Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Zikir Idealnya Tak Hanya Divokalisasi Tapi Juga Diinternalisasi

Sabtu, 07 Maret 2020 | 15:06 WIB Last Updated 2020-03-08T08:11:31Z
JAKARTA - Bos Ayya Catering Musliadi Raja mengatakan setiap amalan ibadah yang dilakukan seperti zikir dalam keseharian mestinya tak hanya disuarakan atau divokalisasi oleh lisan, melainkan juga harus diinternalisasi dalam setiap pribadi muslim.

"Jangan sampai takbir yang kita teriakkan hanya vokalisasi, tapi ia juga harus menginternalisasi dalam diri kita," kata Musliadi dalam acara talkshow "Melahirkan Dai Progresif Beradab" dalam rangkaian pembukaan Muswil VII Pemuda Hidayatullah Jabodebek di Kota Depok, Sabtu (7/3/2020).

Menurut Musliadi, zikrullah yang terinternalisasi membentuk pribadi yang peduli dan simpatik kepada berbagai aspek kehidupan terutama di lingkungan di mana dia berada.

Sebaliknya, dzikir lisan yang tak sampai ke dalam jiwa, jelas Musliadi, menjadikan manusia abai terhadap lingkungan, tak punya rasa kepedulian dan sukar menyertakan diri dalam arus dakwah karena ia terjebak untuk hanya menonjolkan ego pribadinya.

"Kenapa ada sikap tak peduli bahkan enggan bersilaturrahim di lingkungan di mana kita berada, karena kita sudah terkanalisasi dengan kesibukan di kamar masing-masing. Kesibukan di masing-masing ini membuat kita abai dengan problem sosial di mana kita berada," kata Musliadi yang juga mantan Ketua Umum Pemuda Hidayatullah dua periode ini.

Musliadi menambahkan, kita memang harus selalu berusaha khusyuk dalam setiap ibadah ritual seperti shalat, tetapi pun juga harus sibuk bersilaturrahim dalam rangka berdakwah mengatasi masalah sosial masyarakat.

"Jangan terpenjara dengan pikiran sendiri sendiri. Kita ini adalah satu kesatuan jamaah kaum muslimin, jangan hanya mau bahagia sendiri dengan Islam. Islam untuk semua. Jangan ada ego spiritual. Jemput perubahan, jangan terbuai dengan mimpi," pungkasnya di hadapan peserta.

Di kesempatan yang sama, Ketua Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai) DKI Jakarta, Suhardi Sukiman, menyampaikan pentingnya peranan dai dalam membangun bangsa, memajukan umat dan meninggikan martabat agama.

Karena itu, lanjut dia, kegiatan workshop dai muda ini, diharapkan tidak saja dalam rangka meningkatkan kapasitas dan mutu pemuda dalam rangka menguatkan kiprahnya di tengah umat.

"Kegiatan ini penting diikuti agar ada sambungan lahiriyah dan bathiniyah untuk lahirnya kader dai yang mumpuni," tukasnya.
×