Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Anggota DPD RI Dukung Gerakan Hidup Ekonomis di Masa Pandemi

Jumat, 14 Agustus 2020 | 23:47 WIB Last Updated 2020-08-17T17:11:51Z


JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dr. Misharti, S.Ag.M.S.i, mengapresiasi gerakan hidup ekonomis di masa pandemi yang disuarakan Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI). 


Dukungan senator perempuan ini disampaikan dalam acara seminar online (webinar) bertajuk "Hidup Ekonomis di Masa Pandemi" yang diselenggarakan oleh Bidang Ekonomi BMOIWI digelar vitual via Meeting Zoom pada Jum'at (14/8/2020).


Anggota DPD RI dari Provinsi Riau ini berkenan hadir dalam seminar yang dihadiri peserta secara terbuka dari berbagai daerah sekaligus memberikan sambutan. 


Misharti menilai gerakan keswadayaan di tengah pandemi saat ini menjadi pilar kemandirian masarakat. 


Dia menjelaskan, kerelaan untuk saling membantu dan meringankan beban saudara sesama anak bangsa turut meredam potensi gejolak ekonomi. Apalagi ancaman resesi masih terus menghantui. 


Di sisi lain, Misharti juga melihat adanya kohesifitas dalam mewujudkan keswadayaan komunitas yang lahir dari masyarakat dalam upaya menjaga ekonomi berbasis rumah tangga. Hal ini menurutnya adalah langkah yang harus didukung dan dikuatkan oleh pemerintah. 


"Umumnya masyarakat telah mengalami dampak luar biasa selama pandemi berlangsung terutama dampak ekonomi. Gerakan hidup ekonomis di masa pandemi menjadi salah satu indikasi bahwa dampak pandemi ini memang tidak sepele sehingga membutuhkan kolaborasi kita semua," imbuhnya.  


Senator yang memiliki misi meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat dan pendidikan yang merata ini, berharap pandemi segera berakhir sehingga upaya normalisasi kembali berbagai sektor dapat segera dilakukan.


Misharti juga menyampaikan apresiasi pada BMOIWI yang terus menunjukkan kepekaannya terhadap kondisi dan selalu berusaha mencari solusi bagi pengentasan masalah bangsa dewasa ini. 


Anggota DPD/MPR RI Komite IV (B-15) ini berjanji akan memfasilitasi jalur jalur bagi ormas Muslimah untuk melakukan pengembangan UMKM usaha mereka. 


Sementara itu, pembina di Yayasan Keluargapedia yang juga Presidium BMOIWI DR Hj Sabriati Aziz, M.Pd.I, menyampaikan pandemi Covid-19 (virus corona) yang telah menjangkiti lebih dari 13 juta jiwa di seluruh dunia juga menyebabkan perekonomian berbagai negara tumbang atau mengalami resesi ekonomi. 


Kendati demikian, lanjut Sabriati, peran muslimah dipandang sangat penting dalam menguatkan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga di tengah ancaman resesi karena pandemi. 


"Muslimah menjadi penopang ekonomi keluarga dan bangsa dengan menerapkan sistem pengelolaan pos-pos anggaran yang lebih efektif dan efesien. Hal ini tentu perlu komunikasi dan kebijaksanaan antar pasangan dalam menghadapi masa-masa yang belum bisa diprediksi ke depan," katanya. 


Sabriati juga menyoroti fenomena belanja online yang rupanya cukup tinggi selama masa pandemi ini. Menukil riset dari lembaga Center for Digital Society (CfDS), yang menyebutkan selama masa pandemi Covid-19, telah terjadi peningkatan transaksi belanja digital di kalangan masyarakat Indonesia sebesar 30 persen.


Belanja digital memang dinilai menjadi solusi risiko menghindari penularan Covid-19 dan karena adanya kebijakan pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah. 


Namun, Sabriati mengingatkan, belanja online tetap perlu mempertimbangkan asas kebutuhan. Selain itu, dia menyarankan agar ibu sebagai manager keuangan rumah tangga menentukan budget belanja dengan pos pos yang telah disiapkan serta memprioritaskan kebutuhan yang penting dan mendesak.


"Jangan mudah tergiur dengan promosi atau iklan sedangkan barang itu sebenarnya tidak diperlukan," imbuhnya.


Dalam pada itu, Sabriati mengutarakan rasa bahagiannya karena meskipun di masa sulit saat pandemi ini, ada fenomena yang menggembirakan yakni menggeliatnya UMKM di kalangan muslimah.  


"Di satu sisi kita memang perlu bijak dan berusaha berhemat, namun di sisi lain kita tetap harus mendorong kemandirian ekonomi umat dan mensupport produk-produk yang lahir dari komunitas kita dengan membelinya terutama yang kita perlukan," pungkasnya.

×