Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Keharuan Berbagi Ketupat Lebaran untuk Warga Binaan Lapas Nusakambangan

Selasa, 26 Mei 2020 | 11:43 WIB Last Updated 2020-06-05T18:47:23Z
Suasana warga lapas membagikan dan menikmati sajian ketupat dan opor ayam pada momentum hari raya Idul Fitri 1441 di lapas Kembangkuning, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Foto: Istimewa)

CILACAP - Rasa haru bahagia nampak dari raut wajah seluruh penghuni Lapas Kembangkuning Nusakambangan, pasalnya lebaran kali ini berbeda dengan lebaran yang sudah-sudah. Hidangan ketupat lengkap dengan opor ayam terhidang untuk seluruh warga binaan.

Tidak hanya napi atau warga binaan muslim saja yang merasakan nikmatnya ketupat plus opor ayam, namun dirasakan juga oleh warga binaan yang beragama lain. Hal ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan kemenangan yang baru saja dirasakan.

Direktur Islamic Medical Service (IMS) Imran Faizin mengatakan, seperti halnya ketika hari raya tiba, jika para warga binaan pemasyarakatan di lapas yang lain dapat dikunjungi oleh keluarga dan orang tercinta, hal itu tidak demikian dengan penghuni lapas Nusakambangan.

Warga Binaan Pemasyarakatan yang berada di Lapas Kembangkuning merupakan warga binaan dengan kasus-kasus berat, namun telah mendapatkan pembinan yang baik sehingga sebagian besar mereka telah benar-benar hijrah dan melakukan taubatan nasuha.

"Sebagian besar mereka tidak dijenguk oleh keluarga maupun sanak family yang lain. Berbagai alasan tentunya melatar belakanginya," kata Imran Faizin dalam keterangannya diterima Nasional.news, Rabu (26/5/2020).

Warga lapas bergotong royong menyiapkan sajian ketupat untuk penghuni lapas Kembangkuning, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Foto: Istimewa)

Imran menyebutkan, kegiatan ini adalah kedua kalinya pihaknya dapat berpartipasi untuk dapat menghadirkan ketupat dan opor ayam saat hari raya untuk penghuni Lapas Kembangkuning Nusakambangan.

Namun, lanjut dia, kali ini pihaknya turut mengajak beberapa lembaga yang lain untuk turut berpartisipasi.

“Warga binaan merupakan saudara kita juga yang berhak untuk merasakan meriahnya hari raya, setidaknya mereka semua dapat merasakan hidangan ketupat dan opor ayam yang merupakan menu khusus yang hadir di hari raya,” pungkas Imran menambahkan.

Diantara penghuni lapas nampak Deni Setia Maharwan (48 tahun). Deni adalah salah satu ketua masjid/ takmir masjid Al Ikhlas Lapas Kembangkuning sekaligus kordinator pesantren.

Deni sendiri adalah khatib juga imam shalat sehari hari. Ia sudah menjalani 21 kali lebaran di lapas di sebanyak 7 lapas berbeda.

Salah satu warga binaan lapas Kembangkuning Ahmad Falah (52 tahun) mengaku membuat dirinya terhibur atas tersajinya ketupat lebaran.

Suasana warga lapas memasak menu sajian opor ayam dan ketupa untuk penghuni lapas Kembangkuning, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Foto: Istimewa)

"Dengan adanya ketupat lebaran ini mengibur kami, karena kami tidak dikunjungi oleh keluarga karena ada wabah Covid 19. Bagi saya tiada lebaran tanpa ketupat," selorohnya sambil tertawa.

Lain halnya dengan Muhammad Fitrah Abdullah (46 tahun) terpidana kasus narkoba, ia mengaku sangat senang dengan adanya hidangan lebaran di lapas kali ini.

"Alhamdulillah, rasanya enak dan banyak sehingga kami semua kenyang. Mudah-mudahan tahun depan ada lagi," ucapnya penuh harap.

Sementara itu, Kalapas Kembangkuning Unggul Waluyo Saputro menyampaikan terimakasih kepada IMS dan berbagai pihak lainnya seperti Havara Foundation, Yayasan Berdayakan Sesama (YBS), Salsabila dan DonasiRakyat.id.

"Saya ucapkan terimakasih atas perhatiannya kepada WBP Lapas Kembangkuning. Ditengah wabah Covid 19 diluar, masih ada perhatian untuk WBP yg ada di lapas," ucap Unggul. 

Dalam kegiatan ada 900 janur dicari WBP asimilasi keluar lapas dikawal petugas yang berada di sekitar Nusakambangan. Adapun sebanyak 56 kg ayam pejantan dibeli di Cilacap oleh petugas dapur yang disajikan untuk penghuni lapas.
×