Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Masya Allah, Office Boy Bank Syariah Mandiri Ciputat Ikut Berkurban

Minggu, 02 Agustus 2020 | 06:32 WIB Last Updated 2020-08-02T11:02:18Z
Kantor BSM KC Ciputat (Aron Bahlawi/ Nasional.news)

TANGERANG - Jika orang berkelebihan bisa dengan mudah mengeluarkan uang untuk berkurban, maka tidak dengan umumnya karyawan outsourcing dengan gaji tak seberapa. 

Adalah Ujang Idris, seorang office boy di Bank Syariah Mandiri KC Ciputat yang tahun ini tidak melewatkan diri untuk ikut berkurban. 

Bagi Idris dengan penghasilan p, menanggung hidup istri yang tidak bekerja dengan 1 orang anak dan masih tinggal di kontrakan bukanlah hal yang mudah untuk berkurban. Dia harus mengumpulkan gaji setiap bulan hingga terkumpul setelah 12 Bulan.

Melalui program Tabungan Berencana Bank Syariah Mandiri, Ujang Idris atau karib disapa mang Ujang bersama seluruh karyawan BSM KC Ciputat yang berjumlah 29 orang bisa berkurban secara bersama-sama tahun ini.

Bersama dengan tiga rekan rekan kerja sesama OB, security dan seluruh karyawan tahun ini bisa menjalankan salah satu syariat Islam yaitu Ibadah Kurban.

Keinginan dia untuk menjadi pihak yang memberi akhirnya menginspirasi kita, bahwa kurban bukan permasalahan miskin atau kaya. Namun mau atau tidak mencari keridhaan Allah SWT. 

Berawal dari semangat dan ajakan dari Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri KC Ciputat, Herman, yang memberikan inspirasi dan motivasi bahwa berkurban bukanlah hal yang berat ketika dimulai dengan niat yang tulus serta keyakinan akan janji Allah SWT.

Niat dan kesungguhan itu kemudian di implementasikan dengan ikhtiar menabung setiap bulan. Para karyawan BSM KC Ciputat rela dipotong gaji sebesar Rp250.000,-/bulan selama 12 bulan. 

Hasil dari semuanya itu, akhirnya tahun ini semua karyawan bisa berkurban secara bersama. Untuk menggapai kemuliaan ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan. 

Kita bisa belajar keikhlasan dari mang Ujang dan rekan-rekannya mereka dengan semangat yang kuat menyisihkan uang gaji bulanan demi menabung untuk menggapai kemuliaan hidup, bukan untuk dirinya sendiri, tapi demi ibadah semata.

Berapa banyak di antara kita yang diberi kecukupan harta dan penghasilan, namun masih saja ada keengganan untuk berkurban. 

Padahal, bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yang menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan kurban.

Kewajiban berkurban dengan menyembelih sapi, kambing atau domba saat Idul Adha adalah perintah Allah SWT kepada orang yang mampu. 

Salah satu tujuan dari Ibadah Qurban adalah untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka yang kurang mampu agar bisa merayakan lebaran haji bersama-sama.

Tentu, semangat berbagi rezeki dalam ibadah kurban tidak hanya dilakukan oleh mereka yang berpenghasilan lebih saja.

Beberapa orang yang terlihat paspasan bahkan bisa jadi masih berkekurangan juga bisa melakukan hal serupa. 

Meski dalam kondisi ekonomi yang yang masih kekurangan di masa pandemik ini, mereka tetap memiliki semangat untuk berkurban saat Idul Adha. (Saharuddin)
×