Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Politani Samarinda Gelar Pelatihan Pengolahan VCO bagi Tani Muda Santan

Selasa, 14 Juli 2020 | 19:25 WIB Last Updated 2020-07-18T13:02:09Z
Peserta mengikuti praktik pelatihan teknologi pengolahan virgin coconut oil (Foto: Humas Politani)

SAMARINDA - Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Samarinda menggelar pelatihan teknologi pengolahan virgin coconut oil (VCO) atau minyak kelapa murni dan analisa usaha guna meningkatkan nilai ekonomi komoditi kelapa bagi komunitas Tani Muda Santan. 

Pelatihan ini digelar di laboratorium Pengolahan Program Studi Teknologi Hasil Perkebunan Jurusan Teknologi Pertanian Politani yang berlangung intensif selama sehari, Selasa (14/07/2020).

Acara ini diikuti 10 orang peserta yang berasal dari kelompok Tani Muda Santan, Dusun Kampung Masjid, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Beberapa mahasiswa ikut mendampingi dan juga beberapa dosen.

Humas Politani Samarida Andi Lisnawati dalam keterangannya kepada media ini, mengatakan Kegiatan ini bertujuan untuk melatih generasi muda yang tergabung dalam komunitas petani muda Santan untuk bisa mengolah kelapa yang banyak tumbuh di daerahnya menjadi produk yang bernilai ekonomis.

"Selain itu, kegiatan ini untuk mendapatkan pengetahuan tentang berbagai manfaat kelapa," kata Lisnawati.

Sekretaris Jurusan Teknologi Pertanian Politani, Anis Syauqi, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada komunitas Tani Muda Santan yang telah memilih dan mempercayakan pelatihan ini kepada Politani Samarinda.

Pada kesempatan itu Anis menjelaskan tentang profil Politani, jurusan dan program studi serta laboratorium yang dimiliki salah satunya adalah Laboratorium Pengolahan Hasil Perkebunan yang telah banyak mengolah berbagai produk pertanian maupun perkebunan menjadi lebih bernilai ekonomis dan memiliki daya simpan yang lebih baik dibanding jika dikomsumsi dalam bentuk segar saja.

"Produk yang dihasilkan dari laboratorium pengolahan seperti VCO, nata de coco, minyak atsiri, sabun aromaterapi dan banyak lagi," kata Anis seraya berharap komunitas Tani Muda Santan bisa mengembangkan VCO di desanya. Sebab, menurutnya, Desa Santan terkenal dengan sumber daya kelapa yang melimpah.

Ketua komunitas Tani Muda Santan Taufik Iskandar dalam kesempatan sambutannya mengemukakan apresiasi dan terimakasih kepada Politani Samarinda yang telah menggelar pelatihan ini. Taufik mengatakan suatu kebahagiaan tersendiri bisa hadir dan mengikuti pelatihan ini.

"Di desa kami banyak kelapa dan hanya dijual langsung dengan harga murah. Belum ada upaya mengolah lebih lanjut, sehingga ini adalah kesempatan untuk kami anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas Tani Muda Santan untuk belajar teknologi pengolahan VCO yang nantinya akan kami kembangkan di desa," ungkap Taufik.

Selain itu Taufik juga mengatakan kalau pihaknya telah mencoba membuat VCO sendiri setelah mengikuti webinar yang dilaksanakan oleh Politani Samarinda sebelumnya yang berjudul “Potensi Kelapa di Indonesia dan Pemanfaatan Produk Virgin Coconut Oil".

Lebih lanjut Taufik mengatakan bahwa proses pembuatannya tergolong mudah dan sederhana.

"Bersyukur kami bisa difasilitasi untuk belajar di Kampus Politani Samarinda dan hasil dari praktek ini akan kami kembangkan di tempat kami desa Santan," kata Taufik.

Sementara itu, dalam rangkaian pelatihan ini narasumber Silvia Darmans menjelaskan tentang proses pengolahan VCO.

Dalam paparannya Silvia menjelaskan bahwa pengolahan VCO bisa dilakukan oleh siapa saja, karena prosesnya mudah dan menggunakan alat sederhana yang dimiliki dirumah.

Namun, dia mengimbuhkan, meskipun prosesnya mudah tapi VCO ini memiliki manfaat yang sangat besar sekali bagi kebutuhan konsumsi termasuk untuk kesehatan.

Silvia juga menjelaskan tentang proses pembuatan VCO yaitu mulai dari mekanik, enzimatis, pancingan dan lainnya.

"Perbedaan cara ekstraksi akan mempengaruhi mutu minyak yang dihasilkan dan daya simpannya, sehingga teknologi pengolahan VCO berpengaruh pada karakteristik VCO yang dihasilkan," ujar Silvia.

Pada kegiatan pelatihan ini peserta dibagi beberapa kelompok mulai dari bagian mengerjakan proses pengolahan dengan enzimatik, metode pancingan dan menggunakan metode mekanik.

Peserta didampingi oleh tim mahasiswa THP. Yang tak kalah menarik, semua metode pengolahan yang dilakukan tanpa ada tambahan bahan kimia sehingga VCO ini aman untuk dikomsumsi.

Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Dr. Abdul Rasyid Zarta dalam kesempatan tersebut juga hadir disela-sela penutupan dan sempat menayangkan profil Politani Samarinda, jurusan serta program studi yang dimiliki.

"Banyak kegiatan-kegiatan ilmu yang bisa bapak ibu dapatkan di Politani. Politani siap bersinergi dengan masyarakat Santan, karena tugas kami dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satunya adalah memberikan pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan-pelatihan," terangnya.

Pelatihan ini berjalan lancar dan disambut antusias oleh peserta karena manfaat yang akan diperoleh dari pengolahan kelapa ini menjadi VCO.

Turut pula hadir pada kesempatan tersebut Kepala Labotarorium Pengolahan Khusnul Khotimah S.TP.,M.Sc, Dr. Ahmad Zamroni, S.Hut.,MP, KUPT. Sedangkan dari Komunitas Tani Muda Santan hadir juga aktifis lingkungan hidup serta tokoh Tani Muda Romiansyah Nebo, Suherman Rahman dan relawan lainnya.
×