Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tanda Kebangkitan dan Kemenangan Umat Islam di Masa Depan

Kamis, 13 Februari 2020 | 15:05 WIB Last Updated 2020-02-13T08:05:53Z
Oleh Tsabita Aulia

ALLAH SWT sudah menjamin bahwa masa depan dunia ini akan kembali ke dalam genggaman umat Islam. Agama yang Allah ridhoi akan memimpin dunia dan menjadi guru peradaban. Ini adalah janji yang harus diyakini oleh setiap muslim.

Jika ada seorang muslim yang ragu terhadapnya, berarti ada yang harus diperbaiki dari pemahamannya. Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an maupun Hadist Nabi yang menjelaskan secara terang atau mengisyaratkan akan hal itu.

Benarlah bahwa dahulu Hasan Albanna meyebutkan bahwa kenyataan hari ini adalah impian hari kemarin, kenyataan hari esok adalah khayalan hari ini.

Hanya saja, beliau juga mengatakan, bahwa kondisi keterpurukan yang dialami umat Islam saat ini membuat mereka tidak berani bahkan sekedar bermimpi membangun kejayaan umat. Atau setidaknya tidak punya gambaran harus bagaimana membangkitkannya.

Padahal, kabar-kabar itu sudah disebutkan dalam Al-Qur’an seperti yang tercantum dalam Ayat (At-Taubah: 32-3) dan (Ash-Shaff: 172-173). Jika kita sudah mayakini dengan sepenuh hati akan kemenangan dan masa depan uamt Islam, satu tahapan penting dalam keislaman sudah kita miliki. Jangan pernah ragu dan tak mundur sedikitpun.

Jangan terpengaruh dengan mereka yang senantiasa menebarkan pesimisme. Selajutnya adalah bekerja keras mematut diri dalam gerakan yang tertata dan sistematis, untuk meningkatkan kualitas keimanan dan amal umat Islam ini.

Hal tersebut bertujuan agar Allah menilai kita pantas untuk menerima kejayaan dan kemenangan itu. Hari ini beberapa fakta yang terjadi dimuka bumi ini sudah mulai menunjukkan ke arah kebangkitan dan kemenangan umat. Tinggal menunggu tanda-tanda itu semakin banyak dan kuat.

Diantara tanda-tanda yang bisa disaksikan adalah:

1. Pertumbuhan pesat pemeluk Islam

Data menunjukkan bahwa umat islam semakin bertambah pemeluknya terutama di daearah-daearah yang dulunya minim penduduk muslimnya.

Di Eropa, misalnya, pertambahan penduduk muslim yang asli maupun kaum imigran semakin banyak dan tak berbendung lagi. Negara-negara besar di Eropa mau tidak mau harus mengakomodir umat Islam yang banjir dan beranak pinak disana.

2. Stagnasi pertumbuhan agama non Islam

Di sisi lain, orang-orang yang masih bersikukuh dengan agama mereka malah mengalami kemandegan demografis. Data dan fakta menunjukkan, pertumbuhan ekonomi di Eropa itu stagnan. Penyebanya sederhana. Orangnya habis, masyarakat rerata usianya semakin menua.

Dan tua itu identik dengan berkurangnya produktivitas. Sementara yang muda tidak mau punya anak, bahkan tidak mau repot berkeluarga. Kalaupun ada, malah menikah sesama jenis. Semua mau seks dan kesenangannya saja.

Dan ketika sekarang penduduknya semakin habis diserbu kaum Muslimin, ya, salahnya sendiri. Setiap yang menyimpang dari sunnatullah pasti binasa. Itu rumus baku. Di suatu desa di Italia, ada perayaan meriah oleh penduduk desa tersebut. Ada yang melahirkan bayi dan itu kelahiran pertama satelah 12 tahun.

3. Semakin bangkitnya kesadaran berislam

Hal yang juga mengembirakan adalah makin tumbuhnya kesadaran umat dalam berislam, sekecil apapun pertumbuhan itu. Mulai dari mereka yang semakin serius mengkaji Islam, menjamurnya majelis ilmu, mulai menggeliatnya sistem ekonomi syariah, atau juga makin maraknya wanita berjilbab. Padahal ini adalah sesuatu yang dahulu masih dianggap anah dan tabu. Jadi disamping kemaksiatan yang juga merajalela, semangat berIslam ini juga terus bertumbuh dan menguat.

4. Beralihnya peradaban agama

Hari ini, kita melihat perubahan masyarakat Barat akan ideologi dan aliran politik yang mereka yakini. Sentimen negatif terhadap figur pemimpin adikuasa Donald Trump menunjukkan bahwa masyarakat barat tampak sedang mencari alternatif baru, setelah sistem lama, yang dulu mereka sangka digdaya tak terkalahkan itu, mulai menunjukkan kelemahannya.

Krisis ekonomi yang tak bisa diteliti sebabnya, negara-negara yang bangkrut, bank-bank ribawi yang kolaps, dekadensi moral dan banyak lagi, penembakan-penembakan yang dilakukan oleh mereka sendiri. Realita itu semakin membuat gamang, dan tak usah heran kalau nanti akhirnya runtuh. Ini juga yang terjadi dengan ideologi komunisme yang dulu pernah berjaya sekarang juga jatuh.

5. Kegagalan upaya-upaya meghancurkan umat Islam

Di Bosnia, umat Islam dibantai. Tapi sekarang tetap saja banyak melimpah umat Islamya. Di Kasmir dan Rohingnya umat islam dimusuhi, tapi tak akan ada habisnya. Di Indonesia, gerakan missionaris cukup marak. Tapi yang memeluk Islam tanpa diminta sudah lebih banyak lagi.

Jadi, setiap upaya menghancurkan dan mengalahkan agama Allah ini pasti menemukan kegagalan. Dan, puncaknya, tentu saja di Palestina betapa tegar mereka bertahan dan terus bertambah, sementara orang Israel semakin frustasi.

Tepatlah apa yang dikatakan Alija Izetbegovic, mantan presiden Bosnia, “yang akan memenangkan pertempuran ini bukan yang membunuh lebih banyak. Tapi siapa yang bertahan hidup lebih lama.”.

Itulah beberapa tanda-tanda yang dapat disaksikan saat ini dengan begitu Islam dapat menjadi agama yang menyongsong masa depan kebangkitan umat Islam.

Namun tetaplah kebangkitan dan kemenangan Umat Islam hanya Allah-lah satu-satunya yang memberikannya. Maka dengan itu kita sebagai umat Islam harus terus berjuang, yaitu perjuangan yang dilandasi dengan keikhlasan dalam menjalankannya.

Jangan sekali-kali terkotori dengan kepentingan-kepentingan duniawi, yang dapat melalaikan perjuangan akan kebangkitan umat Islam dan mengotori jalanya kesucian perjuangan ini. 
___
*) TSABITA AULIA, penulis adalah mahasiswi penerima beasiswa entrepreneur (full scholarship) Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI (STEI SEBI) Depok jurusan Bisnis Syariah. Penulis juga merupakan alumni Madrasah Aliyah (MA) Nurul Islam, Semarang, Jawa Tengah. Beberapa bagian dari artikel menukil dari buku "100 Kultum Tematik Terbaik" karya M. As’ad Mahmud, Lc.

×