Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Spirit Munas VII Syabab Hidayatullah Harus Hadirkan Nilai Spiritual, Etika dan Suluk

Rabu, 15 Januari 2020 | 18:18 WIB Last Updated 2020-01-16T11:25:50Z
JAKARTA - Mendekati waktu Munas Syabab Hidayatullah ke-7, Ketua Umum Syabab Hidayatullah 2013-2016 Ustadz Nasfi Arsyad menyampaikan pentingnya mengkondisikan suasana Munas berkualitas dalam implementasi musyawarah yang mengedapankan nilai-nilai spiritual, etika, dan suluk.

Kata suluk berarti menempuh jalan (spiritual) untuk menuju Allah. Menempuh jalan suluk (bersuluk) mencakup sebuah disiplin seumur hidup dalam melaksanakan aturan-aturan eksoteris agama Islam (syariat) sekaligus aturan-aturan esoteris agama Islam (hakikat)

Bahkan agar baik, setiap forum apapun Syabab Hidayatullah harus diawali dengan membaca Kitabullah.

“Setiap bacaan Al-Qur’an yang dibaca oleh seorang mukmin pasti ada maksud, pesan, dan tujuan yang Allah sampaikan kepada yang membacanya,” terangnya dalam halaqoh bersama PP Syabab Hidayatullah di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah (15/1/2020).

Setelah itu kalau ada ide, gagasan, usulan, ungkapkanlah, terlebih kalau demi kebaikan karena Allah.

“Kalau sudah tiba forum untuk mengungkap, jangan ada yang ditahan-tahan, karena itu memang forumnya,” tegasnya.

Dan, kalau kita melihat faktualnya secara empiris, salah satu kelebihan lembaga ini adalah bahwa kita itu saling berlomba-lomba untuk mengkaitkan suasana, meski tertangkap bahwa obesesi dan harapan kita sangat besar.

“Bapak pimpinan itu kalau sudah rapat, rapat apapun, selalu serius. Mau rapat tingkat tinggi atau setingkat apapun, beliau serius,” jelasnya.

“Karena beliau meyakini bahwa apapun yang diungkapkan, kalau niatnya benar pasti dari Allah. “Aku dengar itu,” ucapan beliau. Ini menandakan bahwa beliau sangat konsentrasi,”imbuh pria yang kini mengemban amanah di Dewan Mudzakarah.

Ini penting disampaikan besok di forum, sebagai bagian dari etika bermusyawarah. Adanya ada hal-hal yang bersifat spiritual dalam rapat kita. Bahkan perlu suluk, etika tinggi yang harus terus dibentuk.

“Nilai-nilai ideologis, spiritual, nilai-nilai etika dan suluk harus ditumbuhkan dan dipertegas dalam forum musyawarah kita,”imbaunya.

Adrenalin sebagai pemuda silakan tinggi, tapi spiritual, etika, suluk tetap harus terjaga. Tidak boleh ada saling menjatuhkan, karena beragamnya peserta yang belum tentu saling memahami satu sama lain.

“Celetukan, interupsi, dan lain sebagainya tidak mengaburkan pesan-pesan ideologis yang Allah sampaikan di forum itu, jangan sampai tertutupi. Celetukan-celetukan harus positif, sopan, dan menguatkan,” tutupnya.*
×