News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Karomah Orangtua dan Kisah Pemuda Ahli Ibadah yang Keras Kepala

Karomah Orangtua dan Kisah Pemuda Ahli Ibadah yang Keras Kepala

Oleh Annisa Maghfiroh

BERBAKTI kepada orangtua adalah kewajiban setiap anak. Tanpa usaha mereka, kita tidak mungkin ada di dunia. Jasa mereka tak akan terbayarkan sepanjang masa, dan kasih sayang mereka tak pernah terputus.

Nasihat mereka adalah mutiara yang tujuannya semata memotivasi. Namun terkadang kita mengelaknya jika nasihat atau saran orangtua tidak sesuai dengan keinginan sang anak. Padahal Allah SWT memerintahkan manusia untuk berbakti terhadap kedua orangtua, terutama ibu.

Ibu adalah wanita yang sangat mulia karena ia telah mengandung, melahirkan, dan merawat kita sampai dewasa dan terus membimbing serta mendampingi kita hingga menjadi orang yang sukses. Doa ibu juga sangat didengar oleh Allah SWT.

Teladan berbakti kepada orangtua dapat kita ejawantah dalam sebuah rekaman kisah tentang seorang pemuda yang shalih. Pemuda ini sangat ingin melakukan perjalanan ke Makkah dan berthawaf di sekeliling Ka’bah. Pemuda ini tinggal seatap bersama ibunya yang sudah tua.

Suatu hari ia mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan keinginannya. Akhirnya ia memberanikan diri untuk meminta ijin kepada ibunya.

“Kumohon ibu mengijinkanku berangkat ke Makkah!”
"Ibumu sudah tua, Nak. Bukankah perjalanan kesana sangat lama dan bahaya?”
“Perjalananku demi ibadah, Bu. Jangan khawatir, Bu. Allah akan melindungi perjalananku sampai aku kembali bersama ibu.”

Akhirnya ia berangkat ke Makkah dengan diiringi tangisan sang ibu dan rasa kecewa. Karena merasa sangat kecewa sang ibu berdoa kepada Allah, “Ya Allah, anakku telah mengecewakan hatiku. Berilah dia pelajaran sekehendak-Mu".

Doa tersebut didengar oleh Allah dan dikabulkan. Ketika hari semakin malam akhirnya pemuda itu memutuskan untuk berhenti di sebuah mushallah untuk beristirahat dan menunaikan shalat malam. Namun pada saat itu terjadilah pencurian di sebuah rumah di pemukiman dimana mushalla itu berada.

Sang pemilik rumah melihat pencuri masuk ke dalam rumahnya. Lalu ia berteriak minta tolong dan orang-orang pun datang. Sang pencuri yang merasa ketahuan, ia langsung berlari ke arah mushalla dan tak terlihat lagi.

Orang-orang pun mengejarnya, lalu menyangka bahwasannya sang pencuri bersembunyi di dalam mushalla. Sang pemuda yang sedang shalat merasa penasaran dengan suara berisik di luar. Akhirnya ia segera menyelesaikan sholatnya.

Namun, ketika ia keluar masjid untuk melihat apa yang terjadi, tiba-tiba dua orang menangkap kedua tangan dan mengikatnya sangat kuat.

“Mengapa? Ada apa ini? Aku tak bersalah!”
“Sudah, tidak perlu banyak bicara. Dasar pencuri!”

Akhirnya mereka membawa pemuda itu kepada penjabat keamanan dan diproses secara hukum. Hakim mendengar penjelasan para saksi, dan sang pemuda dijatuhi hukuman yang sangat berat, yakni kedua tangan dan kakinya dipotong dan kedua matanya dicungkil sampai buta.

Setelah eksekusi, ia dirawat oleh thabib sampai benar-benar sembuh lukanya. Kemudian oleh petugas keamanan ia ditaruh di pasar agar semua orang bisa melihatnya. Seseorang sedang lewat di depannya.

“Inilah balasan seorang pencuri!”
“Wahai tuan, engkau jangan berkata seperti itu!”
“Kalau bukan pencuri, mengapa kau mendapatkan hukuman seperti ini?”
"Dengarkanlah, aku mau bicara!”
“Mau apa? Mau makan?”
“Tidak, ketahuilah sesungguhnya aku bukanlah pencuri. Jangan katakan demikian!”
“Kata-kata apa yang tepat untukmu?”
“Katakan: Demi Allah, inilah balasan seorang anak yang tidak mendengarkan nasihat ibunya,” ujar pemuda itu sambil menangis.

Mendengar perkataan itu orang tersebut mulai tertarik. Lalu ia bertanya sebab musabab mengapa ia bisa menjadi korban salah tangkap. Kemudian sang pemuda menceritakan semua yang dialaminya. Orang tersebut merasa kasihan, kemudian ia mengantarkan pemuda tersebut ke kampung halamannya dan dikembalikan di depan rumah ibunya.

Ia mengaku musafir yang kelaparan dan meminta makan kepada pemilik rumah. Wanita tua yang sedang bermunajat langsung menghentikan doanya karena ia mendengar suara orang di luar rumah. Sambil membuka sedikit pintu, wanita itu berkata, “ulurkan tanganmu!”.

“Aku tidak memiliki tangan,”

“Maaf, kalau aku memberikan sedekah kepadamu, maka jadilah perbuatan haram karena kita bukanlah muhrim”

“Jangan khawatir, kedua mataku buta dan sama sekali tidak bisa melihat”.

Akhirnya wanita tua itu keluar dan sang pemuda langsung menjatuhkan tubuh di kaki ibunya.

“Wahai ibu, maafkanlah aku. Sesungguhnya akulah putramu yang pergi berthawaf!”. Ia segera mendekap anaknya dan berkata, “Wahai anakku, apa yang terjadi padamu?”.

Sambil menagis pemuda itu menceritakan apa yang terjadi padanya. Ia sangat menyesal mengapa ketika ibunya mencegah, dirinya tetap bersikeras berangkat ke Makkah. Malam itu mereka saling berdekapan. Sang ibu yang sangat mencintai anaknya tak pernah bermimpi bahwa anaknya akan menjadi seperti itu.

Dalam isak tangis sang ibu berdoa, “Wahai Allah, mengapa Engkau takdirkan kami seperti ini. Jika keadaan kami begini, alangkah baiknya jika Engkau mencabut ruhku dan ruh anakku, sehingga orang-orang tidak mengetahui aib kami”.

Doa wanita tersebut didengar Allah dan seluruh malaikat menunduk bersedih, lalu Allah mengabulkan doanya dan malam itu mereka meninggal dunia.

Kisah ini menginspirasi kita bahwasannya nasihat orangtua terutama ibu sangatlah berarti. Ketika seorang anak membantah atau tidak mendengarkan nasihatnya maka akan terjadi malapetaka, atau malah membuat hidup kita menjadi tidak berkah.

Betapa, meskipun seorang yang shalih dan ahli ibadah, tetapi tetap tidak bisa mengalahkan karomah doa ibu. Oleh karena itu, hendaklah kita mendengarkan dan mematuhi nasihat ibu walaupun tidak sesuai dengan keinginan kita.
___
*) ANNISA MAGHFIROH, penulis adalah mahasiswi penerima Beasiswa Kader Ulama Ekonomi Syariah (full scholarship) pada Program Studi Hukum Ekonomi Syariah  Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI (STEI SEBI) Depok. Penulis juga merupakan alumni Madrasah Aliyah (MA) Husnul Khotimah Lampung.

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.