Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Bangun Jakarta Bermartabat, Posdai Gelar Pelatihan Guru Al Quran

Minggu, 29 Desember 2019 | 12:57 WIB Last Updated 2019-12-29T06:13:32Z
JAKARTA - Kurang lebih setahun ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggencarkan kegiatan magrib mengaji yang digelar di masjid-masjid setiap kelurahan.

Dalam rangka turut menunjang program pemerintah DKI tersebut, Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai) DKI Jakarta menggelar kegiatan pelatihan guru Al Quran bertajuk Dauroh Muallim Grand MBA. Program tersebut merupakan salah satu main system Posdai selama ini dalam pengembangan dakwah.

Kegiatan pelatihan bimbingan pemberantasan buta aksara Al Quran yang mengangkat tema "Bersama Dai Membangun Jakarta Lebih Bermartabat" ini berlangsung di Aula Karim, Komplek Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Ahad (29/12/2019).

Ketua Posdai DKI Jakarta, Suhardi Sukiman, dalam keterangannya mengatakan pelatihan ini digelar untuk melahirkan lebih banyak tenaga muallim Al Quran seiring dengan semakin tingginya kebutuhan pengajar Al Quran khususnya di DKI Jakarta.

"Dalam daurah ini, narasumber memaparkan Grand MBA sebagai metode ajar efektif dalam rangka memudahkan masyarakat dalam mempelajari Al Quran," kata Suhardi.

Dia menerangkan, Grand MBA adalah adagium Gerakan Dakwah Nasional Mengajar-Belajar Al-Qur’an yang bertujuan mengakrabkan masyarakat dengan Al-Qur’an. Lewat gerakan ini, jelasnya, masyarakat diantarkan untuk dapat membaca, menerjemahkan, menghafal dan mengamalkan al-Qur’an dengan baik.

Tidak saja di Jakarta, Grand MBA terus dikembangkan dan diproyeksikan menjangkau seluruh propinsi di Indonesia hingga ke pelosok-pelosoknya.

"Dari 34 propinsi yang ada, 15 propinsi telah dijangkau gerakan ini. Kita ingin, Grand MBA juga dirasakan manfaatnya oleh warga Jakarta," kata Suhardi.

Anak muda jebolan Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta ini, mengatakan, wujud dari gerakan pemberantasan buta Al Quran melalui Grand MBA ini adalah lahirnya Majelis Qur’an di setiap lapisan dan pelosok masyarakat.

Di Majelis Quran inilah masyarakat dapat belajar kepada muallim (pengajar) tentang hal-hal yang berkaitan dengan al-Qur’an. Dari upaya ini diharapkan terbentuk komunitas-komunitas masyarakat yang bersedia untuk hidup terbimbing dan terpimpin di bawah naungan al-Qur’an, imbuh Suhardi.

Dia mengimbuhkan, alat utama untuk mendukung terwujudnya Grand MBA adalah buku ajar yang telah disusun oleh MQH Pusat berupa buku paket-paket materi mulau dari Paket Qira’ah 8 Jam, Paket Bimbingan Tahsin dan Tajwid al-Qur’an, Paket Terampil Menerjemah al-Qur’an dan Membaca Kitab Gundul yang kesemuanya ada 6 jilid  buku.

"Al Qur'an adalah iman kita serta penuntun jalan kepada keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat. Semoga mujahadah kita dalam mendakwahkan Al Qur'an menjadi amal shaleh yang pahalanya tak terputus," kata Suhardi.

Dia menambahkan, guru-guru yang dihasilkan dari training Muallim Grand MBA salah satunya dipersiapkan untuk memjadi pengajar di Majelis Quran Hidayatullah yang dalam waktu dekat ini akan menambah jumlah MQH yang sudah berdiri di DKI Jakarta.

Acara ini diikuti oleh peserta sesuai kuota tersedia dari berbagai daerah di Jakarta dan sekitarnya serta menghadirkan narasumber dari instruktur Grand MBA Posdai Pusat.

Kegiatan yang berlangsung intensif sehari ini dibuka oleh Sekretaris DPW Hidayatullah Jabodebek Muhammad Isnaini dan didukung oleh Laznas BMH.
×