Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Mengapa Kita Harus Selalu Bersyukur dan Tidak Melulu Mengeluh

Kamis, 20 Februari 2020 | 16:55 WIB Last Updated 2020-02-20T10:00:09Z
Oleh Habib Abdullah Azzam

SEBAGAI manusia, kita tercipta dengan sempurna. Tuhan menganugerahkan kelebihan dan nikmat yang tiada tara. Tak bisa kita hitung besarnya nikmat Allah SWT bagi kehidupan kita bahkan meskipun air di lautan jadi tintanya dan semua pepohonan jadi penanya.

Namun, sebagai manusia yang tak pandai membaca ayat-ayat kauniyah, kita juga lebih banyak mengeluh ketimbang bersyukur. Padahal mengeluh malah membuat diri kita selalu berprasangka buruk, alih-alih menikmati karunia Allah yang begitu besar.

Coba bayangkan. Bagaimana kalau Anda tiba tiba tidak bisa buang air. Tidak bisa kencing. Tidak bisa mendengar. Apa yang akan Anda lakukan? Tentu Anda akan sangat tersiksa bahkan malu.

Demikianlan nikmat Allah yang memampukan kita masih bisa berak. Kita masih bisa makan enak, tidur nyenyak, jalan-jalan, tertawa dan sebagainya. Syukurilah. Allah mampukan kita masih bisa kencing, walaupun banyak anak muda yang kencing jenis lain yang tak dibenarkan agama.

Orang yang suka mengeluh dan menceritakan keluhaannya kepada semua orang adalah ciri orang yang bermasalah. Dia bermasalah dengan personality-nya yang berkepribadian ganda. Dia ingin semua orang memahaminya bahkan dengan memaksa, namun ia sendiri gagal menguasai dirinya sendiri. Inilah orang yang celaka.

Siapapun yang tidak bersyukur bisa dipastikan akan suka mengeluh dan suka menyalahkan. Dan, sialnya, orang seperti ini pasti memiliki karakter pemalas, tidak disiplin, suka bergunjing dan mengalami depresasi yang sebetulnya dipicu oleh pikirannya sendiri.

Bersyukur itu sederhana, yaitu menerima apapun yang diberikan Allah pada kita dan tak perlu menyesalinya. Banyak contoh dalam hal ini. Umpamanya wajah Anda kurang ganteng, maka syukurilah itu sebagai keberkahan dan kemuliaan dari Allah. Wajah Anda kurang cantik, tak perlu bersedih.

Ada banyak keutamaan bagi orang orang yang bersyukur. Selain akan mendapatkan kebahagiaan, kita pun mendapatkan pahala di sisi Allah SWT.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7).

Selain itu, ada sejumlah ciri-ciri orang yang bersyukur, yaitu:

1. Tidak berbangga diri
Manusia yang bersyukur akan nikmat Allah SWT pasti akan bahagia hidupnya, sehat jiwanya, selalu berbesar hati dan tidak akan berbangga diri ataupun sombong di hadapan manusia lainnya. Sebab, orang bersyukur itu menyadari bahwa seluruh yang kita dapat hanya titipan dari Allah, berkat doa dan usaha kita.

2. Selalu memuji Allah
Hal yang wajib bagi seluruh muslim adalah memuji Allah berkat seluruh pertolongan dan nikmat-nikmat yang Allah limpahkan yang menjadikan kehidupan manusia menjadi tentram dan nikmat untuk dijalani.

3. Hanya Allah semata
Allah SWT sangat sayang kepada para hamba-Nya. Allah memang memberi kita ujian, namun dengan kadar kemampuan kita. Sehingga Allah akan selalu memberi rizki kepada para muslim muslimah. Tidak ada makhluk yang bisa memuaskan kita, selain Allah yang memberikan rizki kepada manusia. Karena itu, jangan pernah mengharap terlalu lebih kepada manusia.

4. Beramal secara berkelanjutan
Ciri utama orang bersyukur adalah selalu beribadah kepada Allah baik dalam kondisi senang ataupun susah. Dia selalu berusaha menempatkan semua dengan landasan cinta kepada Allah SWT. Tidak suka mengeluh kepada manusia dan hanya mengadukan semua permasalahannya kepada Allah SWT semata.

5. Husnudzon kepada Allah
Husnudzon dapat diartikan sebagai baik sangka atau berprasangka baik, inikah ciri lainnya orang yang bersyukur. Apapun yang diberikan Allah SWT atas usahanya selalu disyukuri dengan penuh kebahagiaan.

Demikianlah catatan sederhana ini saya buat. Semoga setelah membaca artikel saya ini, kita -terutama saya- tidak lupa untuk bersyukur setiap hari, bahkan setiap detik yang kita lalui.

Dan harus selalu diingat, bahwasanya Allah SWT sangat sayang terhadap hamba-Nya. Maka sebagai hamba-Nya, kita jangan pernah melupakan Allah dan menjalankan segala perintah-perintah-Nya.

_____
*) Habib Abdullah Azzam, penulis adalah mahasiswa STEI SEBI jurusan Manajemen Bisnis Syariah
×