Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Perkembangan Kasus Gagal Umroh Travel Al-Ghaniy Assalam, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Selasa, 30 Juni 2020 | 17:30 WIB Last Updated 2020-07-01T04:54:15Z
Jamaah gagal umroh travel Al Ghaniy Assalam bersama kuasa hukum di depan Polres Metro Bekasi Kota di Mapolres Metro Bekasi (Foto: Istimewa)

BEKASI - Setelah lebih dari satu tahun laporan dugaan penipuan yang dilakukan oleh penyelenggara travel haji dan umroh Al-Ghaniy Assalam terhadap 57 orang akhirnya mendapat titik terang. Kasus jamaah calon umroh yang gagal berangkat lewat travel yang beralamat di Cipinang Besar, Jatinegara, Jakarta Timur ini memasuki babak baru.

Hal tersebut setelah Selasa (30/06/20) para pelapor yang didampingi kuasa hukum mereka, Dudung Amadung Abdullah dan Hidayatullah diterima oleh IPTU Syahnil Chaniago, Unit Krimsus Polres Metro Bekasi Kota di Mapolres Metro Bekasi.

Hasil pertemuan tersebut tim kuasa hukum pelapor mendapat penjelasan dari Unit Krimsus bahwa Polres Metro Bekasi Kota komitmen untuk menyelesaikan laporan para korban yang sudah disampaikan sejak 04 April 2019.

Dudung mengatakan, Polres telah menyatakan komitmennya akan mendudukan perkara tersebut sesuai aturan hukum sehingga keadilan yang diharapkan para jamaah bisa terwujud.

Dia menyebutkan, dari hasil gelar perkara yang dilakukan petugas, sudah ditetapkan tiga orang tersangka dalam kasus tersebut, dimana nama-namanya akan diumumkan langsung oleh pihak Polres.

"Dalam waktu dekat Unit Krimsus Polres Metro Bekasi Kota akan segera melimpahkan berkas tahap I ke Kejaksaan Negeri, sehingga proses terhadap kasus tersebut segera mendapatkan kepastian hukum," kata Dudung dalam keterangannya diterima Nasional.news, Selasa (30/06/2020).

Terkait nama-nama tersangka yang sudah ditetapkan oleh penyidik, Dudung menjelaskan bahwa hal itu kewenangan pihak kepolisian untuk mengumumkannya. Ia sendiri enggan untuk menyebut ketiga nama tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Dudung dan Hidayatullah bersama calon jamaah umroh menyampaikan apresiasi atas kinerja Polres Metro Bekasi, khususnya Unit Krimsus yang sudah mengurai benang kusut kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh Travel Al-Ghaniy Assalam.

“Ini bukan perkara mudah karena menyangkut beberapa orang terkait, terlebih pemilik travel tersebut wafat saat kasus ini berjalan, sehingga untuk mengungkap orang-orang yang terlibat dalam jaringan penipuan tersebut sudah pasti ada kendala,” ungkap Dudung.

Sementara Hidayatullah, salah satu kuasa hukum yang hadir menambahkan bahwa selain kliennya yang 57 orang dari Kota Bekasi, sekarang ini sudah bersiap ratusan orang lainnya dari beberapa daerah di Indonesia untuk melaporkan travel Al-Ghaniy Assalam karena kasus penipuan baik terkait umroh maupun haji, dengan uang calon jamaah yang ditipu mencapai milyaran rupiah.

"Para calon jamaah sampai dengan sekarang tidak diberangkatkan,” kata Hidayatullah.

Sebagaimana diketahui, travel Al-Ghaniy Assalam disebut selama ini membuka pendaftaran bagi calon jamaah umroh dan haji diberbagai daerah di Indonesia dengan biaya yang murah.

Pihak Al-Ghaniy mengiklankan bahwa biaya murah terjadi karena ada subsidi dari Pengusaha di Timur Tengah untuk membantu calon jamah dari Indonesia.

Atas iklan tersebut banyak calon jamaah yang tertarik dan menyetor uang, namun faktanya para jamaah tidak bisa berangkat.
×