News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

UC4LB Makassar Gelar Acara Bedah Kritis RUU PKS, Ada yang Menangis

UC4LB Makassar Gelar Acara Bedah Kritis RUU PKS, Ada yang Menangis

MAKASSAR - Ummi Community For Lansia Bahagia(UC4LB) menggelar acara diskusi bedah kritis Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang diselenggarakan di Aula Gedung Politeknik Informatika Nasional (Polinas) LP3I Jl. Perintis Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jum'at (16/8/2019).

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah ibu menangis usai dipaparkan bagaimana realita dan fakta tantangan kepengasuhan yang dihadapi mereka saat ini.

Bagaimana tidak. Di satu sisi, masyarakat Indonesia menghadapi realitas perkembangan zaman yang mempengaruhi cara berprilaku yang notabene berpotensi melahirkan permisifisme dan menggerus moralitas. Namun di sisi lain, hal itu belum atau tidak dianggap sebagai ancaman terhadap ketahanan keluarga.

Akibatnya kemudian, belum ada upaya maksimal untuk mengukuhkan ketahanan keluarga.  Di waktu yang sama, regulasi dalam bentuk undang-undang tidak memadai untuk memastikan pengokohan ketahanan keluarga.

Padahal paparan negatif dari luar sudah semakin massif merangsek ke dalam negeri. Tidak saja peredaran narkoba yang disinyalir semakin massif, melainkan juga serangan budaya atau gaya hidup.

Salah seorang peserta, Andi Dewi Jabbar, bahkan sampai terisak menelaah realitas tersebut. Ia pun mengajak segenap ibu untuk terus berjuang bersama-sama mengokohkan keluarga yang salah satunya menolak sejumlah muatan tak proporsional dari RUU PKS.

"Yaa Rabb, saksikan ini penolakan kami dan selamatkan anak cucu kami," kata Andi Dewi Jabbar sesaat sebelum menandatangani pernyataan penolakan RUU PKS.

Ketua Umum UCALB Dra. Rachmatiah Rasyid MP.d menyatakan pihaknya menolak RUU PKS setelah mengetahui isinya yang menurutnya sangat berbahaya terhadap generasi bangsa.

RANDI MANNASU

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.