Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Sentil DPR, Aliansi Cerahkan Negeri Pasang Spanduk di Depan Hotel Fairmont

Jumat, 13 September 2019 | 21:00 WIB Last Updated 2019-09-13T15:46:05Z
JAKARTA - Sebuah komunitas menamakan diri Aliansi Cerahkan Negeri (ACN) memasang spanduk di depan Hotel Fairmont, Jakarta, yang kabarnya menjadi lokasi pembahasan Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Spanduk berisi sindiran kepada DPR itu agaknya suara desakan kepada dewan agar menggunakan wewenangnya untuk pro kepada gerakan penegakan moral bangsa.       

“RKUHP Bilang, FREE SEX Boleh Asal Ada Janji Menikahi. Apakah DPR Setuju?” begitu bunyi spanduk yang dipasang oleh Aliansi Cerahkan Negeri di Hotel Fairmont - Jakarta, Jumat (13/9/2019) malam.

Menurut info dari salah seorang jubir ACN, Mira, sampai tanggal 15 September mendatang, akan ada agenda konsinyering RKUHP di hotel ini.

“Kami memasang spanduk ini sebagai bentuk aksi agar peserta konsinyering mempertimbangkan aspirasi kami dan mengedepankan sikap kehati-hatian dalam merumuskan Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) agar jauh dari paham liberalisme yang bertentangan dengan Pancasila,” terang Mira ketika ditanya alasan melakukan aksi ini.

Selain menolak tegas Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS), ACN juga menolak pasal-pasal krusial di dalam RKUHP yang beraroma RUU P-KS. Diantaranya adalah pasal 416, 417, 418, 419, 427, 480, 600 dan beberapa pasal lainnya.

ACN, lanjuti Mira, berharap para dewan di DPR yang saat ini sedang melaksanakan rapat dapat mendengarkan aspirasi mereka dan bisa membersihkan RKUHP dari perumusan norma semacam pasal 418 yang jelas sangat melecehkan Pancasila.

Seperti diketahui, DPR akan mengesahkan Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) pada 24 September mendatang. Namun seiring waktu yang semakin mepet, RKUHP rupanya masih menyisakan polemik di masyarakat.
×