News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Dinsos Samarinda Ajak Tingkatkan Kesadaran Perlindungan Hak-hak Disabilitas

Dinsos Samarinda Ajak Tingkatkan Kesadaran Perlindungan Hak-hak Disabilitas

SAMARINDA - Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda Ridwan Tasa mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran terhadap perlindungan dan pemajuan hak-hak disabilitas. Hal itu dikemukakannya saat dialog interaktive di RRI Samarinda tentang masalah disabilitas, Senin (24/6/2019).

"Dari kegiatan kita harapkan akan semakin menguatkan upaya dalam mendorong gerakan penyadaran terhadap perlindungan dan hak-hak pemajuan penyandang disabilitas," kata Ridwan.

Menurut Ridwan, tidak saja penyelenggara, semua pihak juga perlu mengembangkan wawasan akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang disabilitas dan memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat, hak, dan kesejahteraan para penyandang cacat.

Sebelumnya, dalam rangka meningkatkan kesadaran mengenai perlindungan dan pemajuan hak-hak penyandang disabilitas, Kementerian Luar Negeri dalam hal ini Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN bersama Universitas Mulawarman menggelar konsultasi publik di Gedung Rektorat Unmul Kota Samarinda, Jum'at  (21/6/2019).

Konsultasi publik mengenai perlindungan dan pemajuan hak-hak penyandang disabilitas kepada pemangku kepentingan di indonesia menjadi program kerja Ditjen Kerjasama ASEAN dan Kementerian Luar Negeri RI setelah disahkannya dokumen ASEAN Enabling Masterplan 2025.

Dokumen tersebut merupakan rencana kerja ASEAN untuk lebih memajukan dan melindungi hak-hak penyandang disabilitas.

Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Riaz Saehu dalam Konferensi Pers mengatakan pihaknya menginginkan kerjasama yang lebih intensif bersama lembaga terkait hingga pusat study untuk memfasilitasi upaya perlindungan dan pemajuan hak-hak disabilitas.

“Kita mengharapkan nantinya kedepan ada kerja sama dari unversitas mulawarman, pusat study Asean  dengan kementerian lembaga terkait maupun lembaga swadaya untuk dapat memfasilitasi lebih jauh, karena kita juga ke depan mengharapkan pusat-pusat study Asean salah satunya Universitas Mulawarman dapat meningkatkan kerja sama yang lebih intensif dengan kementerian terkait” Pungkas Riaz.

Diketahui diwilayah ASEAN kurang lebih sekitar 62 juta orang hidup dengan disabilitas, 45 persen diantaranya berada di Indonesia, 16 persen di Filipina, 13 persen di Vietnam, 11 persen di Thailand dan 15 persen lainnya tersebar di wilayah ASEAN.

Selain Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda Ridwan Tasa, turut hadir Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos RI Rachmat Koesnadi, Sekretaris Jenderal ASEAN Disability Forum Maulani Agustilah Rotinsulu, Kepala Pusat Studi ASEAN Unmul Aji Sofyan Effendi dan para tamu undangan lainnya.

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.