News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Rekayasa Pasar dan Pentingnya Memahami Kaidah Berbisnis Membawa Maslahat

Rekayasa Pasar dan Pentingnya Memahami Kaidah Berbisnis Membawa Maslahat

Gambar oleh Steve Buissinne dari Pixabay
MUNGKIN tak jarang orang yang berbisnis namun melakukan hal-hal yang menurutnya biasa padahal sebenarnya tak lumrah jika ditakar dalam perspektif norma agama.

Hal itu disebabkan ketidaktahuan akan status perilaku tersebut. Akibatnya, berbisnis dengan menghalalkan segala cara agar mendapatkan keuntungan.

Memang tak bisa dinafikkan, pengaruh ekonomi kapitalis atau kapitalisme ekonomi luas biasa massifnya telah menjangkiti nalar dan praktik ekonomi dalam keseharian.

Lebih jauh akhirnya cara pandangnya (worldview) pun menjadi kemaruk, sehingga dalam pengelolaan sumber daya alam pun penuh ketamakan.

Apalagi di zaman seperti sekarang ini dimana tuntutan gengsi (prestige) dan pengharapan akan penghormatan (privilege) menjadi gaya hidup yang telah banyak dianut.

Pebisnis yang terjangkit endemik ini akan menjalankan bisnisnya dengan culas. Yang ada dalam pikiranya hanyalah "yang penting untung". Beginilah jika kapitalisme telah menggerogotinya.

Perlu kita ketahui bahwa dalam berbisnis ada beberapa macam larangan dalam jual beli. Dalam artikel ini saya akan berbagi sedikit tentang larangan bai’ najasy.

Apa itu bai’ najasy?

Sampai di titik ini, mungkin ada yang sudah mengerti maksudnya atau malah masih bingung dengan maksud di dalamnya? Oke, mari kita bahas.

Bai’ najasy dalam pengertiannya yang paling umum adalah rekayasa pasar dalam permintaan (demand), yaitu bila seorang produsen (pembeli) menciptakan permintaan palsu seolah-olah ada banyak permintaan terhadap suatu produk sehingga harga jual produk itu naik.

Diantara praktik-praktik rekayasa atau permainan pasar dalam demand adalah dalam bursa saham (praktik goreng-menggoreng saham), bursa valas dan lain-lain.

Cara yang ditempuh biasanya bermacam-macam. Mulai dengan menyebar isu, melakukan order pembelian sampi benar-benar pembelian pancingan agar tercipta sentiment pasar untuk ramai-ramai membeli saham (mata uang) tertentu.

Nah, bila harga sudah naik pada level yang diinginkan, maka yang bersangkutan akan melakukan aksi ambil untung dengan menjual saham (mata uangnya), untuk mendapatkan untung yang besar.

Harus diketahui bahwa bai’ najasy hukumnya diharamkan dalam Islam. Hal itu sesuai dengan hadist Rasulullah SAW. Diantara larangan tersebut adalah dalil yang disebutkan dalam hadits Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَبْتَاعُ الْمَرْءُ عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ ، وَلاَ تَنَاجَشُوا ، وَلاَ يَبِعْ حَاضِرٌ لِبَادٍ

“Janganlah seseorang menjual di atas jualan saudaranya, janganlah melakukan najesy dan janganlah orang kota menjadi calo untuk menjualkan barang orang desa” (HR. Bukhari no. 2160 dan Muslim no. 1515).

Hadist di atas merupakan penegasan tentang dilarangnya atau diharamkannya rekayasa pasar dalam demand/ permintaan (bai’ najasy) dalam Islam.

Larangan rekayasa pasar dalam demand ini memiliki maqshad (tujuan), yaitu diantaranya karena bai’ najasy ini adalah salah satu modus penipuan dalam bisnis yang merugikan mitra bisnis yang lain.

Praktik bai’ najasy juga menjadi penyebab tak menentunya harga pasar dan selanjutnya bias menimbulkan permusuhan antara sesama pelaku pasar.

Dalam perspektif itu, transaksi najasy diharamkan karena si penjual menyuruh orang lain memuji barangnya atau menawar dengan harga tinggi agar orang lain tertarik untuk membeli.

Dalam konteks kekinian, salah satu contoh yang barangkali tepat untuk menggambarkan situasi ini adalah dalam jual beli online seperti memberikan testimonial fraud atau kesaksian palsu untuk sebuah produk. Umumnya pola ini digunakan oleh sindikat penipuan online yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis.

Pola bai’ najasy adalah si penawar sendiri sebenarnya tidak bermaksud membeli barang tersebut. Ia hanya ingin menipu orang lain yang benar-benar ingin membeli, atau bisa dikatakan sekongkol/ kerjasama dengan si penjual agar barang atau produknya dibeli dengan harga tinggi.

Si penawar ini biasanya melakukan cara-cara tarikan atau ajakan dengan melebih-lebihkan barang itu, maksudnya, mendeskripsikan barang dengan tingginya hingga timbulah harga yang tinggi juga untuk membuat si pembeli tertarik terhadap barang tersebut.

Nah, jika pembeli ini terhasut ajakan penawar tersebut hingga membeli barang tersebut, disini terjadilah bai’ najasy. Permintaan yang tercipta tidak dihasilkan secara alamiah.

Dalam hal ini, kita patut berhati-hati dalam berbisnis. Ternyata ada banyak hal yang belum kita ketahui yang sering dilakukan oleh orang lain nyatanya perbuatan tersebut diharamkan dalam Islam. Terlebih merugikan salah satu pihak.

Allah memang menghalalkan jual beli, akan tetapi ada baiknya kita mengkaji dulu ilmunya. Agar kita mengikuti syariat yang telah Allah tetapkan dan tidak terjerumus dalam dosa.

Dalam perspektif ajaran Islam ini, kita juga akhirnya semakin memahami bahwa ternyata berdagang atau berbisnis bukanlah perkara sederhana sekedar melakukan kesepakatan.

Berbisnis dalam Islam bukanlah dalam rangka sekedar mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya sebagaimana diajarkan dalam teori ekonomi kapitalis. Namun Islam mengajarkan berbisnis dengan cara-cara yang beradab, manusiawi dan adil.

Dalam pada itu, dituntut hendaknya setiap muslim mempelajari fiqih berdagang sebagaimana praktis bisnis yang pernah dilakoni oleh Rasulullah dan para sahabatnya.

Dengan kepahaman dan kesadaran akan kaidah berbisnis yang benar, hal ini akan memberi manfaat tidak saja kepada pelaku bisnis itu sendiri  tetapi juga memberi maslahat kepada khalayak luas.

Demikianlah syariat Islam hadir untuk menyelamatkan harkat dan martabat manusia. Islam adalah agama yang memanusiakan manusia, agar manusia menjadi manusia. Dengan kata lain, Islam adalah agama yang memanusiakan manusia. Marilah kita menjadi umat yang akhlaknya menawan sebagai rahmatan lil alamiin.


____
ANNISYA CHUSNA CHOTAMI, penulis adalah mahasiswi yang juga penerima program beasiswa STEI SEBI

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.