Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Mengenal Darman bin Djokromo, Pewakaf Lahan Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak

Senin, 08 Juni 2020 | 15:27 WIB Last Updated 2020-06-10T02:39:27Z
Darman bin Djokromo (Foto: Facebook Ummul Qura Hidayatullah Gunung Tembak)

Darman bin Djokromo adalah salah satu tokoh sentral berdirinya Pesantren Hidayatullah dan merupakan pewakaf daripada lahan pendirian Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Kelurahan Teritip, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Asnawi Arbain yang juga dikenal sebagai penyokong utama dakwah, ketika ia mendapat laporan ada lokasi yang ditemukan sebagai lahan untuk didirikan pesantren Hidayatullah, Walikota Balikpapan periode 1974-1981 ini segera meluncur menemui Darman, pemilik tanah di Gunung Tembak.

“Tanah ini adalah milik saya, Pak. Di dalamnya pernah saya buka usaha pembakaran batu bata, tapi sekarang sudah berhenti,” ujar Darman kepada Asnawi, seperti dikutip dari situs Hidayatullah.com, Kamis, 1 Agustus 2013.

Usai mendapat penjelasan dari Walikota Asnawi perihal keberadaan dan kebutuhan pesantren Hidayatullah akan lokasi dakwah, Darman tiba-tiba menangis.

Antara sedih dan haru. Hanya saja tak ada yang tahu, mengapa Darman menangis ketika itu. Hingga beberapa tahun berselang, Darman lalu menjelaskan.
Lokasi Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak (Foto: Wikipedia)

“Sudah dua tahun lamanya saya pernah bermimpi didatangi orang berpakaian putih dengan muka yang bercahaya. Sejak itu saya tidak pernah lagi makan nasi. Saya hanya makan buah-buahan dan minum air putih. Saya juga tidak tahu mengapa saya berbuat demikian. Hanya dalam hati saya ada perasaan bahwa ini pasti kebaikan yang akan muncul di tempat ini,” tutur Darman, yang juga ketua RT setempat.

Singkat kata, Walikota memberi instruksi kepada Abdul Muin, S.H, Kepala Agraria Balikpapan meninjau langsung lokasi bersejarah tersebut. Akhirnya, tepat tanggal 3 Maret 1976, Gunung Tembak menjadi lokasi baru Pesantren Hidayatullah.

Selang dua hari, Darman resmi menyerahkan tanahnya yang kelak menjadi lahan berdirinya Pesantren Hidayatullah. Tercatat, lokasi tersebut seluas 5,4 Ha dan diserahkan pada hari Sabtu, 5 Maret 1976.

Atas inisiatif Walikota, Darman diberangkatkan ke Tanah Suci bersama istrinya untuk naik haji. Sepulang haji, nama Darman lalu diubah menjadi H. Darmawan.


(Artikel ini adalah tulisan rintisan (stub) bagian dari proyek database profil dan biografi tokoh di kanal portal Nasional News. Pembaca bisa berkontribusi melakukan penyempurnaan dengan mengirimkan materinya ke email [email protected])
×