News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Anies yang Melayani: Dari Jakarta, Alirkan Energi ke Penjuru Negeri

Anies yang Melayani: Dari Jakarta, Alirkan Energi ke Penjuru Negeri

Anies Baswedan narasumber dalam salah satu forum internasional di New York, Amerika, Jum'at, 19 Juni 2019 (Sumber: Facebook Anies Baswedan)
GUBERNUR Anies Rasyid Baswedan memang beda. Sosoknya yang cerdas dengan kemampuan artikulasi yang bernas kerap membuat orang kagum akan setiap untaian kalimat dan gebrakan yang dilakukan di dalam mempercantik wajah ibu kota. Memberikan pelayanan ramah, cepat, aman, terintegrasi, dan keren.

Sebut saja angkot ber-AC 08 yang beroperasi dari Tanah Abang ke Kota. Hadirnya angkot ber-AC tersebut tentu saja membawa nuansa yang menggembirakan bagi warga ibu kota.

Bagaimana tidak, di ibu kota mereka dapat mengendarai angkot yang sama seperti mobil pada umumnya, sopirnya lebih disiplin, dan tentu saja tidak ugal-ugalan.

Pemandangan tersebut, baik langsung atau tidak akan mempercantik keindahan Ibu Kota, sehingga maju kotanya bahagia warganya, perlahan memang semakin mengakar kuat di tengah-tengah kehidupan warga ibu kota. Pada saat yang sama, hal itu akan mendorong peningkatan kesadaran berlalu lintas yang baik, tertib, dan mengutamakan keselamatan bersama.

Lebih jauh lagi, kebijakan inisiator Indoensia Mengajar itu boleh jadi akan menjadi inspirasi banyak pemerintahan provinsi, kabupaten dan kota ke depannya.

Saya rasa ini soal waktu, terlebih ketika angkot ber-AC itu dapat diterapkan di seluruh rute di Jakarta, bahkan Depok, Bekasi. Tentu saja sebuah terobosan penting dalam melayani masyarakat kecil benar-benar telah dilakukan.

Dari satu kebijakan ini, kita dapat secara objektif melihat bagaimana seorang Anies Baswedan membuktikan dirinya benar-benar sebagai seorang pelayan warga.

Ia tak pernah menganggap, jabatan gubernur sebagai legitimasi dirinya bebas berbicara kasar, anti kritik, dan cenderung menganggap lawan siapa yang belum memahami gagasan-gagasan progresifnya.

Sikapnya sangat santun terhadap mereka yang berbeda, lebih mengutamakan akal sehat daripada merespon apapun tanpa kecerdasan. Anies benar-benar menjadi oase tetang sosok pemimpin yang seharusnya hadir di negeri ini.

Wajar, jika tidak sedikit rakyat Indonesia yang nge-fans berat kepadanya. Padahal, ia adalah Gubernur Jakarta. Tapi seakan tak peduli, tidak sedikit yang bangga menyebutnya sebagai Gubernur Indonesia.

Namun sayang, sebagain dari anak bangsa di negeri ini masih gagap dengan nilai-nilai kemanusiaan dan adab, sehingga komitmen Anies yang begitu nyata dalam kehidupan warga ibu kota tak mampu membuka mata rasio dan mata hati mereka.

Akibatnya, nada miring terus didengungkan, yang sebenarnya pasti tertolak dengan hasil kerja yang dilakukan mantan menteri pendidikan itu.

Idealnya Pemimpin

Seorang pemimpin idealnya memang melayani. Dalam tahapan kepemimpinan yang banyak dibahas oleh para pakar kepemimpinan disebutkan bahwa seorang pemimpin sejati berpikir bagaimana melahirkan generasi yang lebih siap memimpin. Bukan dirinya yang terus-menerus ingin bertengger di kursi kepemimpinan.

Kapan hal itu bisa diwujudkan oleh seorang pemimpin? Tentu saja ketika seluruh energi, waktu, dan kekuatan yang ada pada dirinya dimaksimalkan untuk melayani.

Karena komitmen melayani begitu tinggi, maka setiap ungkapan, perbuatan, bisa menjadi inspirasi yang sangat layak diteladani oleh siapapun, lebih-lebih generasi yang akan datang.

Dan, sosok pemimpin yang bisa seperti itu adalah yang memiliki karakter pembelajar, ia cerdas, punya mental inisiatif, sehingga lahir terobosan-terobosan. Kemudian jujur, dapat dipercaya, bertanggungjawab, dan mencintai yang dipimpinnya.

Bagaimana seorang pemimpin akan menelurkan kebijakan yang memberikan kebahagiaan bagi warga kecilnya jika ia tidak cerdas, tidak jujur, tidak dapat dipercaya dan tidak mencintai rakyatnya.

Anies adalah sosok pemimpin yang menyadari akan kriteria-kriteria tersebut, sehingga dari pertama menjabat, ia langsung tancap gas untuk satu demi satu mewujudkan janji-janji kampanyenya.

Sederhananya, bagaimana seorang pemimpin yang ideal itu dapat kita ambil dari pelaksanaan sholat berjamaah. Seorang pemimpin (imam) harus bisa mengatur, merapikan, dan meluruskan shaf jamaah. Artinya, seorang pemimpin harus mampu menghadirkan keteraturan, ketertiban, kebersamaan yang kuat, sehingga masyarakat maju, cerdas, dan bahagia.

Namun demikian, Anies tetaplah seorang manusia yang tidak lepas dari kelemahan. Terhadap hal tersebut, mari berikan kritik yang membangun, sumbangsih pemikiran yang memudahkan proses terwujudnya semangat menghadirkan kota yang maju dan warga masyarakat yang bahagia.

Sebab, jika Jakarta bisa, itu berarti seluruh kota di Indonesia akan bisa. Tinggal, bagaimana kita cerdas dalam memandang ini semua sebagai energi baru untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang bahagia.

___
*) IMAM NAWAWI, penulis adalah pemerhati bangsa. Saat ini bersama sejumlah sejawatnya menggawangi social movement pemberdayaan kaum muda melalui portal crowdfunding www.pemuda.org

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.