News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Seminar Parenting di Pondok Al-Izzah International Islamic Boarding School

Seminar Parenting di Pondok Al-Izzah International Islamic Boarding School

MALANG - Ratusan pelajar santri Pondok Al-Izzah International Islamic Boarding School, Sumberejo, Kota Batu, Jawa Timur, mengikuti acara seminar parenting dan workshop bedah kritis Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS), Ahad (28/7/2019).

Acara yang diihadiri ratusan santri, pembina dan pengurus Pondok Al-Izzah International Islamic Boarding School Putri ini mengusung tema "Tantangan Pelajar Muslimah di Era Global" dengan menghadirkan narasumber Ketua Jaringan Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia Hj Dr Sabriati Aziz, M.Pd.I.

Dalam pemaparannya, Sabriati yang juga Penasehat Gerakan Ibu Negeri (GIN) ini berpesan kepada santriwati untuk selalu menjaga niat agar lurus semata-mata mencari ilmu karena Allah.

Beliau pula menekankan bahwa remaja putri adalah generasi harapan bangsa yang akan dinanti kiprahnya di masa mendatang. Karena itu, Sabriati mengingatkan agar putri-putri generasi Islam memahami perang pemikiran yang berlangsung.

Perang pemikiran (al-gazwul-al-fikr) adalah perang opini yang telah berlangsung sejak dulu. Kaum muslimin seringkali abai dengan perang opini bahkan seringkali menganggapnya tidak ada, padahal determinasinya sangat jelas dan berhasil.

Karena itu, anak remaja harus bisa terlibat dalam ghazwul fikr dengan melakukan gerakan pencerahan agar tak semakin banyak yang terseret dalam arus pemikiran sekuler dan permisif.

"Remaja harus waspada dengan menyebarnya pemahaman feminis yang berasal dari konsep my body is mine, my body is my authority, kedaulatan atas tubuh. Ide dari feminis radikal tersebut sangat berbahaya bagi kelangsungan moral dan kepribadian bangsa," kata Sabriati.

Berangkat dari fenomena tersebut, Sabriati yang juga Anggota MPP Muslimat Hidayatullah ini mengharapkan agar remaja khususnya remaja putri lebih paham dengan idiologi yang merusak bangsa dan remaja.

"Karena kalian adalah pelanjut estafet keberlangsungan bangsa dan agama kita yang tercinta ini, maka kalian harus kuat dan jadilah generasi bangsa yang tangguh," pesannya.

Pada kesempatan itu, Sabriati juga memaparkan beberapa hal tentang muatan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual yang dianggap tidak mengakomodasi kepentingan  masyarakat secara luas yang menginginkan gerakan pengokohan ketahanan keluarga yang diwarnai dengan spirit Pancasila.

Pengurus OSIS Pondok Al-Izzah International Islamic Boarding School sepakat untuk melakukan penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual dengan menandatangani kain putih dan berharap RUU PKS ini benar-benar menjadi sorotan bersama.

Mereka berharap kepada pemerintah dan DPR untuk melindungi dan menunjuki remaja pada masa depan yangg lebih baik dengan membatalkan RUU PKS yang sangat berbahaya ini.

RHENALDI GUSTI

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.