Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tim Jurnalistik Putri STIS Hidayatullah Gelar Pelatihan Jurnalistik Online

Jumat, 17 April 2020 | 20:30 WIB Last Updated 2020-04-19T04:40:00Z
BALIKPAPAN - Tim Jurnalistik Mahasiswi STIS Hidayatullah Balikpapan menggelar Kuliah WhatsApp (Kulwap) Literasi dalam rangka meningkatkan peran pemuda dan pemudi dalam pembangunan dan pencerahan bangsa di tengah pandemi Covid-19 yang digelar secara daring pada Jum'at (17/4/2020).

Pelatihan tersebut diinisiasi oleh Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah dalam kesempatan mengisi waktu-waktu emas di tengah pandemi Covid19 bekerjasama dengan Muslimat Hidayatullah Wilayah Khusus Gunung Tembak dan STIS Hidayatullah.

Kegiatan training jurnalistik online dengan tema "Gerakan Penguatan Literasi Dakwah dan Tarbiyah Kepemudaan" ini berjalan sangat interaktif dan disambut antusias oleh 38 peserta yang sudah mendaftar melalui penanggung jawab PSM Jurnalistik dan IT mahasiswi STIS Hidayatullah.

Adapun kegiatan dilaksanakan pada hari Jum'at, 17 April 2020. Pada pukul 14:00- selesai di Grup WhatsApp Kulwap Jurnalistik. Adapun narasumber berjumlah 3 orang yang mana mereka adalah para penggiat literasi dan penulis yang sudah banyak menghasilkan karya.

Pemateri pertama Ust Masykur Suyuti dengan materi "Menulis Sebagai Panggilan Iman". Dia menerangkan, menulis itu harus menghadirkan keimanan, sebab keimanan sumber segala kebaikan. Demikian hal tersebut akan menjadi dorongan mengapa kita harus menulis, pungkas beliau.

Selanjutnya, disambung pemateri kedua bersama Imam Nawawi yang mana kali ini beliau mengangkat tema "Menulis Artikel Tanpa Harus Kesel". Kata beliau, menulis karena panggilan iman, bikin kamu selalu ringan dan ingin membaca, berpikir, dan menulis. Hal tersebut bisa menjadi vaksin anti kesel.

Terakhir materi tersebut dilanjutkan oleh Ainuddin Chalik dengan tema "Menulis Berita Seindah Bercerita". Beliau berkata untuk bisa jadi penulis hanya menulis, menulis dan menulis. Menulis itu memang bukan perkara yang mudah. Maka perlu untuk merasakan diksi kata, rasa dan frasa.

Saat diskusi tentunya tidak pas jika tidak ada tanya jawab. Beberapa pertanyaan dilontarkan peserta. Beberapa bertanya bagaimana memulai sebuah tulisan, bagaimana untuk cinta menulis dan membaca, bagaimana jika tidak percaya diri akan hasilnya. Ada juga yang bertanya bagaimana jika menulis hanya sebagai hobby bahkan ada yang memulai tapi tidak kunjung usai.

Narasumber secara besar menggarisbawahi bahwa kegiatan literasi yang dalam hal ini menulis adalah yang tidak sederhana, tetapi juga sebenarnya muda. Diterangkan bahwa menulis sama dengan mengetik. Maka tulislah apa yang sudah dipikirkan, terlintas dan terlihat.

"Tidak perlu mengukur apakah tulisan tersebut berkualitas atau menulis jika sudah berbobot. Tentu semua ada proses. Tidak mungkin jika hanya menulis sekali, sudah ingin mendapatkan hasil yang berkualitas. Tidak apa-apa memulai awal yang brutal. Yang tidak tepat jika tidak pernah memulai".

Narasumber menegaskan bawhwa menulis bukan hanya untuk membuat karya, menjadi terkenal atau hanya untuk mendapatkan pujian. Tapi menulis adalah panggilan iman.

Imanlah yang akan mendorong kita untuk tetap mau menulis walau dengan keadaan apa saja. Harapannya kegiatan literasi ini adalah kesempatan emas terutama masa-masa lockdown.

Terakhir diskusi ini diakhiri dan diarahkan oleh moderator Ustdzah Sri Hartati kepada narasumber agar memberikan memberikan para peserta tugas sebagaimana materi yang telah diberikan. Tulisan apa saja, berita, artikel, maupun cerita penuh hikmah. Yang mana nantinya tulisan terbaik akan di post di majalah Mulia atau Hidayatullah.com.*/ Antria Susilawati, kontributor Nasional.news di Kaltim
×