News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Kajian Tematik RUU PKS Salimah Manado, Sekjen AILA Ingatkan Bahaya Konsep My Body Is Mine

Kajian Tematik RUU PKS Salimah Manado, Sekjen AILA Ingatkan Bahaya Konsep My Body Is Mine

MANADO - Organisasi massa Pengurus Wilayah Persaudaraan Muslimah (PW Salimah) Provinsi Sulawesi Utara menggelar acara kajian tematik tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) yang menghadirkan Sekretaris Jenderal (Sekjend) Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia, Hj Nurul Hidayati. SS, MBA, yang digelar di Masjid Jami' Darul Istiqomah Bailang, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulut, Sabtu (20/7/2019).

Sekjend AILA Indonesia Hj Nurul Hidayati. SS, MBA dalam materinya mengingatkan kentalnya muatan konsep "kedaulatan tubuh" (my body is mine) dalam  RUU PKS.

Menurut Hidayati, kampanye Tubuhku adalah Milikku (My Body Is Mine) adalah slogan yang kerap digemborkan feminis radikal, yang beranggappan setiap bentuk pengaturan terhadap tubuh dan perilaku seksual perempuan dianggap sebagai bentuk kekerasan berbasis gender atau kekerasan seksual. Hal itu menurutnya jelas bertentangan sekali dengan agama dan kultur budaya ditanah air.

"Konsep kedaulatan tubuh -my body is mine- yang diusung dalam RUU ini kental dengan nilai feminisme. Karena itu, ia menjadi tidak selaras dengan karakter dan jati diri bangsa dan tak senafas dengan Pancasila sebagaimana termaktub dalam sila pertama," kata Hidayati.

"Konsep ini membebaskan perempuan untuk dapat memutuskan apa yang terbaik atas tubuhnya. Dengan demikian hukum tidak dapat mencampuri perzinahan yang berlandaskan suka sama suka atau perzinahan sejenis," lanjutnya prihatin.

Seperti negara lain, lanjut Hidayati, Indonesia juga sedang dalam keadaan darurat LGBT. Bahkan disusupkan lewat film, tayangan, kegiatan LSM di masyarakat, lobby-lobby di lembaga pemerintahan dan juga sosial media.

"Mereka gigih memperjuangkan kepentingan untuk dapat diakui dan diterima masyarakat dan negara," jelasnya.

Lebih lanjut Nurul mengajak para peserta yang hadir untuk mengkritisi RUU PKS yang menurutnya menyimpan jebakan. "Muatan dalam pasal-pasalnya menyisipkan kepentingan kaum LGBT supaya mendapat pengakuan negara," tegasnya.

Sehingga, sambungnya, akan didapati kemudahan dalam perilaku seks bebas, seks menyimpang, hamil di luar nikah dan aborsi. "Yang semuanya itu tidak bisa dituntut secara sosial dan hukum," jelas istri dari Ust Al Muzzammil Yusuf ini.

Hadir pula dalam acara tersebut Ketua PW Salimah Sulawesi Utara Sulastri Masloman, Ketua PD Salimah Manado Titin Prihandinie Hermawan, jajaran pengurus PW Sulut dan PD Manado.

Kegiatan ini dipadati ratusan orang peserta dari santri-santriwati dan pembina Pondok Pesantren Darul Istiqomah, jamaah Masjid Jami' Darul Istiqomah Bailang, Kerukunan Wanita Islam (KWI) Masjid Robbani Manado, mahasiswa dan komunitas lainnya.

Sebagian besar peserta terhenyak dengan paparan yang disampaikan oleh ibu tiga putra ini. Di akhir uraiannya, Nurul mengajak supaya hadirin menyempatkan berdoa untuk keselamatan bangsa.

Hari berikutnya, Nurul Hidayati kembali didapuk menjadi narasumber dalam acara bedah kritis RUU PKS yang diselenggarakan di Masjid Al Azhim, Manado, Ahad (21/72019). Acara di Masjid Al Azhim ini diikuti oleh remaja masjid, Kerukunan Wanita Islam Masjid Al Azhim, pelajar dan mahasiswa serta perwakilan pimpinan ormas di Kota Manado. []

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.