News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Syabab Hidayatullah Jabodebek Bedah Buku The Legacy karya Novi Arian

Syabab Hidayatullah Jabodebek Bedah Buku The Legacy karya Novi Arian

DEPOK - Organisasi pemuda Syabab Hidayatullah Wilayah Jabodebek menggelar bedah buku “The Legacy. My Wall My Adnventure” buah karya dari alumnus Telkom University Novi Arian di Kota Depok, Jawa Barat, Ahad (1/92019).

Dalam paparannya, Novi Arian menjelaskan bahwa hidup manusia digerakkan oleh nilai yang menjelma dalam wujud motivasi.

“Hidup manusia itu digerakkan oleh nilai. Misalnya orang suka warna kuning, maka ia akan menggunakan baju berwarna kuning. Jadi, yang nampak itu adalah wujud dari nilai seseorang. Nah, bukankah sebuah kebaikan jika nilai hidup yang kita yakini itu kita tuangkan dalam bentuk gagasan dan dapat menjadi warisan (legacy) bagi kehidupan,” urainya.

Lebih lanjut Novi menjelaskan bahwa orang yang memiliki gagasan kemudian bisa diwariskan akan memiliki umur yang lebih panjang dari usia hidupnya.

“Soal umur. Kalau orang dari muda memang berupaya menghadirkan warisan nilai bagi kehidupannya, maka dia akan berumur lebih panjang dari usia badannya. Seseorang boleh hidup sampai 35 tahun, tapi kalau dia punya gagasan, dituangkan dalam bentuk buku, maka usianya akan lebih panjang. Orangnya tiada tapi gagasan-gagasannya terus hidup,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP Syabab Hidayatullah, Imam Nawawi, yang bertindak selaku pembanding menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Novi Arian layak diteladani kaum muda.

“Beliau (Novi Arian) bukan seorang penulis, meski tentu saja tugas S1 dan S2-nya tetap menulis, tetapi berani dan mau tekun menulis. Jadi, menulis ini peluang bagi siapapun. Termasuk teman-teman sekalian. Tinggal komitmen dan konsistensi, insya Allah kalian bisa menjadi pemuda yang tak sekedar cerdas dan survive tapi mampu memberikan warisan nilai bagi kehidupan,” urainya.

Di akhir paparannya, penulis buku Mindset Surga itu mendorong agar kaum muda segera mengagendakan diri untuk bisa menulis dan menerbitkan karya tulisnya di akhir 2019.

“Ayo agendakan sekarang menulis, akhir 2019 atau awal 2020 telah siap naskah yang bisa diterbitkan. Tidak terlalu soal diterbitkan oleh penerbit mayor atau indie atau bahkan dicetak terbatas. Prinsipnya berkarya, menelurkan gagasan, memberikan warisan nilai bagi kehidupan,” tutupnya.

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.