News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Pagelaran Seni Budaya Dato Tiro Disambut Meriah Warga Bontotiro Bulukumba

Pagelaran Seni Budaya Dato Tiro Disambut Meriah Warga Bontotiro Bulukumba

BULUKUMBA - Pagelaran Seni Budaya Datotiro berlangsung sangat meriah yang dilaksanakan di Pantai Samboang, Kelurahan Eka Tiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Ahad (1/9/2019).

Pagelaran tersebut menampilkan berbagai kesenian dan budaya tradisional yang ditampilkan oleh beberapa sanggar dan para pelajar SMA Se- Kecamatan Bontotiro ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Acara Pagelaran seni dan budaya di awali dengan parade ganrang poce yang dilanjutkan dengan penampilan nyanyian shalawat dari majelis taklim Al Ikhsan desa Tritiro yang mampu menghipnotis para pengunjung duduk terdiam menikmati penampilan mereka.

Kegiatan pagelaran ini diinisiasi oleh Dinas Pariwisata bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba yang diselanggarakan oleh panitia Lokal Kecamatan Bontotiro.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba H. Muhammad Ali Saleng mewakili Bupati Bulukumba, membuka acara tersebut, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Pagelaran Seni Budaya Datotiro ini merupakan rangkaian dari kegiatan Festival Phinisi yang merupakan agenda tahunan dari kementrian pariwisata.

Kadis Pariwisata berharap, dengan penuh antusias warga Bontotiro, yakin tahun depan kegiatan pagelaran ini bisa dilaksanakan lebih meriah lagi.

Setelah Kepala Dinas Pariwisata menyampaikan sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan dari SMA 4 Bulukumba dengan Tari Panrannuang yang merupakan tari penjemputan dan bermakna kebahagiaan atas hadirnya para tamu undangan, kemudian selanjutnya tampil kembali tarian dari Siswa SMA 11 Bulukumba dengan tema tari Baku-baku.

Tarian kreasi yang terinspirasi dari kebiasaan masyarakat Bontotiro yang sebagian besar mata pencahariannya adalah petani jagung baku' atau tobang adalah karya kreatif yang terbuat dari daun talas, yang digunakan sebagai tempat untuk memanen jagung.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan di akhiri dengan acara dzikir bersama setelah melaksanakan shalat magrib.

Sementara itu ketua panitia, Mashuri Kurniawan, S.Pd yang merupakan Kepala Desa Buhungbundang menyampaikan bahwa semoga dengan adanya pagelaran ini dapat melestarikan seni tradisional.

"Saya berharap semoga kegiatan ini bukan hanya jadi tontonan tapi juga menjadi tuntunan untuk warga Bontotiro. Karena itu, Mashuri mengajak semua warga Bontotiro untuk melestarikan seni dan budaya lokal jangan sampai punah,"pungkasnya.

ANDI ALFIAN SALASSA

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.