Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Dialog Nasional Giga Cetuskan Dewan Nasional Ketahanan Keluarga

Selasa, 30 Juni 2020 | 22:52 WIB Last Updated 2020-07-01T07:37:48Z
Dialog Nasional virtual bertajuk Ketahanan dan Perlindungan Keluarga Dalam Konteks Perubahan Global Dan Pandemi Covid-19 (Foto: tangkapan layar Zoom)

JAKARTA - Dialog Nasional virtual bertajuk "Ketahanan dan Perlindungan Keluarga Dalam Konteks Perubahan Global Dan Pandemi Covid-19" digelar Perhimpunan Penggiat Keluarga (GiGa) Indonesia mencetuskan lahirnya Dewan Nasional Ketahanan Keluarga (DNKK), Selasa (30/6/2020).

Menutup sesi acara dialog nasional, Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti yang memimpin Perhimpunan Penggiat Keluarga (GiGa) Indonesia menyampaikan tentang Dewan Nasional Ketahanan Keluarga atau DNKK.

Dia menjelaskan, DNKK adalah lembaga yang dibentuk oleh para pihak non pemerintah yang terdiri dari akademisi, peneliti, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, lembaga keagamaan, media, dan dunia usaha yang mengemban fungsi dan amanat khusus terkait peningkatan efektifitas, pencarian upaya terobosan dan percepatan pembangunan ketahanan keluarga.

Menurut Euis, DNKK akan menjadi mitra strategis pemerintah untuk menyediakan saran dan rekomendasi terkait peta jalan perencanaan jangka panjang dan menengah, rekomendasi pembinaan, pengawasan, dan pengendalian, dan rekomendasi efektifitas, terobosan, dan percepatan pembangunan ketahanan keluarga.

"Mari bersama bergandengan tangan mengembalikan kedudukan keluarga sebagai unit sosial terkecil sebagai pembangun masyarakat madani," ungkapnya.

Diutarakan bahwasanya ada tiga kedudukan keluarga pada suatu bangsa yakni keluarga sebagai pondasi masyarakat, keluarga sebagai pilar bangsa, dan keluarga sebagai wadah pembentuk SDM berkualitas.

Dia mengatakan, kondisi dan isu sosial, ekonomi, politik, budaya serta keamanan global sangat memengaruhi ketahanan keluarga. Oleh sebab itu, keluarga perlu mendapatkan perlindungan dari berbagai ancaman dan tantangan yang berkembang.

Euis menyebutkan, berbagai data dan hasil kajian selama masa pandemic covid-19 terkait keluarga menunjukkan besarnya kerentanan dan potensi krisis yang dihadapi keluarga. Adanya pandemi covid-19 banyak orangtua kehilangan lapangan pekerjaan dan penghasilan.

Akibatnya, terjadi penurunan ketahanan ekonomi dan sosial keluarga yang tentunya akan berpotensi terjadinya tingginya gejala stress dan menurunnya kesejahteraan psikologis keluarga.

"Beragamnya permasalahan yang dihadapi keluarga Indonesia maka perlu dilakukan percepatan pembangunan keluarga menuju keluarga berkualitas, keluarga yang memiliki ketahanan," tukas dia.

Namun, persoalan ini tidak bisa ditangani sendiri oleh Pemerintah. Disinilah perlunya berjejaring menghimpun kekuatan dan bersinergi melakukan gerakan peningkatan ketahanan keluarga Indonesia.
×