News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Dukung Arief Hidayat Merintis Usaha, Ikhtiar Membuka Bursa Kerja Melalui Kaltimcall

Dukung Arief Hidayat Merintis Usaha, Ikhtiar Membuka Bursa Kerja Melalui Kaltimcall

BALIKPAPAN - Menyadari bahwa Kaltim tidak saja tentang batu bara (coal), seorang anak lulusan SMA di Balikpapan menggagas Kaltimcall sebagai ikhtiar melakukan pemberdayaan masyarakat (social empowerment) dan berharap hal ini bisa menggerakan aktifitas sosial kewirausahaan (social entreprenurship) khususnya di Kota Minyak ini.

Arief Hidayat, perintis Kaltimcall, mengatakan apa yang coba dilakukannya ini tidak saja sebagai ikhtiar membangun kemandirian. Namun juga sebagai upaya pemberdayaan untuk mengentaskan masalah sosial di Kaltim seperti pengangguran khsusnya di kalangan anak muda.

Ide awal lahirnya Kaltimcall berawal dari perbincangan Arief Hidayat dengan sahabatnya. Kala itu Arief tak memiliki pekerjaan tetap usai menjadi korban PHK perusahaan batu bara di Samarinda.

Ia pun merasakan betapa tak nyamannya tak memiliki sumber pemasukan tetap. Apalagi, ia hanya seorang lulusan SMA yang acapkali dipandang sebelah mata.

Daripada kembali mencari bursa kerja di perusahaan batu bara, kawannya menyarankan agar ia sebaiknya merintis usaha. Apalagi mengingat Arief memiliki banyak skill praktis seperti kemampuan mekanik dan driver.

Namun, kepada Arief, kawannya tersebut mengingatkan agar dia niatkan membuka usaha bukan untuk memburu profit semata. Namun harus berorientasi dakwah sosial kemasyarakatan untuk saling membantu (ta'aawun).

Akhirnya lahirlah nama Kaltimcall atas saran sahabatnya. Nama ini, jelas Arief, sebagai upaya reformulasi imej untuk menegasikan kesan seolah Kaltim hanya tentang coal atau batu bara. Padahal ada sisi lain yang juga tak kalah menarik.

Arief menjelaskan, Kaltimcall diharapkan dapat menjadi solusi dan membuka bursa kerja di Kaltim semakin luas. Karenanya, ia berharap Kaltimcall bisa berkembang menjadi social crowdfunding dan on-demand mobile platform yang menyediakan layanan panggilan jasa meliputi servis panggilan, tukang perbaikan alat rumah tangga, layan-antar, dan berbagai layanan on-demand lainnnya.

"Melalui Kaltimcall, kami ingin melibatkan masyarakat dalam program crowdfunding pemberdayaan bagi masyarakat yang belum mendapatkan akses pada skil dan modal," kata lelaki yang juga kerap melaut ini.

Kaltimcall memiliki misi memberikan dampak positif sebesar-besarnya untuk masyarakat Kalimantan Timur dengan merangsang ekosistem pasar digital, mekakukan pemberdayaan dan pemanfaatan potensi sumber daya yang masih belum tergali serta memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam pemenuhan tenaga terampil dalam aspek-aspek tekhnis.   

Dijelaskan Arief, sasaran utama program ini adalah para pemuda atau resources usia produktif namun belum bekerja dan atau tidak memiliki akses pada modal.

Membangun Sumber daya

Kalimantan Timur selama ini lekat dengan kekayaan alamnya yang melimpah ruah. Setiap kali menyebut Kaltim, yang terlintas di benak orang adalah pertambangan, batu bara, minyak dan gas. Kaltim bahkan merupakan provinsi penghasil gas alam terbesar di Indonesia. (Sumber: http://bit.ly/gaskaltim)

Namun, kondisi tersebut belum berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat Kaltim yang memiliki angka pengangguran yang relatif tinggi. Data BPS Provinsi Kalimantan Timur, menyebutkan pada Februari 2018, tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kalimantan Timur pada Februari 2018 mencapai 6,90 persen atau sebanyak 125.167 orang.

Dari sumber data yang sama, diketahui pula “hanya” 15,42 persen kegiatan penduduk di Provinsi Kalimantan Timur yang bekerja di kategori jasa-jasa. Penduduk di Provinsi Kalimantan Timur umumnya bekerja pada kategori A-pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 20,61 persen, berikutnya adalah kategori G-Perdagangan Besar dan Eceran (Sumber: http://bit.ly/bpskaltim2018)

Di luar itu, dari aspek sosiologi masyarakat Kaltim lebih memilih bekerja di perusahaan tambang atau migas yang dianggap memiliki gengsi secara ekonomi. Bekerja di perusahaan sektor tersebut dianggap memiliki standar strata nilai sosial tertentu di mata masyarakat.

Maka tak heran, perusahaan terbesar di Kaltim dalam bidang ini adalah PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang selalu menjadi buruan primadona bagi para pencari kerja.

Berangkat dari realitas tersebut, Arief lantas memandang penting untuk menghadirkan arus baru dalam mengentaskan pengangguran serta upaya untuk turut membangun Kaltim terutama ketika melihar relasinya dengan perkembangan zaman khususnya di bidang teknologi digital.

Arus baru ini ingin menegaskan bahwa bursa kerja tidak lagi memposisikan bekerja di perusahaan tambang atau migas sebagai prestise, sebab ada sektor lain yang juga menjanjikan yang perlu dikembangkan dengan swadaya masyarakat.

"Denga visi besar mensejajarkan diri dengan nama besar PT Kaltim Prima Coal, maka lahirlah Kaltim Call. Sehingga ke depan, ketika orang berbicara Kaltim, tak hanya KPC yang terlintas, tapi juga Kaltimcall," harap Arief optimis.

Kaltimcall barulah sebuah langkah kecil yang masih sangat sederhana. Namun latar belakang yang menjiwai kelahirannya perlulah kiranya mendapat support dari berbagai pihak. Beragam masukan dari berbagai pihak selalu dibutuhkan guna meningkatkan platform ini.

Kami mengajak para orang baik, investor atau donatur untuk mendukung Arief merintis usaha ini. Untuk tahap awal ini, Arief bersama tim membutuhkan perlengkapan paket alat pertukangan (toolbox/ toolkit) portabel yang bisa dibawa ke mana-mana ketika ada call masuk dari pelanggan.

Saat ini Arief menjadikan kontrakannya yang kecil sebagai garasi sekaligus "kantor" Kaltimcall untuk aktifitas sehari-hari dia dengan sejumlah timnya. Semoga dengan dukungan Anda, harapan dan cita-cita mulia Arief Hidayat bisa menjadi kenyataan. Aamiin.

Ingin berkorespondensi dengan Arief Hidayat, silahkan buka websitenya di www.kaltimcall.com atau kontak lewat surat elektronik di [email protected]

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.