News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Kiprah Anak Muda Geliatkan Kembali Pertanian di Desa Santan

Kiprah Anak Muda Geliatkan Kembali Pertanian di Desa Santan

KUTAI KARTANEGARA - Berbicara tentang pertanian, nampaknya tak terlalu menarik bagi umumnya masyarakat industri di era digital saat ini. Apalagi bagi generasi millenial. Namun bukan berarti anak muda abai sama sekali terhadap pertanian.

Di Santan, dusun yang berada di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, ada sekelompok anak-anak muda yang meginisiasi berdirinya komunitas Tani Muda Santan.

Jangan salah. Mereka bukan orang sembarangan. Selain digawangi oleh putra-putri Santan yang memang telah sejak lama menggeluti pertanian dan nelayan, para aktifis tani muda ini juga umumnya merupakan jebolan perguruan tinggi yang biasa jibaku di panggung-panggung akademik.

Darah tani yang sudah mendarah daging dalam tubuhnya mereka, memanggilnya pulang untuk terus menghidupkan pertanian sebagai akar kebudayaan kampung Santan.     

Tak seperti kebanyakan orang yang memilih berurbanisasi mengadu nasib ke kota dan membidik bursa kerja di perusahaan, mereka memilih ke desa untuk membangun kampung dan menggeliatkan kembali pertanian yang mulai lesu.

Gerakan anak-anak muda ini disambut antusias orang-orangtua pendahulu kampung. Haji Abdul Jalil, misalnya. Dia adalah salah satu anak dari KH Muhammad Saleh, tokoh pendiri Kampung Santan. Haji Jalil mendorong Tani Muda Santan untuk terus melestarikan budaya bertani masyarakat.

Haji Jalil yang juga mantan pelaut ulung ini berharap warisan leluhur seperti bertani dan melaut perlu selalu dijaga dan juga kembangkan. Kendati peminatnya mungkin kecil karena pengaruh modernisme dan industrialisasi, ia berharap setidaknya ia tak hilang atau dilupakan.

Senada dengan itu, petani gaek Dusun Kampung Masigi Santan Tengah, Haji Abdul Khalik bin Muhammad Said, mengutarakan hal serupa. Menurutnya, pertanian dan nelayan sudah sekian lama menjadi "nafas" kehidupan bagi masyarakat kampung Santan.

Alhamdulillah, dia mengaku bersyukur, karena tradisi tani dan pemanfaatan aliran sungai Santan sebagai sumber mata pencaharian tetap bertahan hingga kini. Meskipun berjalan tertatih di tengah berbagai gempuran globalisasi.

Saking melekatnya budaya tani dan nelayan, orang Santan sejatinya memang tak bisa lepas dari keduanya. Maka, adalah hal biasa dijumpai seorang guru, bahkan kepala sekolah atau pekerja pabrik tetap turun ke ladang dan tetap biasa melaut di sela aktifitas rutinnya. Namun saat ini intensitasnya relatif menurun.

Kini, seiring dengan beragam program budidaya pertanian dan hasil laut yang dijalankan bersama masyarakat, Tani Muda Santan terus menyuarakan pentingnya melawan hegemoni pemilik modal terutama dalam mengantisipasi kerusakan lingkungan dan ekosistem sungai akibat eksplorasi liar.

Seperti diketahui, pada tahun 2015 lalu masyarakat Santan sempat dihebohkan dengan rencana salah satu perusahan besar yang mau meningkatkan izin amdal dengan menambang di alur Sungai Santan. Sontak rencana ini mendapatkan penolakan warga.

Dari pengalaman tersebut, Tani Muda Santan tak mau lagi kecolongan. Karena itu, salah satu langkah yang dilakukan adalah terus menggalakkan kegiatan workshop budidaya hasil pertanian serta mengkampanyekan gerakan pertanian di kalangan anak-anak muda. 

"Agar kampung kita tak kehilangan jatidirinya sebagai desa yang selama ini menggantungkan sumber-sumber konsumsi langsung dari alam. Nilai nilai itu yang perlu kita jaga dan wariskan kepada generasi selanjutnya," kata Romiansyah Nebo, salah seorang inisiator Tani Muda Santan.

Sebagai desa dengan pengalaman panjangnya di masa lalu yang pernah menjadi lumpung pangan beragam hasil tani dan nelayan, Kampung Santan memang memiliki daya tarik tersendiri. Dulu Kampung Santan dikenal dengan buah kelapanya yang melimpah, kopi dan jagung.

Kelapa merupakan tanaman asli desa Santan. Itulah mengapa kampung ini bernama Santan, sebuah identifikasi yang unik. Bahkan sekitar tahun 1970-1990-an, kampung Santan pernah menjadi desa penyuplai buah kelapa terbesar ke kota Samarinda.

