Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Dewan Masjid Sebut Perlu Kesadaran Kolektif Hadapi New Normal

Selasa, 02 Juni 2020 | 18:36 WIB Last Updated 2020-06-05T18:31:55Z
Ketua Pemuda Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang juga Wakil Ketua Timnas Penanggulangan Covid-19 PP DMI, Arief Rosyid Hasan, dalam tayangan prime time Metro TV, Selasa, 2 Juni 2020 (Foto: Tangkapan layar/ Nasional.news)

JAKARTA - Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah mengeluarkan surat edaran berisi seruan untuk kembali membuka masjid yang sempat ditutup karena pandemi virus corona.

DMI menyerukan masjid dibuka untuk ibadah salat wajib lima waktu dan Salat Jumat. DMI memberikan beberapa catatan, agar pengurus masjid tetap menjalankan protokol kesehatan dan mengikuti perkembangan informasi mengenai Covid-19.

Dalam rangka hal itu, Ketua Pemuda Dewan Masjid Indonesia (DMI) Arief Rosyid Hasan menyebutkan pentingnya kesadaran kolektif dalam menghadapi penyebaran wabah covid-19 di masa new normal.

“Kita harus tetap patuh dan disiplin secara kolektif agar, sekali lagi, transmisi Covid-19 bisa kita hambat penyebarannya,” kata Arief seperti dikutip dari wawancara dengan Metro TV, Selasa (2//6/2020).

Wakil Ketua Timnas Penanggulangan Covid-19 PP DMI ini mengatakan keluarnya edaran DMI untuk kembali membuka masjid juga disertai dengan mekanisme protap yang mengacu kepada keputusan Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum lama ini.

Dia menegaskan, untuk memutus transmisi Covid ini ini maka kita harus punya kesadaran kolektif untuk bersama bekerja sebaik-baiknya. Ia pun mengajak semua pihak untuk bisa menghimbau kepada umat agar tetap mematuhi protokol.

“Karena itu, konsekuensinya tentu tetap dengan pembatasan jumlah. Kemudian dengan menggelar dua waktu gelombang (shalat Jum’at) jika jumlahnya jamaah banyak, ini bentuk keseriusan kita untuk memutus transmisi penyebaran Covid-19,” katanya.

Sejak awal begitu ada informasi bahwa fasilitas publik akan mulai dibuka, DMI segera berkonsolidasi hingga ke daerah-daerah.

Menurut Arief, pengurus pengurus masjid di daerah menjadi representasi sebagian pengurus dewan masjid dan pengurus MUI ada juga yang kepala daerah yang dalam hal ini Gubernur wakil gubernur dan beberapa Bupati.

“Sehingga konsolidasi kita untuk menginformasikan apa saja yang menjadi kebijakan Dewan Masjid dalam hal ini itu sangat mudah terdistribusi bahkan sejak semalam kami sudah mendapatkan informasi bahwa surat edaran yang dikeluarkan Dewan Masjid sudah sampai ke daerah-daerah,” kata Arief.

Kesigapan pengurus masjid masjid daerah itu juga karena mengingat masyarakat dan umat Islam pada khususnya itu selama ini sudah rindu dengan ibadah di masjid.

“Ya bayangkan 3 bulan umat Islam tidak bisa ke masjid. Dalam hal ini ada komitmen tinggi sehingga dengan itu juga insya Allah akan bisa mematuhi protokol-protokol yang kita keluarkan,” imbuhnya.

Sejak awal DMI dibawah kepemimpinan Jusuf Kalla dan Syafruddin selaku wakil ketua umum memang sangat responsif mengatasi pandemk Covid-19 ini dan terakhir dengan dikeluarkannya edaran ketiga Dewan Masjid Indonesia yang protap yang diatur mengacu pada surat edaran Menteri Agama dan fatwa MUI tentang protokol kesehatan.

Diantara protap itu adalah upaya jaga jarak dimana sebagaimana Surat Edaran DMI dengan Nomor 104/PP-DMI/A/V/2020 tentang Edaran ke-III dan Jamaah dalam The New Normal yang yang membatasi kapasitas masjid selama pelaksanaan kebijakan normal baru atau new normal yaitu 40 persen dari daya tampung jamaah biasanya. Karena ketentuan jaga jarak minimal satu meter maka daya tampung masjid hanya 40 persen.

Kemudian, bagi daerah yang padat penduduk ibadah shalat Jumat dilaksanakan dua gelombang. Selain membuka masjid untuk ibadah shalat lima waktu dan Shalat Jumat, DMI juga menyerukan sejumlah hal yaitu menjaga keselamatan jamaah dengan menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, DMI juga menyerukan agar mengenakan masker dari rumah, membawa sajadah atau sapu tangan sendiri dan keperluan lainnya. Pengurus masjid diminta disiplin untuk membersihkan lantai rumah ibadah dengan karbol dan disinfektan serta menyiapkan cairan pembersih tangan.

Lebih jauh, surat ederan itu tersebut juga mendorong masjid-masjid untuk meneruskan fungsi sosialnya dengan menampung zakat dan infak dari masyarakat baik uang atau pun sembako serta mendayagunakan semaksimal mungkin untuk peningkatan imunitas kesehatan jamaah.

Selanjutnya DMI juga meminta agar menyiagakan masjid sebagai pos reaksi cepat jika ada jamaah yang tertular COVID-19 dengan memperkuat moto DMI "Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid".

Serta DMI juga menyerukan jamaah yang sedang sakit, batuk, demam, sesak napas dan mengalami gejala flu agar melaksanakan ibadah di rumah masing-masing hingga dinyatakan sembuh.
×