Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Sandiaga, Kang Aher Hingga Gamal Pembicara Dialog Nasional GiGa

Selasa, 30 Juni 2020 | 13:38 WIB Last Updated 2020-07-01T07:33:58Z
Dialog Nasional virtual bertajuk Ketahanan dan Perlindungan Keluarga Dalam Konteks Perubahan Global Dan Pandemi Covid-19 (Foto: tangkapan layar Zoom)

JAKARTA - Pengusaha yang juga tokoh perubahan Sandiaga Salahuddin Uno dan tokoh milenial dr. Gamal Albinsaid menjadi pembicara dalam acara Dialog Nasional virtual bertajuk "Ketahanan dan Perlindungan Keluarga Dalam Konteks Perubahan Global Dan Pandemi Covid-19" digelar Perhimpunan Penggiat Keluarga (GiGa) Indonesia, Selasa (30/6/2020).

Pada sesi kedua membicarakan tentang topik peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga Indonesia, Sandiaga Uno menyoroti dampak covid terhadap ekonomi keluarga.

Dia memandang pandemi Covid 19 ini menyebabkan menurunnya daya beli keluarga. Sebab itu ia melihat perlunya mendorong sinergi berbagai pihak dalam menyelamatkan ekonomi keluarga misalnya dengan bantuan sosial dan intervensi sosial.

Dampak Covid 19 terhadap kesehatan keluarga menjadi pembahasan yang disampaikan oleh dr. Gamal Albinsaid.

Menurut dr Gamal Albinsaid, anggaran rumah tangga untuk kesehatan perlu lebih diperhatikan diantaranya anggaran kesehatan promotif, preventif dan kuratif.

Gamal menjelaskan, kesehatan merupakan unpredictable cost karena banyak penyakit yang bisa memiskinkan.

Karena itu, Gamal mengemukakan diperlukannya reformasi pembiayaan kesehatan berbasis keadilan, dan proporsi yang seimbang. "Situasi pandemik ini butuh tanggung jawab moral masyarakat dengan melakukan inisiatif sosial," ujarnnya.

Sementara, Ahmad Heryawan dari Persatuan Umat Islam (PUI) yang biasa dipanggil kang Aher membahas tentang titik kritis dan strategi pendidikan untuk membangun generasi yang berkualitas.

Menurut Aher, strategi dalam menghadapi titik kritis pendidikan adalah melalui introduksi nilai keluarga dengan melakukan persiapan pranikah, memperhatikan kesehatan reproduksi dan membuat perencanaan keluarga.

"Agar masa depan bangsa dapat dimulai dari kebaikan dan kehebatan keluarga," imbuhnya memungkasi
×