News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Menelaah Pertemuan Jokowi - Prabowo dan Masa Depan NKRI

Menelaah Pertemuan Jokowi - Prabowo dan Masa Depan NKRI

Jokowi dan Prabowo dalam salah satu momen bertemu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat (Foto: Wikipedia)

Oleh Imam Nawawi*

PERTEMUAN Jokowi dengan Prabowo di Stasiun MRT Lebak Bulus akhir pekan ini (13/7) sontak membangkitkan netizen. Beragam komentar bermunculan.

Dan, seperti bisa ditebak bersama, tidak sedikit yang kecewa dengan pilihan Prabowo menemui Jokowi yang dinilai oleh sebagian rakyat tidak layak mendapatkan legitimasi.

Namun, di sisi lain, beberapa pihak masih berusaha meyakinkan para pendukung Prabowo-Sandi untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan yang dangkal, sehingga Prabowo dinilai telah kehilangan komitmen atas ucapan-ucapannya selama kontestasi politik berjalan.

Terus terang tidak mudah membaca secara utuh mengapa Prabowo akhirnya memutuskan bertemu dengan Jokowi. Apakah benar Prabowo telah tunduk atas kepentingan politik di belakang Jokowi atau Jokowi mulai sadar dan terbuka pikirannya untuk menerima masukan dan saran dari Prabowo sebagai sosok yang memegang legitimasi dari 85 juta rakyat Indonesia.

Satu hal yang paling mudah untuk dimengerti, pilihan pertemuan tersebut bukanlah perkara ringan bagi Prabowo. Dan, tentu saja, reaksi keras dari pendukungnya telah ia kalkulasikan.

Ketika Prabowo tetap memilih pertemuan tersebut sudah barang tentu ia memiliki "peta jalan" rencana sekaligus penjelasan. Namun seperti apa, ini yang menjadi tanda tanya besar sebagian rakyat.

Permasalahan saat ini, justru Prabowo yang semakin tersudut atas pilihannya tersebut. Mereka yang militan di lapangan, bekerja secara ikhlas tanpa dukungan biaya merasa sangat tersakiti.

Di sini nampaknya Prabowo nampak sedikit lengah bahwa mereka yang memilihnya tidak semata-mata murni karena kepercayaan mereka kepadanya, tetapi karena tunduk patuh pada gerakan kedaulatan rakyat dan seruan ulama yang menitipkan kepercayaan kepadanya.

Sementara, kubu Jokowi nampak tidak kehilangan apapun dari pertemuan tersebut, justru secara diplomatis, semakin terlihat bahwa Jokowi lebih unggul dibanding Prabowo. Sekalipun, kubu pendukung Jokowi selama ini juga terkejut dengan sikap para pendukung Prabowo yang ternyata tak serta-merta mendukung pilihan Prabowo yang selama ini dibela mati-matian.

Lantas bagaimana kita memandang pertemuan yang sebagian besar pendukung 02 sama sekali tidak merekomendasikan ini?

Pertama, sebagai rakyat biasa, kita tidak perlu terlalu larut dengan situasi yang ada dan "digoreng" media. Tetaplah rasional dan proposional memandang politik hari ini.

Bahwa hadir kekecewaan, sakit hati, maka cukuplah sekedarnya. Karena memang tempat berharap paling sejati adalah kepada Allah Ta’ala, bukan kepada manusia.

Kedua, momentum pertemuan itu sebenarnya cara yang sangat ampuh bagi seluruh rakyat untuk melihat siapa sebenarnya Prabowo ke depan. Akankah ia komitmen, konsisten, dan berdiri di atas ungkapan-ungkapan heroiknya selama ini, atau justru sebaliknya. Momentum pertemuan tersebut adalah gerbang penentuan menilai bagi publik, siapa sebenarnya Prabowo.

Ketiga, penting dipahami bahwa Jokowi sebagai simbol kekuatan politik ternyata tidak memiliki kemampuan berdiri sendiri di dalam menjalankan roda pemerintahan ke depan, itulah mengapa ia sangat ingin bertemu dengan Prabowo. Dengan kata lain, rakyat cukup wait and see, apa yang akan dilakukan Jokowi ke depan.

Namun, terlepas dari apapun, rakyat memang tidak seharusnya segan atau ragu untuk menyampaikan pendapatnya kepada para elit lewat media sosial. Karena tanpa suara nurani rakyat, para elit bisa lupa, larut dalam kalkulasi politik dan kering dari kepekaan meraba perasaan rakyat.

Pada akhirnya ada hikmah besar dari kejadian pertemuan itu. Semua menjadi terbuka, mulai dari elit sampai rakyat. Rakyat melihat bagaimana politik ternyata masih cenderung disikapi secara biasa.

Pada saat yang sama, elit memahami, bahwa masalah kekinian bukan polarisasi Prabowo dan Jokowi, tetapi rakyat, keadilan, keberpihakan, dan tentu saja masa depan NKRI.

____
*)Penulis adalah pemerhati bangsa. Saat ini bersama sejumlah sejawatnya menggawangi social movement pemberdayaan kaum muda melalui portal crowdfunding www.pemuda.org 

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.