Hal ini seperti dikemukakan Zainuddin T atau yang akrab di panggil Wattagga'. Dia adalah mantan bos atau juragan kelapa. Wattaga' kadang membawa sampai 10.000-15.000 buah kelapa perminggunya menggunakan kapal laut melewati sungai Santan ke Samarinda.

Wattaga termasuk pammude' yang rajin bolak balik Santan-Samarinda yang kala itu harus menempuh perjalanan berhari-hari menyusuri sungai dan menyisir lautan lepas. "Pammude", adalah istilah umum bagi masyarakat Santan bagi orang-orang yang berlayar ke Samarinda.

Berbagai hasil tani yang diangkut di kapal. Bukan hanya buah kelapa, tapi ada juga kopi dan sebagainya yang bisa sampai 1 ton di bawa ke Samarinda. Di pelabuhan kota Tepian ini, sudah ada tengkulak yang menanti siap memborong semua hasil tani masyarakat Santan.

Dari usaha berniaga hasil pertanian tersebut, Alhamdulillah, sejumlah warga Santan dapat naik haji dari menabung hasil bumi tersebut. Rombongan haji melalui Singapura ini biasanya dilepas dengan semarak.

Ketika tiba kembali ke Tanah Air dengan gelar Haji, mereka kembali disambut haru di sisi sungai Santan. Rombongan disambut meriah. Kapal dihias bendera merah putih dan berbagai pernak pernik lainnya. 

"Di zaman itu, banyak warga Santan naik haji melalui Singapura bahkan banyak petani yang punya gigi emas," tulis Tani Muda Santan di akun facebooknya, menggambarkan geliat pertanian menopang perekonomian di masa lalu.

Berkaca dari latar historis tersebut, Tani Muda Santan mengajak segenap masyarakat untuk merawat budaya bertani. "Mari kembali menanam kelapa untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan," imbuhnya.

Gerakan Budidaya 

Komunitas Tani Muda Santan yang digawangi anak-anak muda kampung Santan ini rutin menyelenggarakan kegiatan pelatihan untuk mengembangkan potensi hasil bumi dan membangun kemandirian desa.

Untuk menunjang kiprahnya, Tani Muda Santan mendirikan sebuah pusat kegiatan bernama Community Center Santan Tengah yang berdampingan langsung dengan sungai Santan. Di situ mereka berdialektika dan merencanakan kerja-kerja mulia.

Diantara kegiatannya adalah pelatihan pembuatan sabun mandi yang diolah dari bahan-bahan bumi. Pelatihan ini digelar bersinergi dengan berbagai pihak termasuk dengan komunitas kerajinan dan pemerintah desa.

Baru baru ini Tani Muda Santan menggelar workhsop pemanfaatan buah nipah yang selama ini barangkali belum tergarap padahal cukup bernilai ekonomis jika dikelola dengan baik.

Pohon nipah banyak ditemukan tumbuh subur di wilayah pesisir sungai Santan, khusunya wilayah Santan Hilir dan Santan Tengah yang  berdekatan dengan laut.

Dalam ekosistem mangrove, pohon nipah punya peranan penting untuk mencegah abrasi juga sekaligus menjadi rumah bagi perkembangbiakan ikan, udang, kepiting, dan satwa lainnya.

"Selama ini warga hanya memanfaatkan daun nipah untuk dijadikan atap rumah. Padahal pohon ini juga memiliki buah, rasanya mirip kelapa bertekstur lembut saat masih mudah," kata Muhammad Taufik Iskandar.

Taufik Iskandar bersama rekan relawan lainnya secara rutin melakukan pendampingan berbagai kegiatan pelatihan Tani Muda Santan dalam rangka mengembangkan pengelolaan potensi hasil alam dan bahari desa ini.

Workshop kali ini Tani Muda Santan melakukan percobaan membuat sirup buah nipah bersama kelompok perempuan Desa Santan. Selain bahannya yang masih sangat melimpah, proses pembuatannya juga terbilang sederhana.

Taufik mengatakan, buah nipah yang digunakan dalam pembuatan sirup ini adalah buah yang masih mudah. Adapun prosesnya, buah yang telah dipanen dipisahakn dari cangkang lalu diblender. Bisa ditambahkan bunga telang sebagai pewarna alami.

Setelah itu, dimasak dengan campuran gula pasir lalu diaduk sampai mengental. Hasil akhirnya sirup buah nipah berwarna biru dengan cita rasa yang khas.

Bagi Anda yang peduli terhadap pengembangan desa dan ingin mendukung gerakan mulia Tani Muda Santan, bisa dengan membeli produk marchandise hasil kreasi warga kampung Desa Santan seperti sabun mandi, minyak kelapa murni dan lain sebagainya. Atau kunjungi laman resminya di bit.ly/tanisantan atau klik di sini.

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.