Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Mengapa Kita Harus Selalu Bersyukur dan Tidak Melulu Mengeluh

Kamis, 20 Februari 2020 | 16:55 WIB Last Updated 2020-09-30T22:24:11Z

SEBAGAI manusia, kita tercipta dengan sempurna. Tuhan menganugerahkan kelebihan dan nikmat yang tiada tara. 

Tak bisa kita hitung besarnya nikmat Allah SWT bagi kehidupan kita bahkan meskipun air di lautan jadi tintanya dan semua pepohonan jadi penanya.

Namun, sebagai manusia angkuh yang tak pandai membaca ayat-ayat kauniyah, kita lebih banyak mengeluh ketimbang bersyukur. 

Padahal, kebiasaan mengeluh malah membuat diri kita selalu berprasangka buruk, alih-alih menikmati karunia Allah yang begitu besar.

Coba bayangkan. Bagaimana kalau Anda tiba tiba tidak bisa buang air. Tidak bisa kencing. Tidak bisa mendengar. Apa yang akan terjadi? Tentu Anda akan sangat tersiksa bahkan malu.

Demikianlan nikmat Allah yang memampukan kita masih bisa berak. Bisa kentut. Kita masih bisa makan enak, tidur nyenyak, jalan-jalan, tertawa dan sebagainya. 

Syukurilah. Allah mampukan kita masih bisa kencing. Walaupun, tidak sedikit anak muda pengkhayal di luar sana yang menyalahgunakan anugerah tersebut dengan onani atau masturbasi tak kenal waktu dan tempat. 

Orang yang suka mengeluh dan menceritakan keluhaannya kepada semua orang adalah ciri orang yang bermasalah. Dia bermasalah dengan personality-nya yang berkepribadian ganda. 

Pribadi orang macam ini ingin semua orang memahaminya bahkan dengan memaksa, namun ia sendiri gagal menguasai dirinya sendiri. Inilah orang yang celaka.

Siapapun yang tidak bersyukur bisa dipastikan suka mengeluh, selalu muram dan suka menyalahkan. 

Dan, sialnya, orang seperti ini pasti memiliki karakter pemalas, tidak disiplin, suka bergunjing dan mengalami depresasi yang sebetulnya dipicu oleh pikirannya sendiri.

Bersyukur itu sederhana kok, yaitu menerima apapun yang diberikan Allah pada kita dan tak perlu menyesalinya. Banyak contoh dalam hal ini. 

Umpamanya, wajah Anda kurang ganteng, maka syukurilah itu sebagai keberkahan dan kemuliaan dari Allah. Wajah Anda kurang cantik, tak perlu bersedih.

Tak punya uang, tak usah gusar apalagi berhutang. Jangan hanya karena hasrat sesaat, Anda melakukan tindakan tolol dan ceroboh. Bertindaklah secara rasional. Gunakan akal sehat. 

Ada banyak keutamaan bagi orang orang yang bersyukur. Selain akan mendapatkan kebahagiaan, kita pun mendapatkan pahala di sisi Allah SWT.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7).

Selain itu, ada sejumlah ciri-ciri orang yang bersyukur, yaitu:

1. Tidak Sombong
Manusia yang bersyukur akan nikmat Allah SWT pasti akan bahagia hidupnya, sehat jiwanya, selalu berbesar hati dan tidak akan berbangga diri ataupun sombong di hadapan manusia lainnya. Sebab, orang bersyukur itu menyadari bahwa seluruh yang kita dapat hanya titipan dari Allah, berkat doa dan usaha kita.

2. Hati Tenang
Hal yang wajib bagi seluruh muslim adalah memuji Allah berkat seluruh pertolongan dan nikmat-nikmat yang Allah limpahkan yang menjadikan kehidupan manusia menjadi tentram dan nikmat untuk dijalani.

3. Tidak Khawatir
Orang bersyukur tak punya kekhawatiran terhadap dunia. Ini selalu optimis, bahwa rejeki Tuhan amat luas. Ia hanya perlu berikhtiar sebaiknya, adapun hasilnya dia serahkan pada Allah. Tidak ada makhluk yang bisa memuaskan kita, selain Allah yang memberikan rizki kepada manusia. Karena itu, jangan pernah mengharap terlalu lebih kepada manusia.

4. Konsisten Beramal
Ciri utama orang bersyukur adalah selalu beribadah kepada Allah baik dalam kondisi senang ataupun susah. Dia selalu berusaha menempatkan semua dengan landasan cinta kepada Allah SWT. Tidak suka mengeluh kepada manusia dan hanya mengadukan semua permasalahannya kepada Allah SWT semata.

5. Prasangka Baik
Husnudzon dapat diartikan sebagai baik sangka atau berprasangka baik. Ini adala ciri lainnya orang yang bersyukur. Orang yang berprasangka baik selalu sibuk memperbaiki dirinya ketimbang mengurusi watak orang lain. 

Demikianlah catatan sederhana ini saya buat. Semoga setelah membaca artikel saya ini, kita -terutama saya- tidak lupa untuk bersyukur setiap hari, bahkan setiap detik yang kita lalui.

Dan harus selalu diingat, bahwasanya Allah SWT sangat sayang terhadap hamba-Nya. Maka sebagai hamba-Nya, kita jangan pernah melupakan Allah dan menjalankan segala perintah-perintah-Nya.


Habib Abdullah Azzam
×
Wakaf Yuk Amal Abadi ++