News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Jangan Ketawa Berlebihan ya, Ketahui 4 Dampak Negatifnya Jika Kelawatan

Jangan Ketawa Berlebihan ya, Ketahui 4 Dampak Negatifnya Jika Kelawatan

Oleh Putri Fauziyah Haqiqi

MAU KETAWA tapi takut dosa. Begitulah gurauan yang sering kita dengar ketika melihat sesuatu yang lucu atau membuat diri terhibur. Ketawa memang bawaan alamiah manusia sejak lahir. Saking alamiahnya, yang paling menarik dan dirindukan dari seorang bayi adalah tawanya.

Pun demikian dalam keseharian kita. Kita selalu secara spontan tertawa ketika menyaksikan kekonyolan, kebanyolan dan keisengan yang Anda lihat atau yang mungkin Anda alami sendiri.

Manusia memang gampang tertawa walaupun karena dipicu dengan hal-hal sederhana. Bahkan kentut pun bisa melahirkan keributan yang kemudian membuat orang tertawa. Bukan saja bunyinya, aroma kentut pun bisa menimbulkan kegaduhan dan kelucuan tersendiri apalagi jika terjadi di ranah publik seperti ruang kuliah.

Bahkan pembahasan soal kentut dalam artikel ini pun bisa jadi membuat pembaca tertawa, atau paling tidak tersenyum. Kenapa demikian? Karena, di satu sisi, kentut adalah senyawa positif yang seringkali dipandang desktruktif. Di sisi yang lain, kentut seringkali ditempatkan secara tidak proporsional.

Misalnya, ketika Anda sedang sendirian. Anda dengan seenaknya menghamburkan kentut tanpa rasa berdosa sama sekali. Bahkan boleh jadi sengaja menahannya lebih lama agar menghasilkan tumpukan angin lebih keras sehingga membuatnya terdengar lebih sempurna saat dihembuskan secara mekanik oleh tubuh kita.

Padahal sejatinya, di manapun kita berada, kentut hendaknya dilakukan sewajarnya saja. Tidak perlu menunggu momen tertentu. Kentutlah secara wajar dan tetap bijaksana. Suara kentut yang bijak adalah yang tanpa suara sama sekali. Hanya desiran kecil yang Anda sendiri pun tak mendengarnya.

Dari kentut inilah kita belajar tentang betapa uniknya manusia. Dari kentut pulalah, baik dari sisi warna dan aromanya, kita belajar tentang sisi kemanusiaan kita. Sebab, inilah sisi paling misteri dari kehidupan kita.

Lantas apa kaitannya dengan tertawa? Hampir semua orang yang hidup pernah tertawa. Tertawa merupakan hal yang sangat menghibur. Tertawa muncul diciptakan karena beberapa hal, seperti adanya kegiatan yang dianggap lucu, lelucon yang keluar dar mulut, permainan yang jenaka, dan lain sebagainya.

Namun, di balik tertawa yang menghibur dan ragam manfaatnya bagi kita, ternyata ada juga loh bahayanya jika tertawa berlebihan. Sama seperti makan. Kalau makan terlalu kebanyakan, perutmu akan jadi begah dan bawaannya males banget.

Begitupun dengan tertawa. Kendati tertawa menurut penelitian ilmiah dapat mengurangi tingkat stres. Namun, tertawa berlebihan apalagi sampai berguling-guling, ini berarti sudah tidak normal.

Nah, di bawah ini ada beberapa uraian tentang bahaya atau akibat negatif dari tertawa berlebihan.

1. Menyebabkan serangan jantung

Bahaya tertawa berlebihan harus diwaspadai oleh mereka yang memiliki masalah jantung, paru-paru, dan kondisi lainnya. Sebenarnya tertawa itu tidak membahayakan, namun reaksi tubuh, apalagi yang sudah memiliki riwayat yang tidak baik yang akan memicu datanganya bahaya. Seperti serangan jantung yang mendadak.

2. Mengakibatkan pingsan

Pasti kita jarang memdengar, adanya orang pingsan karena tertawa?. Namun hal ini dapat terjadi, yang diakibatkan oleh pernapasan yang tidak teratur saat kita tertawa. Banyaknya karbon dioksida dibandingkan oksigen yang masuk kebadan kita, sehingga menimbulkan sesak nafas kemudian pingsan.

3. Sakit kepala

Sakit kepala tegang dapat di akibatkan oleh tertawa yang terbahak-bahak, hal ini ditandai dengan rasa sakit yang menekan di dua sisi kepala, sehingga kepala menjadi sensitif saat disentuh.

4. Memicu asma

Beberapa hal yang memicu terjadinya asma adalah asap rokok, bulu binantang, aktivitas fisik, infeksi virus, udara dingin hingga tertawa terbahak-bahak. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Sekian artikel yang saya buat, semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu bagi yang membacanya. Terimakasih.

___
*) Putri Fauziyah Haqiqi, penulis adalah mahasiswi penerima beasiswa entrepreneur (full scholarship) Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI (STEI SEBI) Depok jurusan Akuntansi Syariah. Penulis juga merupakan alumni Madrasah Aliyah (MA) Husnul Khotimah, Cirebon, Jawa Barat. 

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.