News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Muhasabah Solusi Masalah Bangsa

Muhasabah Solusi Masalah Bangsa

DARI HARI ke hari problematika kehidupan berbangsa dan bernegara smakin berat. Alih-alih berkurang, malahan tambah banyak. Belum selesai satu masalah datang lagi masalah baru.

Seribu satu persoalan menjadi satu, saling berkelindan, sulit mencari solusinya. Ibarat mengurai benang kusut, sudah tidak tahu mana pangkal mana akhir.

Ambil saja contoh kericuhan penyelenggaraan Pemilu lalu. Kecurangan, kegaduhan dan hilangnya 600-an nyawa petugas KPPS mewarnai Pemilu paling berdarah dalam sejarah Indonesia. Sehingga masyarakat pun terbelah karena terjadi disharmonisasi dan perselisihan tajam dari perbedaan yang ada.

Padahal persoalan kemiskinan rakyat, tingginya angka pengangguran, kriminalitas, budaya korupsi dan perbuatan amoral telah menjadi santapan setiap hari. Tambah lagi naiknya biaya BPJS, listrik dan kebutuhan sehari-hari smakin mencekik leher masyarakat tidak mampu.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi keutuhan bangsa mendapat ancaman serius. Suara disintegrasi, referendum dan menuntut merdeka semakin nyaring terdengar. Papua bergolak dan berdarah. Tidak mustahil bisa merembet ke daerah-daerah lain.

Muhasabah Solusi Menyelesaikan Masalah

Banyaknya masalah yang menimpa bangsa kita seharusnya menjadi pelajaran besar bagi seluruh anak bangsa. Problematika yang tak kunjung henti, ditambah musibah datang silih berganti seharusnya mampu menyentakkan hati dan pikiran kita smua.

Terkhusus para pemimpin bangsa hendaknya segera menyadari kondisi ini dan mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan masalah yang smakin berat. Nah, salah satu cara terbaik dalam menyelesaikan masalah baik diri pribadi maupun problem bangsa adalah dengan bermuhasabah.

Muhasabah diambil dari kata “hasiba yahsabu” yang kemudian dikerucutkan menjadi kata “hisab”. Secara etimologi, kata ‘hisab” bermakna “penghitungan”, sedangkan menurut syar’i kata muhasabah didefinisikan sebagai suatu usaha evaluasi diri sendiri terhadap segala hal yang telah dilakukan.

Segala hal atau perbuatan yang kita lakukan sebagai umat muslim baik bersifat vertikal (kepada Allah SWT) mau pun horizontal (sesama manusia), harus dinilai dari semua aspek. Selain itu, muhasabah merupakan salah satu cara untuk menyempurnakan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Kehadiran bulan Muharram sebagai awal tahun Hijriyah harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Inilah momentum terbaik baik bagi diri pribadi, masyarakat hingga bangsa dan negara untuk bermuhasabah.

Berkenaan dengan Muhasabah, Allah Ta'ala telah memerintahkan dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Dalam ayat ini Allah subhanahu wata'ala memerintahkan kita agar hendaknya slalu bermuhasabah, menginstropeksi diri apa yang telah dilakukan. Berhenti sejenak dalam rangka mengecek apa saja yang telah dilakukan. Sudahkah berjalan sesuai pada jalur yang benar! Lalu masih adakah bekal dalam melanjutkan perjalanan dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Ini smua dilakukan agar kita tidak lagi melakukan kesalahan yang berulang-ulang. Setelah menyadari itu smua maka kita berusaha lebih baik kedepannya. Sehingga orang yang bermuhasabah slalu mawas diri, tidak lengah dan slalu berusaha menjadi lebih baik. Ada kontrol diri dalam setiap ucapan dan perbuatannya.

Dalam hadits Nabi yang diriwayatkan dari Syaddad bin Aus r.a, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda:

“Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT”. (HR. Tirmidzi).

Umar bin Khattab juga pernah berkata: "Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab dan timbanglah amalmu sebelum kamu ditimbang nanti dan bersiap-siaplah untuk hari menghadap yang paling besar."

Muhasabah memiliki banyak manfaat, diantaranya menghindarkan diri dari kebinasaan. Dalam konteks berbangsa bisa menghindarkan kehancuran bangsa yang didahului dengan kebinasaan para individunya. Kehancuran sebuah bangsa akan lebih cepat lagi jikalau dilakukan oleh para pemimpinnya.

Banyak di antara manusia yang melakukan kemaksiatan, namun Allah masih memberikan nikmat kepadanya, dia tidak menyadari bahwa ini adalah bentuk istidraj (penangguhan menuju kebinasaan) dari Allah Ta’ala, sebagaimana firman-Nya:

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.” (QS. Al-A’raf [7]: 182).

Orang-orang yang memahami ayat Allah ini, akan takut atas peringatan Allah tersebut dan dia akan senantiasa mengintrospeksi dirinya, jangan sampai nikmat yang Allah berikan kepadanya merupakan bentuk istidraj. Muhasabah yang mengantarkan kepada pertaubatan sehingga dia berusaha menjadi lebih baik lagi.

Menjadi orang sholeh dan bertakwa kepada Allah subhanahu wata'ala. Sehingga jikalau penduduk sebuah negeri sudah beriman dan bertakwa maka Allah Ta'ala akan melimpahkan keberkahan baik dari langit maupun bumi dan menjadikan negerinya baldatun thoyyibatun warobbun ghofur.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَ خَذْنٰهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ

"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-A'raf [7]:96)

UST HIDAYATULLAH, M.AG, penulis Mudir Pesantren Ashabul Kahfi Bekasi

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.