasian kembali bank-bank pemerintah Indonesia yang membutuhkan rekapitalisasi setelah krisis keuangan Asia.

Pada tahun 2001, ia bergabung dengan Deutsche Bank Distressed Products Group di mana ia terlibat dalam perdagangan dan investasi dalam miliaran dolar dalam aset tertekan. Posisi terakhirnya di Deutsche Bank Distressed Products Group adalah sebagai kepala risiko untuk Asia Tenggara dan India.

Vourloumis telah menjadi Direktur GJ Steel Public Company Limited sejak Agustus 2017. Dia menjabat sebagai Senior Member of Asian Special Situation Group di Lehman Brothers Asia dari 2006 hingga 2009. Dia bergabung dengan Lehman Brothers Opportunity Limited pada 2006.

Di Lehman Brothers ia menjabat sebagai Non-Eksekutif Direktur Spice Digital Limited sejak 28 November 2006. Ia menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Atlas Resources Tbk sejak Mei 2011 hingga Juni 2014. Vourloumis memegang gelar Master dalam Sejarah Ekonomi dari London School of Economics and Political Science dan Gelar Sarjana Ekonomi.

Akuisisi Bank Muamalat

Al Falah Investments Pte mengakuisisi sebanyak 50,3 persen saham PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Latar belakang rencana akuisisi dan penawaran umum terbatas tersebut dalam rangka mendukung Bank Muamalat dalam memperkuat posisi kecukupan modalnya melalui penambahan modal saham baru sebesar Rp 2,2 triliun.

Demikian terungkap dalam prospektus rancangan akuisisi yang dirilis bank syariah pertama di Indonesia tersebut di Jakarta, Kamis (18/04/2019).

Dalam prospektus itu dijelaskan, Al Falah Investments bermaksud mengambil bagian sekitar 77,1 persen dari keseluruhan atas saham baru yang akan diterbitkan oleh Bank Muamalat dalam Penawaran Umum Terbatas, melalui pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang akan dimilikinya dengan cara membeli HMETD dari pemegang saham Bank Muamalat tertentu saat ini dan/atau dengan berperan sebagai pembeli siaga dalam Penawaran Umum Terbatas Bank Muamalat.

Al Falah Investments merupakan perusahaan yang dimiliki dan didirikan bersama Bapak Ilham Akbar Habibie (“Ilham Habibie”) dan CP5 Hold Co 2 Limited (“CP5”), perusahaan investasi yang secara tidak langsung dimiliki 100 persen oleh dana yang dikelola oleh SSG Capital Management Limited (“SSG”) untuk tujuan berinvestasi di Bank Muamalat.

Al Falah Investments sedang dalam proses perubahan komposisi pemegang saham dimana Ilham Habibie dan CP5 masing-masing akan memiliki sekitar 51 persen dan 49 persen kepemilikan saham di Al Falah Investments. Al Falah Investments memiliki kapitalisasi keseluruhan sekitar US$ 121 juta (atau setara Rp 1,7 triliun).

“Setelah diselesaikannya Rencana Akuisisi, Ilham Habibie dan SSG akan secara bersama-sama mengendalikan Bank Muamalat,” bunyi prospectus rancangan akuisisi itu kutip INI-Net.

Rencana akuisisi terhadap 50,3 persen saham Bank Muamalat akan didanai oleh dana internal Al Falah Investments.

Di sisi lain, Al Falah Investments juga dapat bertindak sebagai pembeli siaga bersama dengan pembeli siaga lainnya (jika ada) dalam Penawaran Umum Terbatas Bank Muamalat untuk secara sendiri-sendiri (tidak secara bersama) membeli saham yang tidak diambil bagian. Al Falah Investment merupakan perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Singapura.

JOHANSYAH

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel