Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Sedihnya Guru Ngaji Ini Anaknya Lahir Tak Punya Lubang Anus

Rabu, 20 Mei 2020 | 08:15 WIB Last Updated 2020-05-20T02:35:18Z
JAKARTA - Semua orangtua tentunya sangat berharap anak yang dititipkan kepadanya terlahir dengan sempurna tanpa ada kekurangan sedikitpun. Namun bagaimana jika jabang bayi yang kelahirannya sudah dinanti semenjak 9 bulan lebih lahir dalam kondisi kurang.

Orangtua mana yang tidak sedih melihat kenyataan anaknya lahir dalam kondisi abnormal. Hal itulah yang dirasakan pasangan Ilham Andri Saputra (30 tahun) dan Widi Maulida (23 tahun). Putra pertamanya terlahir tanpa memiliki lubang dubur (anus).

Betapa syok dan kagetnya mereka. Harapan segera menimang bayi yang sudah lama dinanti kehadirannya, sirna. Suka cita yang sempat datang berubah menjadi kesedihan yang mendalam.

Pada tanggal 23 Ramadhan 1441 H bertempat di rumah sakit Bunda Aisyah, Indihiang, Tasikmalaya, Jawa Barat, lahir putra pertama dari pasangan ini dengan proses persalinan cesar. Hal ini ditempuh dikarenakan air ketuban sudah habis sehingga operasi cesar merupakan jalan keluar terbaik.

Alhamdulillah proses persalinan berjalan dengan lancar. Bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat 2,5 kg dan panjang 45 cm lahir tepat pukul 16.30 WIB. Bayi itu diberi Muhammad Rafka Saputra.

Tentulah kebahagiaan kedua orang tua beserta keluarga yang selama ini menanti kehadiran Rafka turut menyertai. Namun tidak lama setelah rasa bahagia itu hadir, datanglah rasa kesedihan yang cukup mendalam bagi ortu dan keluarga besar.

Sekilas dari  fisik tidak nampak ada hal yang ganjil sedikitpun dari sang jabang bayi, namun setelah diperiksa secara seksama ditemukanlah kekurangan. Rafka terlahir tanpa memiliki lubang anus. Dokter yang menangani memerintahkan untuk 1x24 jam agar segera dilakukan tindakan operasi lanjutan untuk membuat jalur keluar sementara.

Dikarenakan RS Bunda Aisyah Tasikmalaya tidak memiliki perlatan memadai, akhirnya Rafka dirujuk ke rumah sakit provinsi yang berada di kota Bandung Jawa Barat.

Berbagai upaya dilakukan Ilham untuk yang terbaik bagi Rafka, diantaranya dengan mencari pinjaman kesana kemari. Dana simpanan yang dimiliki Ilham untuk proses persalinan hanya sebesar Rp. 10.000.000, dia beranggapan bahwa Rafka akan lahir secara normal.

Tanpa fikir panjang Ilham menyetujui saran dokter untuk membawa bayi Rafka ke Bandung. Langkah cepat dan terbaik untuk kebaikan sang buah hati mesti diambil, ditemani ibu mertua Ilham membawa Rafka ke RS Hermina Pasteur Bandung. Sementara Widi sang istri ditemanin keluarga yang lain masih mendapatkan perawatan di RS Bunda Aisyah Tasikmlaya.

Sesampainya di Bandung, Rafka langsung mendapatkan penanganan oleh pihak medis. Pada Ahad siang, bayi Rafka telah menjalani operasi tahap I untuk pembuatan jalan keluar kotoran sementara lewat perut. Operasi di RS Hermina Pasteur Bandung Jawa Barat berjalan dengan baik dan lancar, dimulai pada pukul 12:00 WIB dan selesai pada pukul 14:30.

Alhamdulillah kondisi Bayi pasca operasi hingga sekarang dalam kondisi stabil dan sadar. Kini bayi Rafka mendapatkan perawatan di ruang NICU RS Hermina Pasteur.

Sampai saat ini, Ilham telah mengeluarkan dana sebesar Rp. 12.000.000 selama sehari di RS Hermina Pasteur. Berdasarkan informasi biaya untuk proses tindakan operasi sebesar Rp. 35.000.000.

Kemudian untuk biaya perawatan di ruang NICU sebesar Rp.5.000.000 – Rp. 9.000.000 per harinya. Perkiraan akan berada di ruang tersebut selama kurang lebih 5 hari (tergantung kondisi bayi). Jadi diperkirakan selama di Bandung membutuhkan biaya minimal sebesar Rp.60.000.000 (enam puluh juta).

Bagi Ilham yang pekerjaan sehari-harinya sebagai guru mengaji di wilayah Jakarta Utara, beban pembiayaan tersebut merupakan jumlah yang sangat besar. Mengingat tindakan untuk Rafka sang buah hati tidak cukup sekali. Berdasarkan informasi dari pihak medis, masih dibutuh 2 atau 3 kali operasi lagi agar hasil sesuai dengan yang diharapkan semua.

Pada bulan suci yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan ini, kami mengajak Bapak, Ibu dan para sahabat sekalian untuk dapat berperan menyelamatkan generasi bangsa yang sedang berjuang hidup untuk memiliki lubang anus.

Mari kita sisihkan dana terbaik kita untuk membantu sesama yang saat ini sedang membutuhkan uluran tangan kita. Rupiah yang kita keluarkan akan sangat berharga untuk kehidupan dan masa depan bayi Rafka.

Donasi untuk Muhammad Rafka Saputra dapat disalurkan melalui rekening Mandiri 006 000 7373 297 Atas nama Yayasan Layanan Kesehatan Islam. Konfirmasi dan informasi perkembangan bayi Rafka bisa menghubungi IMS Center yang terus mengawal proses ini di line mobile phone 0813-8835-3030 atau email [email protected]

Simak Video: Kurma Untuk Warga Lapas
×