Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

BMH Kaltim Kuatkan Harapan Pedagang Bakso Terdampak Covid-19

Rabu, 20 Mei 2020 | 02:19 WIB Last Updated 2020-06-10T02:33:50Z


BONTANG - Sejak 3 bulan lalu wabah coronavirus disease (Covid-19) melanda Indonesia. Tidak sedikit jumlah kerugian yang sudah timbul oleh wabah tersebut. Banyak masyarakat yang akhirnya kehilangan pekerjaan karena PHK oleh perusahaan tempat mereka mengais rejeki.

Toko pun banyak yang tutup. Pedagang gulung tikar. Anggaran penanganan pun ikut terkuras. Apatalagi masyarakat kecil yang hanya berjualan bakso keliling dari satu gang ke gang yang lain. Hal itulah diantaranya yang dialami oleh Nuryanto, salah satu pedagang bakso keliling di Bontang.

BMH Kaltim bersilarurrahim ke tempat jualan Nuryanto menjelang berbuka puasa sekaligus menyerahkan bantuan modal usaha untuk menguatkan harapannya untuk bangkit kembali setelah hampir 3 bulan ini mengalami kemerosotan pendapatan yang amat berpengaruh terhadap upaya pemenuhan nafkah keluarga sehari hari.

"Sebelum ada corona ini pak, jualan saya lancar. Bisa buat bayar kontrakan bahkan bisa nambah rombong juga untuk dipakai jualan sama teman, tapi semenjak ada corona ini sudah dua bulan gak jaulan," kata Nuryanto, Selasa sore (19/5/2020),

Kalau pun berjualan, hal itu lebih banyak bisa dilakukan Nuryanto di pinggir jalan dengan menempati sebuah lokal ruang kecil yang dekat dengan tempatnya mengontrak untuk tinggal bersama keluarganya.

"Itupun jarang yang beli karena orang harus di dalam rumah. Belum lagi kita tidak boleh masuk berkeliling menjajakan ke dalam komplek atau perkampungan karena katanya lagi lockdown gitu akibatnya jualan tidak laku," kata Nuryanto asal Malang ini.

Nuryanto mengatakan, modal yang dulu sempat dimilikinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan di pokok di rumah selama 2 bulan ini. Sekarang Nuryanto mulai berjualan lagi meskipun dengan segala keterbatasan yang ada.

Nuryanto mengalami kondisi yang cukup getir karena ia tak memiliki modal yang memadai untuk melanjutkan usahanya.

Jangankan buat modal, katanya, usaha buat beli beras saja harus gadai perabotan rumah tangga seperti TV, kulkas, handphone dan sempat juga menggadaikan emas yang merupakan harta benda yang amat berharga baginya.

"Dan sekrang bingung mau bayar cicilannya pak. Setelah saya keliling cari pinjaman gak dapat-dapat pak, saya ini putus asa sudah," kata Nuryanto seraya menyampaikan rasa haru dan terimakasihnya atas adanya bantuan modal usaha yang diberikan oleh BMH.

"Allahamdulillah terimaksih pak atas bantuannya, Insya Allah nanti kalau sudah lancar usaha saya, saya akan sisihkan sebagian keuntungan saya untuk saya infaqkan ke BMH, terimaksih BMH," ungkap Nuryanto.

Koordinator BMH Gerai Bontang, Hardi Rukmantara, mengatakan kondisi yang dialami oleh Nuryanto adalah salah satu dari sekian banyak masyarakat dengan ekonomi kelas bawah yang mengalami himpitan ekonomi di masa pandemi Corona saat ini.

"Allahamdulillah, kami dari Baitul Maal Hidayatullah memberikan harapan kepada beliau untuk bangkit lagi, dan mulai untuk jualan, dengan memberikan modal usaha," kata Hardi.

Hardi menambahkan, BMH sebagai lembaga amil zakat nasional terus berupaya menguatkan komitmennya untuk menjadi perantara kebaikan, memberi kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan ZISWAF menuju Indonesia yang lebih bermartabat.

Simak Video: Tebar Paket Ramadhan
×