News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Dinas Kesehatan Gelar Workshop Bahaya Narkoba di SMP Integral Hidayatullah Depok

Dinas Kesehatan Gelar Workshop Bahaya Narkoba di SMP Integral Hidayatullah Depok

DEPOK -  Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kota Depok menggelar workshop bertajuk "Mobile Keswa dan Napza" yang mengangkat materi tentang Kesehatan Jiwa (Keswa) dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza) di Aula II Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, Rabu (17/9/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid SMP Integral Hidayatullah Depok dan turut dibersamai oleh sejumlah dewan guru dan pengurus yayasan.

Hadir sebagai narasumber dr Sri Dara Nuraini dari Dinas Kesehatan Kota Depok. Pada kesempatan tersebut, dr Dara menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkotika menyebabkan kematian yang sia-sia setiap tahunnya.

"Narkotika juga secara nyata dapat memicu tindakan kriminal atau kejahatan lainnya," kata dr Sri Dara dalam penyampaiannya yang interaktif sehingga menarik minat peserta mengikuti kegiatan ini.

dr Dara mengatakan, presiden sudah menyatakan Indonesia Darurat Narkoba. Dimana penyalahgunaan narkoba telah menjamah hampir seluruh lapisan masyarakat, baik dari segi umur, pendidikan, strata sosial ekonomi, profesi maupun level jabatan.

"Dan bahkan peredaran narkotika telah merata di seluruh wilayah Indonesia," kata dr Sri Dara saat diminati keterangan oleh media ini.

Sebagai bentuk Tanggap Darurat Narkoba, BNN sebagai lembaga yang dikedepankan dalam penanganan permasalahan narkotika dan prekursor narkotika di Indonesia.

Pada tahun 2016 BNN telah menjalankan program-program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) guna menekan angka prevalensi penyalahgunaan narkotika, khususnya di kelompok anak-anak, remaja, pelajar, dan mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa.

dr Sri Dara menyebutkan, secara global 13,8 juta anak muda berusia 15–16 tahun mengunakan ganja pada tahun 2018 lalu. Berdasarkan data statistic BNN Indonesia tahun 2019 terdapat 14.132 kasus narkoba, 18.724 tersangka narkoba dan 17.021 pasien penyalahgunaan narkoba.

Dia menambahkan, di Kota Depok berdasarkan keterangan Satuan Narkoba Kepolisian Resort Depok mencatat dari tahun 2015-2016 terjadi peningkatan kasus narkoba dimana tahun 2015 tercatat 321 kasus, tahun 2016 sebanyak 353 kasus dan pada tahun 2017 terjadi penurunan sebanyak 346 kasus.

"Dengan kegiatan Mobile Napza ini kami berharap agar murid SMP Integral Hidayatullah Depok bisa lebih mengetahui apa itu narkoba dan bahaya serta gangguan yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba," kata dr Sri Dara.

Dengan demikian, dr Sri Dara berharap murid SMP Integral Hidayatullah Depok atau pelajar pada umumnya bisa menurunkan prevalensi penyalahgunaan narkoba dan hidup sehat tanpa penyalahgunaan narkoba.[]

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.