Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Perahu untuk Kuatkan Dakwah Ustadz Sulaiman di Kepulauan Aru

Selasa, 09 Juni 2020 | 14:30 WIB Last Updated 2020-06-10T01:12:01Z
Ustadz Sulaiman mengguakan kapal untuk berdakwah ke berbagai titik gugusan pulau di Kepulauan Aru (Foto: Istimewa/ Nasional.news)

MALUKU - Kabupaten Kepulauan Aru adalah salah satu kabupaten di provinsi Maluku. Ibukota kabupaten ini terletak di Dobo. Di kawasan inilah Ustadz Sulaiman mendapatkan tugas mengemban amanah dakwah.

Alamnya sebagai daerah yang eksotik begitu unik dengan gugusan pulau-pulaunya yang menawan. Namun dibalik itu, hal itu menjadi spesial bagi Sulaiman.

Bagaimana tidak, dengan gugusan lebih dari 100 pulau kecil, membuat dakwah Sulaiman yang selain menantang, juga sarat dengan haru biru. Saban waktu pria 37 tahun harus berjibaku dengan ombak laut. 

"Jadi pergerakan ekonomi sangat ditentukan oleh kapal-kapal atau perahu dari desa ke desa. Dan begitu pula pergerakan dakwah, tidak lepas dari tranportasi laut. Inilah yang membedakan kabupaten Aru ini dengan daerah lain," kata Sulaiman seperti dikutip laman Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai), Selasa (9/6/2020).

Sulaiman mengatakan, transportasi laut memang sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat baik untuk pemenuhan keperluan ekonomi maupun interaksi sosial masyarakat. Sehingga wajar jika transportasi laut hampir sama jumlahnya dengan transportasi darat yang ada di kota Dobo.

Tiada kesibukan Sulaiman yang menyita waktu dan perhatiannya selain berdakwah. Lelaki kelahiran Bone, Sulawesi Selatan ini sudah memulai debut di Maluku sejak 2 tahun lalu.

Selain memenuhi permintaan mengisi kajian dakwah rutin ke berbagai titik pulau, Sulaiman membina salah satu dusun yang bernama Jerukin di Desa Maikor.
Ust Salaiman dan masyarakat binaannya (Foto: Istimewa/ Nasional.news)

Penduduk desa Makor heterogen dengan agama Islam dan Kristen. Mereka hidup rukun bahkan mereka tinggal satu rumah. Kata Sulaiman, harmoni tersebut terus terawat dan menjadi teladan dalam toleransi.

Sulaiman menyelesaikan pendikan SD dan Mts di Pesantren Hidayatullah Balikpapan. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Madrasah Aliyah di Makassar dan juga menyelesaikan pendidikan tingginya di kota Daeng tersebut.

Dai 6 orang anak ini terus menguatkan dakwah di Aru dengan merintis pesantren sebagai pusat dakwah dan pendidikan di Dobo yang dipersiapkan untuk generasi dari pulau pulau.

Namun, selalu ada rintangan dalam dakwah. Demikian pula yang dihadapi Sulaiman. Masyarakat Aru tidak saja menghadapi dampak pandemi Covid-19 yang cukup mempengaruhi siklus sosial ekonomi, mereka juga mengalami keterbatasan pergerakan apalagi di musim ombak dimana laut tidak bersahabat sehingga banyak kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi.

"Sehingga untuk memaksimalkan tugas sebagai dai, kami mulai mencari lokasi di kota Dobo dan Alhamdulillah kami suda mendapatkan lokasi. Sekarang kami merintis pesantren di kota Dobo yang nantinya kami persiapkan untuk anak anak dari pulau pulau," kata Sulaiman.
Ust Sulaiman menjadi khatib dalam satu ibadah shalat Jum'at di Kepulaian Aru (Foto: Istimewa/ Nasional.news)

Sulaiman mengatakan, meskipun ia sedang konsentrasi merintis pesantren tapi dirinya masih membutuhkan perahu untuk sewaktu-waktu bisa dipakai berdakwah ke pulau sekaligus memperkenalkan pesantren kepada masyarakat karena di daerah ini belum ada pesantren.

Dia mengisahkan, pernah ada dermawan yang memberikan perahu kepadanya untuk keperluan dakwah dari desa ke desa. Kapal tersebut dirasakan betul sangat besar manfaatnya untuk mobilitas dakwah di tengah kawasan Aru yang memang berupa gugusan pulau.

Setelah lama dipakai, rupanya kapal itu mulai mengalami kendala. Usia kapal yang memang sudah tua membuatnya sering mengalami kebocoran di sana sini. Akibatnya, agenda perjalanan dakwah ke pulau acapkali tertunda.

Syukurnya, meski sudah tua dan kerap mengalami kendala kala digunakan menembus lautan untuk menjumpai saudara-saudaranya di berbagai pulau, mesin kapal tersebut masih kokoh digunakan.

Sulaiman pun kini terus berupaya mencari kapal baru untuk menggantikan armada laut tua sebelumnya yang lebih sering ngadat. Ia beberapa kali menemui sejumlah pembuat kapal, namun ia belum berhasil karena masih nihilnya anggaran yang dibutuhkan.
×