News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

LBH Hidayatullah Dampingi 30 Orang yang Diduga Salah Tangkap

LBH Hidayatullah Dampingi 30 Orang yang Diduga Salah Tangkap

YOGYAKARTA - Advokat yang juga Direktur LBH Hidayatullah Pusat DR. Dudung Amadung Abdullah, SH, mengatakan ada 30 orang aktifis aksi damai 21-22 Mei 2019 yang diduga salah tangkap yang didampingi pihaknya.

Hal itu disampaikan Dudung saat diterima Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta Ust Muhammad Jazir di Yogyakarta seraya melaporkan perkembangan kasus salah satu aktifis dugaan salah tangkap tersebut yang juga remaja masjid Jogokariyan bernama Muhammad Said Hasnan, Kamis (22/8/2019).

Didampingi advokat LBH Hidayatullah lainnya, Fahrul Ramadan, SH  yang datang bersilaturrahim ke Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Dudung mengucapkan terima kasih kepada takmir Masjid Jogokariyan yang mengapresiasi upaya pendampingan hukum yang dilakukan oleh lembaganya.

"Insya Allah kami sudah menyiapkan 13 orang tenaga advokat untuk mendampingi mereka,"  jelas Dudung.

Sementara itu, Muhammad Jazir mengapresiasi langkah LBH Hidayatullah yang memberikan pendampingan hukum bagi peserta aksi 21-22 Mei yang diduga menjadi korban salah tangkap aparat.

Jazir menilai bahwa LBH Hidayatullah sudah memainkan perannya sebagai lembaga ummat yang peduli terhadap permasalahan yang sedang dihadapi ummat.

Menurut Jazir, korban dugaan salah tangkap tersebut belum tentu bersalah. Bisa saja mereka peserta yang hendak pulang tapi terhalang oleh aksi kerusuhan sehingga saat aparat melakukan penangkapan terhadap pelaku kerusuhan, mereka justru patut diduga sebagai korban salah tangkap.

Jazir berharap LBH Hidayatullah dan para pengacaranya, berbuat serius dan ikhlas untuk memperjuangkan hak-hak mereka yang sekarang ini terzalimi.

Sementara, terkait adanya salah satu orang aktivis Remaja Masjid Jogokariyan yang menjadi salah satu orang yang diduga salah tangkap, Jazir menyampaikan bahwa keberangkatan Hasnan mengikuti aksi damai 21-22 Mei murni inisiatif pribadi Hasnan.

"Pihak masjid sama sekali tidak mengetahui keberangkatannya," kata Jaiz. Namun demikian, sebagai takmir, Jaiz mengatakan pihaknya merasa turut prihatin atas musibah yang dialami Hasnan.

Muhammad Said Hasnan didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum Rianiully Raneta, S.Kom, SH, MH. dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat karena dianggap melanggar Pasal  212 KUHP juncto Pasal 214 ayat (1) KUHP atau Pasal 218 KUHP, tentang melawan aparat yang sedang menjalankan tugas.

Muhammad Said Hasnan hadir pada 21-22 Mei 2019 untuk mengikuti Aksi Damai di seputaran Sarinah Jakarta Pusat. Muhammad Said Hasnan didakwa secara bersamaan dengan terdakwa lain sebanyak sepuluh orang dalam berkas yang sama. Karena yang lain belum didampingi Tim Penasehat Hukum, akhirnya mereka secara bersama-sama mempercayakan LBH Hidayatullah sebagai tim penasehat hukumnya.

Sidang Perdana Perkara Hasnan sudah digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada hari Selasa 13 Agustus 2019, sidang kedua sedianya digelar pada Selasa, 20 Agustus 2019 namun ditunda oleh Majlis Hakim karena kendala teknis. Sidang diundur pada selasa 27 Agustus 2019 dengan agenda menghadirkan saksi dari Jaksa Penuntut Umum.

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.