Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Bisnis Tetap Eksis Meski di Tengah Badai Krisis Covid-19, Bagaimana Caranya?

Kamis, 09 April 2020 | 10:57 WIB Last Updated 2020-04-09T03:57:54Z
Oleh Muzayyana Tartila*

PERTUMBUHAN ekonomi sebagai sebuah proses peningkatan dari output dari waktu ke waktu yang menjadi indikator sangat penting untuk mengukur keberhasilan pembangunan suatu negara.

Oleh karena itu identifikasi berbagai macam faktor yang mempengaruhi termasuk peran pemerintah menjadi menarik untuk dikaji didalamnya.

Sistem ekonomi merupakan cara yang dipakai oleh suatu negara untuk menyelesaikan atau menghadapi masalah dalam bidang ekonomi. Karena setiap negara memiliki sistem ekonomi yang berbeda beda, tergantung dari situasi dan kondisi yang sedang terjadi dinegaranya.

Berbicara tentang perekonomian, bahwasanya pada saat ini perekonomian yang sedang dihadapi oleh masyarakat sedang tidak baik-baik saja. Hal ini disebabkan karena wabah Novel Coronavirus (COVID-19) yang membuat masyarakat bingung untuk melakukan rutinitas yang biasa dilakukan sehari-harinya.

Dampak yang cukup krusial misalnya menimpa mereka yang berprofesi sebagai pedagang, yang mana transaksi ini dilakukan dengan banyak orang secara langsung.

Sementara untuk menghindari wabah tersebut salah satunya dengan tidak melakukan transaksi dengan orang-orang yang tidak dikenal dan mengindari dari perkumpulan orang-orang banyak atau keramaian.

Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-Cov-2). Wabah ini penyakit menular yang disebabkan oleh corana virus yang paling baru ditemukan.

Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui sebelum wabah dimulai di Wuhan, Cina pada bulan Desember 2019 dan masih berlangsung hingga saat ini. Virus ini masih berhubungan dengan penyebab SARS dan MERS yang sempat merebak beberapa tahun lalu.

Tentu wabah ini sangat memberikan dampak secara tidak lansung kepada negara-negara. Sehubungan dengan itu pula, banyak masyarakat yang sudah mulai mengurangi kegiatannya di luar. Masyarakat lebih memilih untuk menghabiskan waktunya secara online.

Selain itu dampak diperekonomian juga begitu sangat dirasakan di Indonesia sendiri, salah satunya menyebabkan kurs dollar terhadap rupiah meninggi hingga mencapai 16.000. Bahkan laporan dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan terjadi penurunan dalam minggu terakhir.

Melihat semua itu bahwasanya tantangan perekonomian saat ini sangatlah berat. Masyarkat dalam keadaan kondisi waspada dan sangat berhati-hati dengan membatasi berpergian dan konsumsi, tentunya hal ini berimpas kepada transaksi jual beli di pasaran. Dan berbagai macam elemen yang terkena imbas ialah restoran, pasar, pusat pembelanjaan, transportasi online, hingga para UKM.

Mekari, sebuah platform cloud, yang hadir untuk membantu memasarkan produk secara digital, optimasi proses bisnis, pengembangan produk dan pengelolaan SDM, punya solusi dalam meghadapi situasi yang cukup berat sepert sekarang ini.

Menurut VP Marketing Mekari, Standie Nagadi, isolasi diri di masa sekarang mengakibatkan banyak efek, salah satunya di ranah ekonomi. Salah satunya terdampak di kalangan pejuang UKM.

Menurut Standie, dimasa sekarang, penggunaan tekonologi akan menjadi solusi terbaik untuk membantu roda perekonomian UKM tetap berjalan.

Untuk itu, lanjut Standie, Mekari menghandirkan produk jurnal software akuntansi online berbasis cloud yang menyajikan sejumlah tips yang dapat diterapkan pelaku UKM dalam menghadapi tekenan ekonomi.

Selain bantuan modal, Standie melanjutkan, pemasaran melalui media sosial dan automasi pembukuan akan memudahkan UKM untuk menyusun strategi yang sekiranya tepat guna kelangsungan usaha saat ini dan ke depannya. Mekari pun berbagai tips bagi UKM untuk tetap bisa eksis di tengah wabah virus Corona.

Tips Pertama, manfaatkan media sosial sebagai channel utama penasaran. Di tengan himbauan menjaga social distancing, media sosial dapat menjadi salah satu cara dalam mempromosikan produk atau usaha yang dimilkinya.

Kedua, pastikan cashflow terjaga dengan sehat. Arus kas menjadi unsur paling penting dalam bisnis sehingga pemilik usaha harus mampu mengelola uang tunai secara optimal.

Ketiga, rencanakan ulang pendapatan dan pangkas anggaran biaya.  Pemilik usaha harus dapat memilah pos anggaran mana yang menjadi prioritas dan melakukan penyesuaian budget dengan kondisi saat ini untuk mengupayakan usaha tetap berjalan dengan risiko yang dapat diantisipasi.

Keempat, selalu monitor transaksi bisnis. Lakukan transaksi perbankan secara online di rumah pada masa ini. Melalui fitur Cash Link pada Jurnal, pemilik usaha dapat melakukan rekonsiliasi bank secara otomatis tanpa perlu repot mengunjungi kantor fisik

Kelima, perhatikan kondisi stok barang. Cek status persediaan barang secara berkala dan real time. Melihat itu semua, bahwasanya teknologi memegang peranan besar dalam keberlangsungan operasional.

Nah itulah sekelumit tips-tips agar bisnis tetap bertahan dimasa Covid-19 ini, pada intinya kita tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasanya dengan mengunakan bantuan teknologi.

____
*) MUZAYYANA TARTILA, penulis adalah staff Human Capital Manajemen KSEI IsEF SEBI
×