News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Haru Relawan SAR Hidayatullah dan 18.408 Jiwa Korban Banjir Konawe

Haru Relawan SAR Hidayatullah dan 18.408 Jiwa Korban Banjir Konawe

KONAWE - Ada keharuan mendalam yang dirasakan relawan pencarian dan penyelamatan, SAR Hidayatullah, yang bertugas di sejumlah titik di Kabupaten Konawe dimana sejak akhir bulan Mei dan awal bulan Juni ini dilanda banjir bandang. Keharuan itu adalah dikala menyaksikan ketegaran para korban banjir yang tetap hangat menyambut dengan senyum tulusnya.

Disaat orang orang di belahan dunia yang lain sedang berbahagia berliburan dan berlebaran dengan menyantap beragam santapan meriah, di waktu yang sama para korban banjir Konawe menghadapi cobaan yang tidak ringan. Mereka dikepung banjir. Tak ada makanan. Rumah-rumah mereka diseret arus banjir.

Tak dinyana, air bersih menjadi sangat dibutuhkan di sini. Khususnya air konsumsi kemasan yang bisa langsung diminum. Kondisi kawasan bencana memang cukup berat, karena warga belum bisa menyalakan tungku atau kompor untuk memasak pasca rumah mereka dilingkupi gulungan banjir.

Kenyataan seperti ini tak pelak membuat relawan yang bertugas di lokasi menjadi terenyuh. Di saat relawan membagi-bagikan kebutuhan konsumsi, menjadi terbawa haru. Seperti misalnya ada seorang bapak tua yang tak mampu menyebut namanya sendiri karena tenggorokan serak kehausan. Ia cuma kedipkan mata saat ditawari air minum dan nasi kotak oleh relawan SAR Hidayatullah.

"Melihat air minum seperti melihat kehidupan baru apalagi meminumnya," kata relawan SAR Hidayatullah di Konawe, Muhammad Bashori, yang membagikan foto yang diabadikannya tersebut kepada redaksi.

Relawan SAR Hidayatullah tak saja dikenal cakap dalam operasi pencarian dan penyelamatan/ evakuasi (search and rescue) korban bencana, mereka juga seringkali tinggal lama di  wilayah bencana untuk turut melakukan rehabilitas pasca bencana seperti pembersihan rumah ibadah, fasilitas pendidikan, dan lain sebagainya termasuk melakukan kegiatan trauma healing.

Bukan saja relawan SAR Hidayatullah, kata Bashori, pembagian makanan yang rutin digelar saban hari ini dilakukan oleh emak emak yang sedari pagi sudah berjibaku dengan bumbu, tanakan nasi hingga menetes air matanya terkena irisan bawang. Merekalah ujung tombak yang berjuang di dapur umum. Rupanya mereka juga tidak mau kalah dalam distribusi masakan mereka.

"Saat ini di tempat distribusi konsumsi bagi korban kami fokuskan ke Desa Labungga dulu mengingat lumpur itu melumpuhkan sendi kehidupan masyarakat di sana," kata Bashori dalam keterangannya.

Distribusi bantuan logistik untuk korban banjir Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, terus dilakukan. Status tanggap darurat bencana di daerah itu belum dicabut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tenggara Roy Ihwansyah mengatakan bantuan logistik berupa sandang dan pangan. Selain itu pelayanan kesehatan kepada korban yang mengalami penyakit kulit karena banjir juga masih dilakukan.

Sebagian wilayah yang terkena banjir diketahui sudah mulai surut dan beberapa pengungsi sudah kembali. Meski demikian, Roy mengatakan masih banyak pengungsi yang belum kembali ke tempat tinggalnya masing-masing.

"Sebagian wilayah sudah mulai surut dan pengungsi sudah ada sebagian yang kembali, namun masih banyak yang belum kembali dan Kabupaten Konawe belum menarik masa tanggap daruratnya," ujarnya seperti dalam keterangannya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/6/2019).

Roy menjelaskan, alasan status tanggap darurat bencana belum dicabut berdasarkan Perkap BNPB Nomor 3. Perkap itu mengatur bahwa masa tanggap darurat dinyatakan berakhir apabila sudah tidak ada pengungsi. Namun karena masih ada pengungsi masa tanggap darurat belum dapat dinyatakan berakhir.

Sementara itu, berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Konawe hingga Rabu malam sebagaimana dilansir Antara, menyebutkan ada sebanyak 4.718 kepala keluarga yang terdiri dari 18.408 jiwa warga Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, yang tersebar 126 desa dan delapan kelurahan di 18 kecamatan masih bertahan di tempat pengungsian menyusul banjir yang terjadi di wilayah tersebut sejak setengah bulan lebih.

Ada rumah penduduk yang hanyut sebanyak 193 unit sedangkan yang terendam air sebanyak 5.762 unit, sedangkan masjid yang juga terendam air sebanyak 34 unit. Fasilitas umum yang terendam air sepanjang 228 meter, puskesmas sebanyak 4 unit, pasar 1 unit, jalan yang terendam air sepanjang 254,1 kilometer, dan kantor pemerintah yang terendam 104 unit. Bangunan sekolah yang ikut terendam air yaitu Taman Kanak-Kanak (TK) sebanyak 32 unit, SD (49 unit), dan SMA (14 unit).

Masih data BPBD Kabupaten Konawe, disebutkan lahan pertanian dan perikanan yang terendam air untuk sawah (8.543 hektare), lahan jagung (344 hektare). lain-lain (435 hektare, tambak (808 hektare), hortikultra (43 hektare), dan hewan ternak 73.214 ekor.

Banjir yang melanda Kabupaten Konawe ini karena intensitas hujan yang tinggi menjadikan Sungai Konaweha, Sungai Lahambuli, dan Sungai Rawa Aopa meluap. Rentetan banjir yang melanda Kabupaten Konawe tersebut terjadi sebelum Lebaran hingga usai Lebaran 2019.

Personel yang dilibatkan atau diturunkan untuk membantu penduduk yang terkena bencana banjir sebanyak 1.047 orang yang berasal dari TNI/Polri, PMI, pemadam kebakaran, pramuka, Orari, Ditpolair, kelompok pecinta alam, dan lain sebagainya.

Kebutuhan mendesak yang diperlukan para pengungsi saat ini selimut, popok, dan susu, perawat pendamping, pemeriksaan kesehatan, vitamin, perahu karet, dan genset.[]

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.