News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Tolak RUU PKS, Santri di Maluku Harap Wakil Rakyat Ikuti Aspirasi Masyarakat

Tolak RUU PKS, Santri di Maluku Harap Wakil Rakyat Ikuti Aspirasi Masyarakat

AMBON -Santri mengikuti kajian bedah kritis Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Senin (22/7/2019). Mereka yang selama ini memiliki akses yang relatif terbatas terhadap informasi, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut.

Selain mendapatkan bekal keilmuan seputar parenting, bahaya anacaman Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya, mereka juga mendapatkan tambahan wawasan kebangsaan serta sejumlah isu isu terkiniseputar pencerahan hukum perundang-undangan.

Hal itu seperti diakui Juhda Kamama. Juhda yang merupakan putri asli Ambon Manise ini mengatakan sangat besyukur bisa berkesempatan mendapatkan materi kegiatan tersebut.

"Selama muatannya tidak senafas dengan Pancasila dan harkat martabat bangsa, RUU PKS ini bisa sangat berbahaya bagi generasi muda," kata Juhda yang  juga pengasuh santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Tanah Merah, Liang, Kota Ambon ini.

Mewakili santriwati lainnya, Juhda mengatakan ia akan berjuang sungguh sungguh untuk mendorong DPR agar mendengar aspirasi santri dan generasi muda sebagai penerus bangsa.

"Mari kota doakan wakil rakyat di DPR untuk benar-benar mengikuti aspirasi dan suara masyarakat. Wakil rakyat adalah benteng peradaban bangsa yang memikul amanah untuk menjaga marwah bangsa," katanya.

Acara kajian parenting sekaligus pencerahan konstitusi bangsa ini menghadirkan Ketua Bidang Jaringan AILA Indonesia DR Hj Sabriati Azis, M.Pd.I sebagai narasumber. Pada kesempatan tersebut peserta juga melakukan penandatanganan spanduk menolak RUU PKS.[]

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.