News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Mahasiswi Anak Penjual Bakso Alami Pendarahan Otak, Mari Bantu

Mahasiswi Anak Penjual Bakso Alami Pendarahan Otak, Mari Bantu

BALIKPAPAN - Beberapa hari ini, Sarainah sibuk mondar mandir mengurusi berbagai persiapan dan berkas persyaratan tindakan medis yang harus dijalani oleh sang adik.

Sarainah tak pernah punya firasat macam macam sebelum peristiwa nahas pada  Jum'at siang hari itu, mengagetkan dirinya. Bagai mimpi di siang bolong, dikala informasi itu sampai juga ke telinga sanak keluarga lainnya.

Sang adik, Idaiyah binti Abbas (21), mengalami musibah kecelakaan tunggal di bilangan Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan. Kejadiannya begitu cepat. Dalam hitungan detik, Ida, panggilannya, sudah menggelepar di tanah. Tak sadarkan diri.

Orang orang berlarian menghampiri dan segera melarikan ke rumah sakit. Alhamdulillah, beruntung masih bisa diselamatkan. Namun, cobaan belum selesai.

*******

IDAIYAH sedang menempuh masa Praktik Kerja Lapangan atau KKN sebagai bagian dari amanah akademik Tri Dharma Perguruan Tinggi dari kampusnya Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan sejak awal Mei lalu di Melak, Kabupaten Kutai Barat.

Untuk keperluan berobat Idaiyah lalu minta izin ke Balikpapan selama beberapa hari. Hari Jum’at (28/6/2019) sekitar pukul 11.30 WITA bersama adiknya bermaksud berkunjung ke rumah Sarainah yang berada di sekitaran pasar Gunung Tembak.

Qadarullah, belum tiba di tujuan, mereka berdua mengalami kecelakaan tepat di depan Pasar Ummi sebelum jembatan. Menurut saksi mata, baju yang digunakan Idaiyah terlilit di rantai gir sepeda motor yang ditumpangi.

Dilarikan ke RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo, mahasiswi STIS Hidayatullah Semester 6 ini sempat tidak siuman hingga beberapa waktu. Kondisi yang membuat orangtua dan sanak family harap-harap cemas.

“Terkadang ia juga mengigau atau mengeluarkan kata-kata yang tidak jelas,” kata Sarainah ketika dihubungi media ini melalui obrolan gawai.

Selain itu, Ida juga kerap muntah-muntah. Informasi yang disampaikan dokter kepada pihak keluarga, Idaiyah mengalami pendarahan di otak (intracerebral hemorrhage) yang harus dilakukan tindakan operasi.

Cobaan ini tidaklah mudah dijalani, namun tetap harus dihadapi. Walaupun kondisinya kritis, penanganan cepat yang harus dijalani Idaiyah sempat tertunda cukup lama karena pihak BPJS mengklaim tak bisa menanggung pasien yang mengalami kecelakaan tunggal. Akhirnya, dengan berat hati, pihak keluarga memilih jalur penanganan sebagai pasien umum.

Sebagai pasien umum, tentu biaya yang mesti ditanggung tidaklah sedikit. Sementara, Idaiyah hanyalah perempuan biasa yang lahir dari orangtua kurang mampu. Sang ayah hanyalah pejual bakso yang belakangan banting setir jualan kue rumahan, selain karena juga usia yang sudah tidak muda lagi.

Pendapatan dari menjajakan penganan ini biasanya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Malah, acapkali kurang, tapi dirasa tetap “cukup” saja dengan memperbanyak "kuah" kesyukuran di dalamnya. Itulah nilai yang selalu ditambatkan Abbas di hati anak-anaknya.

Pada Kamis (4/7/2019) Idaiyah telah menjalani operasi pembedahan. Kondisinya masih terkulai lemah di pembaringan rumah sakit. Sesekali matanya terbuka. Meski sudah cukup responsif, namun belum dapat diajak berkomunikasi secara normal. Untuk membalikkan badan pun ia harus dibantu penyangga.

Dalam balutan pilu yang mendera itu, Pak Abbas dan sang istri berusaha tegar mendampingi di sisi putrinya. Namun sebagai orangtua, ia tak mampu menyembunyikan kegalauannya. Ia kini berusaha dan berfikir keras bagaimana mendapatkan uang puluhan juta untuk membiayai pengobatan anak perempuan kesayangannya itu.

Idaiyah tak pernah menginginkan ini terjadi. Pun demikian dengan orangtua dan sanak famili. Namun, takdir Allah SWT tak ada yang tahu. Mereka hanya bisa menerima musibah ini dengan lapang dada, bersabar dan semoga menjadi medium amal shaleh.

Bagi pembaca yang ingin berbagi kebaikan meringankan beban Idaiyah, dapat menyalurkan donasi ke rekening BRI 760101006470535 atas nama Sarainah. Mohon konfirmasikan donasi Anda ke +6281351557151.[]

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.